Mengapa Fungsi Jantung Sangat Penting Bagi Tubuh Kita?

Posted on

DETALOG.COM – Semua manusia tentunya ingin hidup sehat. Salah satu dalam pola hidup sehat adalah menjaga pola makan dalam sehari-harinya, serta menjaga kesehatan tubuhnya. Misalnya seperti, jantung. Jantung menjadi salah satu organ penting yang ada di dalam tubuh manusia. Fungsi jantung sangat vital.

Jantung bekerja memompa darah ke seluruh tubuh. Ia adalah organ yang bertanggung jawab terhadap pasokan darah yang ada di seluruh tubuh. Oleh karena itu, jika jantung bermasalah, akibatnya akan sangat fatal. Penyakit jantung pun pada akhirnya menjadi salah satu penyakit yang “ditakuti”.

Sangat wajar jika penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang ditakuti oleh manusia. Bayangkan saja, jika jantung yang bertugas untuk menyalurkan darah ke seluruh tubuh tiba-tiba saja terganggu. Darah tidak bisa menyebar dengan semestinya.

Jantung sendiri berada di rongga dada. Dilindungi oleh tulang rusuk bersamaan dengan organ-organ vital lainnya seperti paru-paru. Jantung dikelilingi oleh pembuluh darah. Menurut hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan hasil pembedahan, ada sebuah lapisoan otot yang membelah jantung menjadi dua bagian. Bagian-bagian pada jantung inilah yang kemudian dikenal dengan istilah serambi dan bilik.

Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida).

Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida; jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.

Struktur Jantung Pada Manusia

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa jantung mempunyai 4 rongga atau ruang, dengan dua ruang dinamakan atrium, sementara dua lainnya adalah ventrikel.

a. Atrium berfungsi untuk memompa darah yang dibutuhkan oleh organ tubuh. Atrium kanan berfungsi sebagai penampung darah dari seluruh tubuh yang kadar oksigennya sedikit untuk kemudian disalurkan ke ventrikel kanan dan berikutnya menuju paru-paru. Sementara itu atrium kiri berfungsi untuk menerima darah yang kadar oksigennya tinggi dari kedua paru-paru.

b. Katup jantung terdiri dari katup atrioventrikuler, katup semilunar, katup tricuspid, dan katup pulmonal. Katup-katup jantung ini berfungsi untuk mengatur sirkulasi darah agar semua mengalir sesuai dengan jalurnya masing-masing.

Fungsi Jantung

Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol); selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan. Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.

Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner. Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh).
Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

Pembuluh Darah

Keseluruhan sistem peredaran (sistem kardiovaskuler) terdiri dari arteri,arteriola, kapiler, venula dan vena. Arteri (kuat dan lentur) membawa darah dari jantung dan menanggung tekanan darah yang paling tinggi. Kelenturannya membantu mempertahankan tekanan darah diantara denyut jantung.

Arteri yang lebih kecil dan arteriola memiliki dinding berotot yang menyesuaikan diameternya untuk meningkatkan atau menurunkan aliran darah ke daerah tertentu. Kapiler merupakan pembuluh darah yang halus dan berdinding sangat tipis, yang berfungsi sebagai jembatan diantara arteri (membawa darah dari jantung) dan vena (membawa darah kembali ke jantung).

Kapiler memungkinkan oksigen dan zat makanan berpindah dari darah ke dalam jaringan dan memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari jaringan ke dalam darah. Dari kapiler, darah mengalir ke dalam venula lalu ke dalam vena, yang akan membawa darah kembali ke jantung.
Vena memiliki dinding yang tipis, tetapi biasanya diameternya lebih besar daripada arteri; sehingga vena mengangkut darah dalam volume yang sama tetapi dengan kecepatan yang lebih rendah dan tidak terlalu dibawah tekanan.