Apa Perbedaan antara Spermatogenesis dan Oogenesis?

Posted on

DETALOG.COM – Dalam ilmu biologi, kita mengenal istilah gametogenesis. Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet atau sel kelamin. Sel gamet terdiri dari gamet jantan (spermatozoa) yang dihasilkan pada testis dan gamet betina (ovum) yang dihasilkan pada ovarium. Gametogenesis meliputi spermatogenesis dan oogenesis. yang melibatkan proses pembelahan sel dengan 2 cara, yaitu:

  1. Mitosis yaitu pembelahan sel dari induk menjadi 2 anakan tetapi tidak terjadi reduksi kromosom contoh apabila ada sel tubuh kita yang rusak maka akan terjadi proses penggantian dengan sel baru melalui proses pembelahan mitosis. Pada pembelahan mitosis, menghasilkan sel baru yang jumlah kromosomnya sama persis dengan sel induk yang bersifat diploid (2n) yaitu 23 pasang/ 46 kromosom.
  2. Meiosis yaitu pembelahan sel dari induk menjadi 2 anakan dengan adanya reduksi kromosom, contohnya pembelahan sel kelamin atau gamet sebagai agen utama dalam proses reproduksi manusia. Pada pembelahan meiosis, jumlah kromosom pada sel baru hanya bersifat haploid (n) yaitu 23 kromosom.

Spermatogenesis

Istilah spermatogenesis berasal dari kata ‘sperma‘ dan ‘genesis‘ yang artinya ‘pembelahan’. Spermatogenesis bisa juga disebut sebagai proses pembentukan spermatid (sel sperma) pada testis laki-laki. Pada spermatogenesis, terjadi pembelahan secara mitosis dan meiosis. Spermatogenesis merupakan tahap atau fase-fase pendewasaan sperma di epididimis dimana setiap satu spermatogonium akan menghasilkan 4 sperma matang. Adapun prosesnya, yaitu:

  1. Dimulai dari spermatogonium, yang secara genetik diploid, dimana spermatogonium menghasilkan spermatosit primer (diploid) melalui mitosis.
  2. Hasil spermatosit primer mengalami meiosis-I yang menghasilkan 2 sel haploid yang identik yang disebut spermatosit sekunder.
  3. Setiap spermatosit akan membagi lagi melalui meiosis-II untuk membentuk 2 sel anak haploid yang disebut spermatid. Dengan demikian, 1 spermatosit primer menghasilkan 4 spermatid haploid yang identik.
  4. Dibutuhkan sekitar 6 minggu untuk membedakan spermatid menjadi spermatozoa matang.

Penjelasan istilah yang digunakan dalam tahap Spermatogenesis

  1. Spermatogonium merupakan tahap pertama pada spermatogenesis yang dihasilkan oleh testis. Spermatogoium terbentuk dari 46 kromosom dan 2N kromatid.
  2. Spermatosit primer merupakan mitosis dari spermatogonium. Pada tahap ini tidak terjadi pembelahan. Spermatosit primer terbentuk dari 46 kromosom dan 4N kromatid.
  3. Spermatosit sekunder merupakan meiosis dari spermatosit primer. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis. Spermatosit sekunder terbentuk dari 23 kromosom dan 2N kromatid.
  4. Spermatid merupakan meiosis dari spermatosit sekunder. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis yang kedua. Spermatid terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid.
  5. Sperma merupakan diferensiasi atau pematangan dari spermatid. Pada tahap ini terjadi diferensiasi. Sperma terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid dan merupakan tahap sperma yang telah matang dan siap dikeluarkan.

Oogenesis

Istilah oogenesis yang artinya penciptaan ovum (sel telur) merupakan proses dari bentuk betina gametogenesis yang setara dengan jantan yakni spermatogenesis. Atau bisa juga dikatakan sebagai proses pembentukan sel telur pada wanita. Oogenesis yang berlangsung melibatkan pengembangan berbagai tahap reproduksi telur sel betina yang belum matang. Adapun prosesnya, yaitu:

  1. Dimulai pada tahap embrio awal dan menyelesaikannya setelah pubertas. Produksi sel telur memiliki pola siklik dan biasanya terjadi sekali dalam sebulan.
  2. Oogenesis dimulai dari Oogonium diploid dalam ovarium.
  3. Oosit primer dihasilkan dari oogonium oleh mitosis selama tahap awal perkembangan embrio.
  4. Setelah pubertas, oosit primer ini mulai mengkonversi ke oosit sekunder yang haploid selama meiosis-I.
  5. Kemudian selama meiosis-II, oosit sekunder mengkonversi ke ovum yang juga haploid.
  6. Selama kedua masa tersebut berlangsung (meiosis I dan II), sitoplasma akan membagi secara tidak merata dan menghasilkan 2 sel berukuran tidak sama.
  7. Sel yang lebih besar menjadi sel telur sementara yang lebih kecil menjadi badan kutub.
  8. Oosit sekunder dilepaskan dari ovarium pada ovulasi.

Perbedaan antara Spermatogenesis dan Oogenesis

Berdasarkan uraian di atas, berikut ini beberapa perbedaan antara spermatogenesis dan oogenesis:

  1. Spermatogenesis adalah produksi sel sperma pada laki-laki, sedangkan oogenesis adalah produksi ovum pada wanita.
  2. Pada vertebrata, Spermatogenesis terjadi pada testis pria, sedangkan oogenesis terjadi di ovarium perempuan.
  3. Spermatogenesis dimulai dari spermatosit primer sementara oogenesis dimulai dari oosit primer.
  4. Spermatogenesis menghasilkan empat spermatozoa fungsional dari spermatosit primer. Sebaliknya, oogenesis menghasilkan ovum tunggal dan tiga badan polar dari oosit primer.
  5. Pada spermatogenesis, hasil sitokinesis dalam dua sel berukuran sama sementara, pada oogenesis, itu menghasilkan dua sel yang sangat tidak setara.
  6. sel sperma tidak mengandung makanan, seperti ovum (sel telur).
  7. Sel-sel sperma yang jauh lebih kecil dari telur.
  8. Sel-sel sperma yang motil, sedangkan ovum adalah immotile.
  9. Spermatogenesis selesai sementara itu di dalam testis. Sebaliknya, divisi pematangan sekunder dalam oogenesis terjadi di luar ovarium (terjadi pada saluran telur).
  10. Spermatogenesis dimulai pada masa pubertas, sedangkan oogenesis dimulai bahkan sebelum kelahiran, pada tahap perkembangan embrio.
  11. Spermatogenesis menghasilkan miliaran sel sperma pada satu waktu, sedangkan hasil oogenesis hanya satu ovum per bulan.
  12. Spermatogenesis melibatkan fase pertumbuhan pendek sementara oogenesis melibatkan fase yang panjang.
  13. Spermatogenesis terjadi terus menerus setelah pubertas, sedangkan oogenesis terjadi dalam pola siklik.