Makna Propoganda

Posted on

DETALOG.COM – Propaganda adalah rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang. Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya.

Propaganda kadang menyampaikan pesan yang benar, namun seringkali menyesatkan dimana umumnya isi propaganda hanya menyampaikan fakta-fakta pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu, atau lebih menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional. Tujuannya adalah untuk mengubah pikiran kognitif narasi subjek dalam kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu.
Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda.

Sebagai komunikasi satu ke banyak orang (one-to-many), propaganda memisahkan komunikator dari komunikannya. Namun menurut Ellul, komunikator dalam propaganda sebenarnya merupakan wakil dari organisasi yang berusaha melakukan pengontrolan terhadap masyarakat komunikannya. Sehingga dapat disimpulkan, komunikator dalam propaganda adalah seorang yang ahli dalam teknik penguasaan atau kontrol sosial. Dengan berbagai macam teknis, setiap penguasa negara atau yang bercita-cita menjadi penguasa negara harus mempergunakan propaganda sebagai suatu mekanisme alat kontrol sosial.

KOMPONEN PROPOGANDA

• Pihak yang menyebarkan pesan, berupa komunikator, atau orang yang dilembagakan/lembaga yang menyampaikan pesan dengan isi dan tujuan tertentu.
• Komunikan atau target penerima pesan yang diharapkan menerima pesan dan kemudian melakukan sesuatu sesuai pola yang ditentukan oleh komunikator.
• Pesan tertentu yang telah dirumuskan sedemikian rupa agar mencapai tujuannya dengan efektif.
• Sarana atau medium yang tepat dan sesuai atau serasi dengan situasi dari komunikan.
• Kebijaksanaan atau politik propaganda yang menentukan isi dan tujuan yang hendak dicapai.
• Dilakukan secara terus menerus.
• Terdapat proses penyampaian gagasan, ide/kepercayaan, atau doktrin.
• Mempunyai tujuan untuk mengubah opini, sikap, dan perilaku individu/kelompok, dengan teknik-teknik memengaruhi.
• Kondisi dan situasi yang memungkinkan dilakukannya kegiatan propaganda yang bersangkutan.
• Menggunakan cara sistematis prosedural dan perencanaan.
• Dirancang sebagai sebuah program dengan tujuan yang kongkrit untuk memengaruhi dan mendorong komunikan melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginan atau pola yang ditentukan oleh komunikator.

HUBUNGAN ANTARA IKLAN, HUMAS, DAN PROPOGANDA

Dalam bidang periklanan atau kehumasan untuk tujuan komersial, bisa jadi sesuatu itu bukan murni propaganda, namun dapat mengandung elemen propaganda saat pesan bertujuan untuk menyesatkan penerima pesan dengan menyembunyikan:
• Sumber informasi
• Tujuan informan
• Sisi lain cerita (hanya satu pihak)
• Konsekuensi saat pesan ini diadopsi.

BENTUK-BENTUK PROPOGANDA

Propaganda Internasional Melalui Media Massa Swasta
Dalam masa damai ini, propaganda yang dijalankan memiliki pola lebih halus. Pemerintah negara-negara besar lazim mendirikan perpustakaan, menyelenggarakan seminar, diskusi, acara budaya, pertukaran siswa di negara lain aktivitas-aktivitas yang pada dasarnya berfungsi mempengaruhi publik luar negeri mendukung negara besar tersebut. Hampir setiap negara juga menyelenggarakan stasiun radio gelombang pendek untuk menjalankan propaganda internasional mereka.

Namun, seperti terlihat dalam kasus AS, ‘peperangan informasi’ itu tak hanya dijalankan sepenuhnya oleh organ-organ pemerintah, namun juga didukung oleh inisiatif-inisiatif non-pemerintah, serta melalui media massa swasta yang baik secara terencana atau tidak terencana mendukung kebijakan pemerintah tersebut.
Propaganda internasional AS melalui media massa swasta mengambil dua bentuk. Pertama, pelibatan media massa melalui penanaman jurnalis dan artikel ke dalam media tersebut. Dalam hal ini seringkali media massa tak menyadari bahwa mereka ‘disusupi’ untuk dimanfaatkan bagi kepentingan propaganda pemerintah. Yang kedua, pelibatan-pelibatan media massa melalui persetujuan media massa itu sendiri. Dalam hal ini, dukungan media massa itu terkait dengan lima kondisi:
1. besaran, kepemilikan, dan orientasi keuntungan Media Massa;
2. pengaruh periklanan;
3. kebutuhan akan narasumber pemerintah;
4. tekanan tidak formal ; serta
5. adanya ideologi antikomunisme.

Zaman propaganda dalam histori sekilas pada Hitler tadi, jika dibandingkan dengan kenyataan yang ada sekarang, telah banyak berubah. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan saat ini juga masih terdapat propaganda yang seperti dilakkukan Hitler pada saat itu. Diantaranya: Propaganda Amerika Serikat terhadap Irak dan Palestina.