Vitamin Yang Ada Pada Kentang

Posted on

DETALOG.COM –  Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut dengan “kentang”. Tanaman ini pertama kali di bawa oleh penjelajah spanyol dan portugis ke daratan eropa untuk dikembangbiakkan.

Di eropa, kentang dijadikan sebagai makanan pokok. sedangkan saat ini di Indonesia sudah banyak yang mulai mengganti makanan pokok nasi menjadi kentang. Selain dijadikan sebagai makanan pokok, kentang juga bisa diolah dengan cara dikupas dan dipotong potong, biasanya untuk membuat bahan campuran untuk memasak sayuran atau kue.

Buah kentang secara alami rendah kalori dan tidak mengandung sodium, lemak atau kolesterol. Kulit kentang memberikan dosis membantu serat, zat besi, kalium, kalsium, seng, fosfor,vitamin B kompleks, dan banyak lagi. Simak terus artikel berikut ini untuk mengetahui apa saja manfaat kentang dan nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Kandungan dan Manfaat Kentang bagi kesehatan

– Kentang kaya vitamin dan mineral.
Kentang adalah salah satu makanan sumber pati, vitamin, mineral dan serat . 100 g kentang terdapat 70 kalori(namun hanya mengandung lemak yang sedikit, sekitar 0.1 g per100 g) dan kolesterol.

– Kentang Sumber serat larut dan tak larut yang baik.
Kentang adalah sumber alam serat larut dan serta tidak larut yang baik. Serat makanan yang terdapat pada kentang, membantu mencegah sembelit, mengurangi penyerapan kolesterol makanan dan menurunkan kolesterol jahat LDL . Selain itu, serat juga akan membantu melindungi dari penyakit polip usus dan kanker.

– Membantu pencernaan dan penderita diabetes.
Serat yang terdapat pada pati membantu pencernaan dengan cara membantu penyerapan gula sederhana dalam usus. Dengan demikian kentang dapat membantu untuk menjaga kadar gula darah agar selalu dalam kisaran normal dan menghindari fluktuasi. Untuk itulah kentang memiliki alasan sebagai sumber karbohidrat yang baik bagi penderita diabetes.

– Kentang sumber kelompok vitamin B kompleks.
Umbi-umbian adalah salah satu sumber kelompok vitamin B-kompleks, vitamin seperti piridoksin (vitamin B6), thiamin, niacin, asam pantotenat, dan folat.

-Kentang kaya antioksidan.
Kentang segar dengan kulitnya adalah sumber antioksidan dari vitamin, yaitu vitamin-C. 100 g umbi segar menghasilkan 11,4 mg, atau 20% dari tingkat yang dibutuhkan harian vitaminC. Mengkonsumsi makanan kaya vitamin-C akan membantu tubuh menjaga kekebalan tubuh terhadap infeksi dan dampak radikal bebas.

– Kentang mengandung banyak mineral.
Kentang juga mengandung banyak mineral penting seperti besi, mangan, magnesium, fosfor, tembaga dan kalium.

– Kentang kaya vitamin A.
Kentang berwarna merah dan kemerahan mengandung jumlah vitamin A yang baik, dan flavonoid antioksidan seperti karoten dan zeaxanthins.

– Kentang mengandung senyawa zat anti kanker.
Hasil Penelitian terbaru yang diumumkan oleh layanan penelitian pertanian, menunjukkan bahwa antioksidan flavonoid, quercetin pada kentang memiliki sifat anti-kanker dan kardio-protektif properti.

Nilai kandungan kentang memiliki nutrisi per 100 g

Memiliki Jumlah Energi 70 Kcal 3,5%
Memiliki Jumlah Karbohidrat 15,90 g 12%
Memiliki Jumlah Protein 1,89 g 3%
Memiliki Jumlah Total Lemak 0.10 g 0.5%
Memiliki Jumlah Kolesterol 0 mg 0%
Memiliki Jumlah Diet Serat 2,5 g 7%

Vitamin.

Memiliki Jumlah Folat 18mcg 4,5%
Memiliki Jumlah Niacin 1,149 mg 7%
Memiliki Jumlah Asam pantotenat 0,279 mg 6%
Memiliki Jumlah Pyridoxine 0.239 mg 18%
Memiliki Jumlah Riboflavin 0.038 mg 3%
Memiliki Jumlah Thiamin 0,081 mg 7%
Memiliki Jumlah Vitamin A IU 7 <1%
Memiliki Jumlah Vitamin C 11.4 mg 20%
Memiliki Jumlah Vitamin K 2,9 mcg 2,5%

Efek Samping Kentang Bagi Kesehatan.
Meskipun mengkonsumsi kentang sangat disarankan karena mengandung banyak nilai nutrisi, Kentang juga bisa jadi mengandung alkaloid, solanin dan chaconine yang beracun. Alkaloid ini berkonsentrasi dalam jumlah terbesar terdapat persis di bawah kulit, dan berakibat dapat meningkatkan proporsional usia dan paparan sinar matahari . Kentang yang dimasak pada suhu tinggi (lebih dari 170 ° C), kemungkinan besar akan menghancurkan sebagian zat-zat beracun.

Akibat dari zat beracun ini, bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dapat menyebabkan sakit kepala, lemah, kram otot dan, bahkan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kehilangan berat kesadaran dan koma. Namun jangan terlalu khawatir, karena keracunan dari kentang sangat jarang terjadi. Paparan cahaya dan udara akan menyebabkan perubahan kentang menjadi warna hijau, dan ini bisa digunakan sebagai petunjuk visual sebagai umbi kentang yang mungkin memiliki lebih banyak racun. Namun, ini tidak menyediakan petunjuk definitif, sebagai akumulasi warna kehijauan dan solanin dapat terjadi secara independen satu sama lain. Beberapa varietas kentang mengandung konsentrasi solanin lebih besar, daripada varietas kentang yang lain.