Sejarah Filipina

Posted on

DETALOG.COM – Filipina adalah sebuah negara republik di Asia Tenggara, sebelah utara Indonesia dan Malaysia. Filipina merupakan sebuah negara kepulauan. Negara ini terdiri dari 7.107 pulau, Filipina seringkali dianggap sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara di mana pengaruh budaya Barat terasa sangat kuat (Spanyol dan Amerika Serikat). Filipina adalah negara paling maju di Asia setelah Perang Dunia II, namun sejak saat itu telah tertinggal di belakang negara-negara lain akibat pertumbuhan ekonomi yang lemah, hal ini diakibatkan oleh penyitaan kekayaan yang dilakukan pemerintah, korupsi yang luas, dan pengaruh-pengaruh neo-kolonial. Saat ini Filipina mengalami pertumbuhan ekonomi yang moderat, yang banyak disumbangkan dari pengiriman uang oleh pekerja-pekerja Filipina di luar negeri dan sektor teknologi informasi yang sedang tumbuh pesat. Geografi Filipina Pulau-pulau Filipina adalah negara kepulauan lebih dari 7.000 pulau berbohong sekitar 500 mil ( 805 km ) di lepas pantai tenggara Asia. Luas tanah keseluruhan adalah sebanding dengan Arizona. Hanya sekitar 7 % dari pulau-pulau yang lebih besar dari satu mil persegi, dan hanya sepertiga memiliki nama. Yang terbesar adalah Luzon di utara ( 40.420 mil persegi, 104.687 km persegi), Mindanao di selatan ( 36.537 mil persegi, 94.631 km persegi), dan Visayas ( 23.582 mil persegi, 61.077 km persegi). Pulau-pulau adalah asal vulkanik, dengan yang lebih besar dilintasi oleh pegunungan. Puncak tertinggi adalah Gunung Apo ( 9.690 ft; 2.954 m) di Mindanao. Kemerdekaan Filipina Perang Filipina-Amerika yang kemudian terjadi berakibat korban dalam jumlah besar. Presiden Filipina Emilio Aguinaldo ditangkap pada tahun 1901 dan pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan konflik berakhir secara resmi pada tahun 1902. Para pemimpin Filipina pada umumnya menerima bahwa AS telah menang, namun permusuhan terus berlanjut dan baru mulai berkurang tahun 1913. Pemerintahan kolonial AS dimulai tahun 1905 dengan otonomi lokal sangat terbatas. Otonomi parsial (status persemakmuran) diberikan pada tahun 1935, dengan kemerdekaan penuh dari AS direncanakan pada tahun 1946. Persiapan untuk negara yang berdaulat sepenuhnya diinterupsi oleh pendudukan Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Ketika Jepang Menyerah di Perang Pasifik berdampak pada Filipina, orang-orang mengalami kelaparan, banyak korban-korban yang meninggal dunia akibat dari Perang Dunia ke II, selain itu juga terjadi inflasi melonjak yang disebabkan oleh uang yang di edarkan Jepang di Filipina menjadi 800% dari nilai sebelum perang. Dengan keadaan tersebut Amerika Serikat berbuat banyak untuk meringankan penderitaan dan kesengsaraan rakyat Filipina. Dengan menegakkan kembali tataran perekonomian, pembukaan kembali sekolah-sekolah dan sarana komunikasi dihidupkan kembali. Pada tanggal 23 April 1946 diselenggarakan pemilihan umum pertama di Filipina, kaum petani di daerah Luzou Tengah mendukung partai Demokratic Alliance Party dengan calon ketua Luis Taruc dan wakil Jesus Lava. Namun mereka ditolak untuk menjadi presiden dan wakil presiden, hal ini disebabkan karena adanya tuduhan telah menggunakan penggelapan uang dan kekerasan untuk memenangkan pemilihan. Pada akhirnya terpilihlah Manuel Roxas menjadi presiden pertama Negara Filipina dengan Wakilnya Elpidio Quirino. Kemerdekaan Republik Filipina di resmikan oleh mereka sendiri pada tanggal 4 Juli 1946. Dengan demikian berakhirlah perjuangan mencapai kemerdekaan Bangsa Filipina, setelah kurang lebih 5 abad dijajah oleh bangsa Barat akhirnya Negara Filipina berhasil memperoleh kemerdekaannya.