Ilmuwan yang Berjasa dalam Perkembangan Ilmu Biologi

Posted on

DETALOG.COM – Biologi merupakan salah satu ilmu alam yang mempelajari tentang kehidupan dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, serta taksonominya. Istilah Biologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani, yaitu Bios yang artinya ‘kehidupan‘ dan Logia yang artinya ‘ilmu‘.

Karena membahas tentang kehidupan organisme hidup, menjadikan ilmu Biologi memiliki ruang lingkup yang luas. Namun, meskipun ruang lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi umumnya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru.

Ilmuwan yang Berjasa dalam Perkembangan Ilmu Biologi

Ilmu Biologi yang berkembang pesat tak lepas dari peran para ilmuwan yang telah melakukan sejumlah penelitian dan penemuan demi mengembangkan ilmu Biologi ini. Adapaun ilmuwan-ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan ilmu Biologi antara lain:

1. Hipocrates

Hipocrates yang seorang fisikawan dari Yunani kuno adalah orang pertama melakukan penelitian di bidang kedokteran, sehingga ia dijuluki sebagai ‘Bapak Kedokteran‘. Tulisan hasil karyanya yang dikenal dengan Corpus Hippocraticum telah membuang semua pemikiran takhayul masyarakat Yunani kuno mengenai penyakit dan obat-obatan. Hasil karyanya inilah yang akhirnya dikembangkan menjadi cabang-cabang untuk ilmu Biologi modern.

2. Aristoteles

Meskipun Hipocrates yang pertama kali melakukan penelitian di bidang kedokteran yang berhubungan dengan organisme hidup, namun Aristoteles dianggap sebagai tokoh yang paling berjasa dalam mengembangkan ilmu Biologi. Ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies-spesies biologi secara sistematis. Salah satu karya terpentingnya adalah Historia Animalium, dan beberapa karya lain yang menunjukkan cara pandangnya seorang peneliti alam, serta karya-karya empirisnya yang mencoba mempelajari sebab akibat biologis, dan keanekaragaman hayati. Karyanya ini menggambarkan kecenderungannya akan analisis kritis, serta pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan pada alam.

3. Antony van Leeuwenhoek

Antonie Philips van Leeuwenhoek adalah ilmuwan Belanda yang dijuluki sebagai “Bapak Biologi“, dan dianggap sebagai ahli mikrobiologi pertama. Ia terkenal atas pengembangan mikroskop dan kontrobusinya terhadap cabang ilmu mikrobiologi dengan cara melakukan pengamatan dan akhirnya berhasil mendeskripsikan tentang organisme-organisme bersel satu.

4. Carolus Linnaeus

Carolus Linnaeus adalah seorang ilmuwan Swedia yang meletakkan dasar tata nama atau taksonomi dalam ilmu Biologi. Sistem tata nama organisme hidup yang dikenal dengan nama Binominal Nomenclature itu ditemukannya pada tahun 1735. Oleh karena itu ia dikenal sebagai “Bapak Taksonomi Modern“. Setiap nama organisme itu terdiri dari 2 nama dalam bahasa latin, karena bahasa latin/Yunani merupakan bahasa yang banyak dipakai di sekolah-sekolah atau lembaga akademik pada saat itu. Selain itu ia merupakan salah satu ‘Bapak Ekologi Modern‘ dan juga seorang ahli botani yang paling dihormati pada masanya. Selain menjadi ahli Botani, Linnaeus juga ahli dalam bidang Zoologi dan ia juga adalah seorang dokter.

5. Greogor Mendel

Gregor Johann Mendel adalah seorang ilmuwan dari Austria yang dijuluki sebagai ‘Bapak Genetika‘. Rasa ingin tahunya yang tinggi menuntun dia melakukan pekerjaan persilangan dan pemurnian tanaman ercis. Melalui percobaannya ini ia menyimpulkan sejumlah aturan (hukum) mengenai pewarisan sifat yang dikenal dengan nama ‘Hukum Pewarisan Mendel‘.

6. Louis Pasteur

Louis Pasteur adalah seorang ilmuwan Perancis yang berhasil menemukan cara mencegah pembusukan makanan hingga beberapa waktu lamanya dengan proses pemanasan yang biasa disebut ‘Pasteurisasi‘. Pasteurisasi merupakan penemuan awalnya, yaitu suatu penemuan tentang cara mematikan bakteri yang ada pada susu dengan cara pemanasan. Pasteur juga berhasil membuat obat untuk pencegah penyakit antraks dan suntikan melawan penyakit anjing gila (rabies).

7. Heinrich Anton de Bary

Heinrich Anton de Bary adalah seorang ilmuwan Jerman yang merupakan seorang ahli bedah sekaligus ahli Botani, Mikrobiologi, serta Mikologi. Ia terutama mempelajari sistematika dan fisiologi jamur. Ia melakukan penelitian tentang siklus hidup jamur dan dianggap sebagai ‘Bapak Mikologi Modern‘ karena berhasil membuktikan bahwa jamur patogenik (penyebab penyakit) buka di hasilkan dari sel/sekresi tumbuhan yang terserang. Ia juga melakukan serangkaian pengamatan bermacam-macam jamur penyebab penyakit pada tumbuhan. Selain itu, ia juga mempelajari pembentukan lumut kerak yang merupakan gabungan dari jamur dan alga. Ia juga yang mencetuskan pertama kalinya istilah ‘Simbiosis‘.