Kelebihan Penggunaan Kultur Jaringan

Posted on

Pengertian Jaringan.

Jaringan adalah tiap-tiap kumpulan protoplas yang mempunyai dinding atau merupakan suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama.

Dengan adanya jaringan-jaringan dalam tumbuhan, berarti  bahwa pada tumbuhan tersebut telah ada pembagian dalam kegiatan-kegiatan proses hidupnya, dalam hal ini tiap-tiap jaringan biasanya hanya melakukan suatu satu macam proses hidup, contohnya 

  1. Jaringan meristem yang mampu membelah secara terus menerus dan membentuk sel-sel baru.
  2. Jaringan epidermis melindungi jaringan sel pada bagian dalam
  3. Jaringan gabus berfungsi sebagai pengganti dari epidermis ketika batang atau akar menjadi dewasa
  4. Jaringan parenkim, membentuk daging buah, menyimpan makanan cadangan, membentuk endosperm, tempat fotosintesis, sebagai penyokong tubuh bila vakuolanya berisi air.
  5. Jaringan Kollenkhim, berfungsi untuk menyokong tubuh tumbuhan.
  6. Jaringan sklerenkim, juga berfungsi sebagai penyokong
  7. Jaringan Phloem (pembuluh tapis) berfungsi mengangkut bahan mineral dan air dari akar sampai daun.

 

Pengertian Kultur Jaringan.

Menurut Suryowinoto (1991), kultur jaringan dalam bahasa asing disebut sebagai tissue culture. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. jadi, kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.

 

Prinsip Utama Kultur Jaringan.

Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril.

Kultur jaringan merupakan suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tumbuhan seperti protoplasma, sekelompok sel, jaringan atau organ serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.

Keuntungan Kultur Jaringan.

  • Pengadaan bibit tidak tergantung musim.
  • Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih.
  • Bibit yang dihasilkan seragam.
  • Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu).
  • Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah.
  • Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit, dan deraan lingkungan
  • Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki.
  • Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa.

Meskipun memberikan manfaat yang baik bagi tanaman, metode kultur jaringan juga ternyata memiliki beberapa kelemahan. Antara lain:

  • Diperlukan biaya awal yang relatif tinggi
  • Hanya mampu dilakukan oleh orang-orang tertentu, karena memerlukan keahlian khusus
  • Bibit hasil kultur jaringan memerlukan proses aklimatisasi, karena terbiasa dalam kondisi lembap dan aseptik.

 

Manfaat Kultur Jaringan.

  • Melestarikan sifat tanaman induk.
  • Menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama.
  • Menghasilkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat.
  • Dapat menghasilkan tanaman yang bebas virus.
  • Dapat dijadikan sarana untuk melestarikan plasma nutfah.
  • Untuk menciptakan varietas baru melalui rekayasa genetika. Sel yang telah direkayasa dikembangkan melalui kultur jaringan sehingga menjadi tanaman baru secara lengkap.
  • Pelaksanaannya tidak tergantung pada musim.

Beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:

  1. Pemilihan dan Penyiapan Tanaman Induk Sumber Eksplan.
  2. Inisiasi Kultur.
  3. Multiplikasi atau Perbanyakan Propagul.
  4. Pemanjangan Tunas, Induksi, dan Perkembangan Akar.

Macam-Macam Kultur Jaringan

  • Kultur meristem, menggunakan jaringan (akar, batang, daun) yang muda atau meristematik.
  • Kultur anter, menggunakan kepala sari sebagai eksplan.
  • Kultur embrio, menggunakan embrio. Misalnya pada embrio kelapa kopyor yang sulit dikembangbiakan secara alamiah.
  • Kultur protoplas, menggunakan sel jaringan hidup sehingga eksplan tanpa dinding.
  • Kultur kloroplas, menggunakan kloroplas. Kultur ini biasanya untuk memperbaiki atau membuat varietas baru.
  • Kultur polen, menggunakan serbuk sari sebagai eksplannya..