Propinsi Terluas di Pulau Sulawesi

Posted on

DETALOG.COM – Pulau Sulawesi yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Celebes merupakan sebuah pulau yang terletak di antara pulau Kalimantan di sebelah barat dan pulau Maluku di sebelah timur. Pulau Sulawesi merupakan pulau terbesar ke-11 di dunia dengan luas wilayah sebesar 174.600 km². 3 Pulau di Indonesia yang lebih besar dari pulau Sulawesi adalah Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Pulau Sulawesi memiliki bentuk yang unik menyerupai bunga mawar laba-laba atau huruf K besar yang membujur dari utara ke selatan dan 3 semenanjung yang membujur ke timur laut, timur, dan tenggara. Pulau ini dibatasi oleh Selat Makassar di bagian barat dan terpisah dari Kalimantan serta dipisahkan juga dari Kepulauan Maluku oleh Laut Maluku. Adapun batasan-batasannya:

  • Barat: Kalimantan
  • Utara: Filipina
  • Selatan: Flores
  • Tenggara: Timor
  • Timur: Maluku

Ditinjau dari sisi etimologi, penggunaan nama ‘Sulawesi‘ berasal dari kata ‘Sula‘ yaitu kata dari bahasa Sulawesi Tengah yang berarti ‘nusa (pulau)‘ dan ‘Mesi‘ yang berarti ‘besi (logam)’. Hal ini merujuk pada kegiatan praktek perdagangan bijih besi hasil produksi tambang-tambang yang terdapat di sekitar Danau Matano, dekat Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Sementara itu orang-orang Portugis yang datang sekitar abad 14-15 Masehi adalah bangsa asing pertama yang menggunakan nama Celebes untuk menyebut pulau Sulawesi secara keseluruhan.

Propinsi Terluas di Pulau Sulawesi

Saat ini, pulau Sulawesi memiliki jumlah propinsi sebanyak 6, yaitu:

  1. Sulawesi Barat ibukota Mamuju (luas: 16.796,19 km2)
  2. Sulawesi Utara ibukota Manado (luas: 15.069,00 km2)
  3. Sulawesi Tengah ibukota Palu (luas: 61.841,29 km2)
  4. Sulawesi Selatan ibukota Makassar (luas: 45.764,53 km2)
  5. Sulawesi Tenggara ibukota Kendari (luas: 38.140 km2)
  6. Gorontalo ibukota Gorontalo (luas: 12.435 km2)

Berdasarkan daftar di atas dapat diketahui bahwa propinsi terluas di pulau Sulawesi adalah Sulawesi Tengah.

Sekilas Mengenai Sulawesi Tengah

Pada mulanya Sulawesi Tengah adalah sebuah pemerintahan kerajaan yang terdiri atas 15 kerajaan di bawah kepemimpinan para Raja yang selanjutnya dalam sejarah Sulawesi Tengah dikenal dengan julukan ‘7 Kerajaan di Timur dan 8 Kerajaan di Barat‘. Namun, sejak tahun 1905, wilayah Sulawesi Tengah seluruhnya jatuh ke tangan Pemerintahan Hindia Belanda. Kemudian dari 7 Kerajaan di timur dan 8 Kerajaan di barat tersebut, oleh Pemerintah Hindia Belanda dijadikan pusat-pusat pemerintahan Hindia Belanda yang meliputi, antara lain:

  1. Poso Lage di Poso
  2. Lore di Wianga
  3. Tojo di Ampana
  4. Pulau Una-una di Una-una
  5. Bungku di Bungku
  6. Mori di Kolonodale
  7. Banggai di Luwuk
  8. Parigi di Parigi
  9. Moutong di Tinombo
  10. Tawaeli di Tawaeli
  11. Banawa di Donggala
  12. Palu di Palu
  13. Sigi/Dolo di Biromaru
  14. Kulawi di Kulawi
  15. Tolitoli di Tolitoli

Kemudian dalam perkembangan selanjutnya ketika Pemerintahan Hindia Belanda jatuh dan sudah tidak berkuasa lagi di Sulawesi Tengah serta seluruh Indonesia, maka pemerintah pusat kemudian membagi wilayah Sulawesi Tengah menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Sulawesi Tengah bagian Barat, meliputi wilayah Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Tolitoli. Pembagian wilayah ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 29 Tahun 1959, tentang pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi.
  2. Sulawesi Tengah bagian Tengah (Teluk Tomini), masuk wilayah karesidenan Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1919, seluruh Wilayah Sulawesi Tengah masuk Wilayah karesidenen Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1940, Sulawesi Tengah dibagi menjadi 2 Afdeeling, yaitu Afdeeling Donggala yang meliputi 7 Onder Afdeeling dan 15 Swapraja.
  3. Sulawesi Tengah bagian Timur (Teluk Tolo) masuk wilayah Karesidenan Sulawesi Timur Bau-bau.

Kemudian pada tahun 1964 berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2, terbentuklah Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang meliputi 4 kabupaten, yaitu:

  1. Donggala
  2. Poso
  3. Banggai
  4. Buol Toli-toli

Selanjutnya Pemerintah Pusat menetapkan Propinsi Sulawesi Tengah sebagai Provinsi otonom yang berdiri sendiri berdasarkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1964 tentang Pembentukan Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah dan selanjutnya tanggal pembentukan tersebut diperingati sebagai hari lahirnya Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu pada 13 April 1964.

Seiring berjalannya waktu, jumlah kabupaten di Sulawesi Tengah pun semakin bertambah, yaitu:

1.  Berdasarkan UU No. 11 Tahun 2000:

  • Buol
  • Morowali
  • Banggai Kepulauan

2. Berdasarkan UU No. 10 Tahun 2002:

  • Parigi Moutong
  • Tojo Una-una

Jadi berdasarkan pemekaran wilayah kabupaten, Sulawesi Tengah telah terbagi menjadi 10 daerah, yaitu 9 kabupaten dan 1 kotamadya.

Ada 19 kelompok etnis di Sulawesi Tengah, dan ada pula beberapa suku yang hidup di daerah pegunungan seperti:

  • suku Da’a di Donggala dan Sigi
  • suku Wana di Morowali
  • suku Seasea dan Suku Ta’ di Banggai
  • suku Daya di Buol Tolitoli

Selain penduduk asli, Sulawesi Tengah dihuni pula oleh transmigran seperti dari Bali, Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Suku pendatang yang juga banyak mendiami wilayah Sulawesi Tengah adalah Mandar, Bugis, Makasar, dan Toraja serta etnis lainnya di Indonesia sejak awal abad ke 19 dan sudah membaur.

Meskipun masyarakat Sulawesi Tengah memiliki sekitar 22 bahasa daerah yang saling berbeda antara suku yang satu dengan yang lainnya, namun masyarakat di sana dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa pengantar sehari-hari.