Karangan Bertema Profesi Sumber Daya Alam

Posted on

DETALOG.COM – Saat duduk dibangku sekolah dasar, Anda pasti pernah mendapatkan tugas rumah untuk membuat beberapa paragraf karangan dengan tema yang ditentukan. Kebanyakan tema dari karangan adalah bertema bebas.

Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Membuat karangan meskipun tampak mudah, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatannya.

Langkah Membuat Karangan Yang Baik
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan saat akan membuat karangan, antara lain;
1. Menentukan tema karangan
2. Mengumpulkan ide atau bahan karangan
3. Menyusun kerangka karangan
4. Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang sebenarnya
5. Memberi nama karangan atau judul karangan

Jenis-jenis Karangan
Karangan dibagi dalam jenis-jenis, antara lain:

1. Karangan narasi: Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian dengan tujuan agar pembaca seolah-olah mengalami kejadian yang diceritakan itu.
Ciri-ciri / karakteristik karangan Narasi
a. Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
b. Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
c. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
d. Latar setting digambarkan secara hidup dan terperinci.

2. Karangan deskripsi: Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan sebuah objek dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan itu.
Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi:
a. Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
b. Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang dideskripsikan
c. Sifat penulisannya objektik karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
d. Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis objektik, impresionistis subjektif, atau sikap penulis

3. Karangan eksposisi: Karangan eksposisi adalah karangan yang memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi dan pengetahuan dengan sejelas-jelasnya. Dikemukakan data dan fakta untuk memperjelas pemaparan.
Ciri-ciri / karakteristik karangan Eksposisi:
a. Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
b. Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data Faktual)
c. Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
d. Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
e. Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

4. Karangan argumentasi: Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu
Ciri-ciri / karakteristik karangan persuasi:
a. Terdapat himbauan atau ajakan.
b. Berusaha mempengaruhi pembaca

5. kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Pembuktian memerlukan data dan fakta yang meyakinkan.
Ciri-ciri / karakteristik karangan Argumentasi:
a. Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca.
b. Membuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, dan gambar.
c. Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
d. Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektifitas
e. Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian

6. Karangan persuasi: Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca. Karangan ini pun memerlukan data sebagai penunjang.

Contoh Karangan
Berikut salah satu contoh dari karangan yang bertema sumber daya alam.

Pertanian

Pertanian merupakan kegiatan tentang kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusiauntuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi serta untuk mengelola lingkungan. Kegiatan pertanian merupakan salah satu kegiatan paling awal dikenal diperadaban manusia dan merubah total bentuk kebudayaan, menurut para ahli sejarah bahwa pertamakali pertanian berkembang sekitar 12.000 tahun yang lalu dari kebudayaan-kebudayaan di daerah-daerah bulan sabit yang subur di timur tengah, terus memanjang kebarat, bukti-bukti pertama kali dujumpai menunjukan adanya budidaya tanaman biji-bijian dan potong-potongan di daerah tersebut. Setelah itu, 2.000 tahun setelah berakhirnya zaman es terakhir di era Pleistosen di daerah ini banyak dijumpai hutan dan padang yang sangat cocok bagi mulainya pertanian. Pertanian telah dikenal oleh masyarakat yang telah mencapai kebudayaan Batu Muda (Neolitikum), Perunggu dan Megalitikum. Pertanian juga mengubah bentuk kepercayaan dan pemujaan masyarakat terhadap dewa-dewa menjadi pemujaan terhadap dewa-dewa perlambang kesuburan dan ketersediaan pangan.

Teknik budidaya tanaman kemudian meluas ke seluruh penjuru dunia hingga Indonesia. Mengingat Indonesia yang dulu di jajah oleh bangsa kolonial itu karena bangsa kolonial ingin mengurus kekayaan alam yang terhampar luas di Indonesia sampe sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan karena sektor-sektor ini sangat penting dalam menentukan pembentukan realitas ekonomi dan sosial di berbagai wilayah di Indonesia.

Sebagian besar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang lingkup pertanian. Pertanian bisa difahami oleh orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam serta pembesaran hewan ternak (raising) meskipun cakupan berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan hidup atau produk kelanjutan seperti keju dan tempe dalam proses pembuatannya. Ilmu-ilmu pertanian juga mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukung lainnya.

Inti dari ilmu-ilmu pertanian adalah biologi dan ekonomi karena pertanian sekalu terikat dengan ruang dan waktu. Ilmu-ilmu pendukung seperti ilmu geografi, meteorologi, pemesinan pertania, biokimia, dan statistika juga dipelajari dalam pertanian. Usaha tani adalah bagian inti dari pertanian karena manyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam bidangnya.

Kini pertanian semakin berkembang pesat kehadiran hidroponik yang menambah deretan jenis-jenis pertanian modern untuk menjawab berbagai permasalahan dalam sistem pertanian konvesional, sistem budidaya hidroponik memungkinkan anda bercocok tanam tanpa tanah. Media menjadi lebih flesibel, dan tidak lagi menjadi masalah yang krusial. Pertanian dengan sistem hidroponik memiliki keunggulan dari segi keberhasilan yaitu media tanaman / media tanam yang digunakan non tanah, maka sistem hidroponik, lebih steril dari debu dan tanah yang dapat mengotori tanaman dan lingkungannya.

Sistem tanam hidroponik yang tergantung musim juga dapat dipasok secara terukur dan teratur. Sekarang sistem hidroponik menjawab kemustahilan bercocok tanam tanpa tanah. Sistem hidroponik menginginkan kita bercocok tanam dimana saja dan kapan saja. Kedepan sistem hidroponik merupakan solusi pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan di wilayah perkotaan.

Tulisan dimaksudkan untuk lebih memperluas wawasan tentang berbagai manfaat pertanian bagi kehidupan manusia. Diharapkan setelah membaca tulisan ini, apresiasi pembaca terhadap bidang pertanian akan bertambah, sehingga pada gilirannya, pembaca dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian dan pengembangan pertanian, sebagai apapun profesi dan latar belakang kehidupannya masing-masing.