Bagian Pohon Kina Yang Dijadikan Obat

Posted on

Pohon Kina yang memiliki nama latin Cinchona Calisaya dan nama lokal Kina kalisaya ini memiliki kulit yang terasa agak pahit. Kina termasuk dalam golongan tanaman yang menyerbuk silang dan sangat hetezigot. Karena itulah hasil penyerbukan dan bijinya sangat beragam. Tanaman herbal Kina ini tumbuh baik pada lereng gunung dengan curah hujan diatas 2000 mm setahun dan tersebar merata sepanjang tahun. Dari daerah asalnya dipegunungan Andes tanaman ini menyebar ke Indonesia dan India. Di pulau Jawa tanaman ini dibudidayakan didaerah pegunungan dengan ketinggian antara 800 – 1600 m diatas permukaan laut.

Tanaman herbal kina ini mengandung berbagai macam zat yang dapat digunakan sebagai obat herbal. Adapun kandungannya adalah sebagai berikut : Alkaloida, Kinina, Kinidina, Sinkonina, Sinkonidina, Asam kinat, Asam kinatanat, Zat kina.

Ciri-ciri tanaman herbal Kina kalisaya :

-Kulit : Berasa pahit.

-Daun : letak daun berhadapan, bentuk bundar telur sungsang lonjong, panjang 8 – 15 cm dan lebar 3 – 6 cm. Permukaan bagian bawah berambut halus seperti beludru terutama pada daun yang masih muda, panjang tangkai 1 – 1,5 cm. Daun penumpu lebih panjang dari tangkai, bila sudah terbuka daun penumpu akan gugur.

-Bunga : Perbungaan malai, berambut halus seperti beludru, kelompok bunga-bunga mengumpul disetiap ujung perbungaan. Kelompok bunga berbentuk tabung dan bergigi dibagian atasnya. Bunga berbentuk bintang, berbau wangi, panjang tabung 9 mm. Helaian mahkota bagian dalam berwarna merah menyala, berambut rapat dan pendek. Panjang benang sari setengan dari bagian tabung bunga. – Buah : berwarna kemerahan bila telah masak, berbentuk seperti telur. Biji : Berbentuk lanset ellips, panjang 4 mm dan bersayap.

Manfaat Kina.

Tanaman herbal kina memiliki berbagai macam manfaat untuk mengobati penyakit. Antara lain: Malaria, obat penyakit jantung, kejang otot, tamiflu pada flu burung, sebagai katalis pada beberapa industri minuman, pestisida nabati atau biopestisida dan untuk bahan kosmetika. Namun sayangnya pohon dari tumbuhan ini sudah sangat sulit didapatkan. Tumbuhan ini dapat di peroleh di tempat-tempat / toko obat herbal yang sudah proses dalam bentuk ramuan atau kapsul

Efek samping.

Kulit kayu Kina tampaknya aman bagi kebanyakan orang ketika digunakan dengan tepat. Namun, dalam jumlah besar, kina tidak aman dan dapat mematikan. Gejala overdosis meliputi

– Telinga berdenging.

– Sakit kepala.

– Mual.

– Diare.

– Otot lemas.

– Gangguan mata.

– Gangguan penglihatan.

– Kina juga dapat menyebabkan reaksi pendarahan dan alergi, termasuk gatal-gatal dan demam.

Dosis

Dosis kina tergantung pada beberapa faktor seperti usia, kesehatan, dan kondisi lainnya. Pada saat ini tidak ada informasi yang cukup ilmiah untuk menentukan kisaran yang tepat untuk dosis kina.

Peringatan

* Wanita hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan kina.

* Penting bagi penderita malaria untuk menghabiskan obat ini sesuai resep dokter untuk memastikan kesembuhan dan mencegah kambuhnya gejala.

* Hentikan penggunaan kina jika sama sekali tidak berdampak positif sedikitpun setelah satu bulan.

* Harap berhati-hati jika menderita gangguan mata atau pendengaran, gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan jantung, kencing darah, myastenia gravis,diabetes serta defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD).

* Pengguna kina sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat. Obat ini berpotensi memicu gangguan penglihatan dan vertigo pada sebagian orang.

* Jika menggunakan kina, beri tahu dokter sebelum menjalani penanganan medis apa pun.

* Hindari konsumsi minuman tonik serta minuman keras selama menggunakan kina.

* Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Selama menggunakan kina, konsumsi minuman keras dan minuman tonik sebaiknya dihindari. Minuman tonik umumnya mengandung kina sehingga dapat memicu overdosis. Sementara minuman keras berpotensi memicu efek samping.