Mengapa Iklim Diklasifikasikan Berdasarkan Garis Lintang Bukan Garis Bujur?

Posted on

DETALOG.COM – Indonesia memiliki 2 jenis iklim, yaitu kemarau dan hujan. Bagaimana dengan negara lain? Karena perbedaan letak geografis maka di negara lain juga memiliki iklim tersendiri yang tidak dimiliki Indonesia atau sebaliknya.

Pengertian Iklim

Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu wilayah dalam jangka waktu yang relatif lama.

Selain itu, ada juga pengertian lain dari iklim yaitu :

– Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara statistik cukup dapat dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda dengan keadaan pada setiap saatny (World Climate Conference, 1979).
– Kondep abstrak yang menyatakan kebiaasan cuaca dan unsur-unsur atmosfer di suatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. Trewartha, 1980).
– Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer, antara lain suhu, tekanan, angin kelembaban, yang terjadi di suatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gibbs, 1978).

Sifat-Sifat Iklim

Adapun sifat-sifat iklim diantaranya ialah:

1. Berlaku untuk waktu yang lama
2. Meliputi daerah yang luas
3. Merupakan hasil rata-rata cuaca, bukan merupakan pencatatan baru

Unsur-Unsur Iklim

Setelah mengetahui pengertian dan sifat-sifat iklim, yuk kita intip apa saja yang menjadi unsur-unsur iklim?

1. Suhu udara

Suhu udara adalah derajat panas atau dinginnya udara. Suhu ini sangat berpengaruh terhadap terjadinya penguapan. Pemanasan oleh sinar matahari menyebabkan naiknya suhu di muka bumi. Pemenasan ini menyebabkan udara mengembang dan naik keatas. Oleh karena itu terjadilah pengurangan kerapatan udara, sehingga tekanan udara menjadi rendah. Alat untuk mengukur suhu udara adalah termometer

2. Penyinaran matahari

Matahari merupakan pengatur iklim di bumi yang sangat penting dan menjadi sumber energi utama di bumi. Energi matahari dipancarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Penyinaran Matahari ke Bumi dipengaruhi oleh kondisi awan dan perbedaan sudut datang sinar matahari.

3. Kelembapan udara (humidity)

Dalam udara terdapat air yang terjadi karena penguapan. Makin tinggi suhu udara, makin banyak uap air yang dikandungnya. Hal ini berarti, makin lembablah udara tersebut. Jadi, Humidity adalah banyaknya uap air yang dikandung oleh udara. Alat pengukurnya adalah higrometer.

4.Per-Awanan

Awan merupakan massa dari butir-butir kecil air yang larut di lapisan atmosfer bagian bawah. Awan dapat menunjukkan kondisi cuaca.

5.Curah hujan

Curah hujan adalah jumlah hujan yang jatuh di suatu daerah selama waktu tertentu. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut penakar hujan (Rain Gauge).

6. Angin

Angin adalah udara yang berggerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh adanya perbedaan suhu udara. Bila suhu udara tinggi, berarti tekanannya rendah dan sebaliknya. Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin disebut anemometer.
Pembagian Iklim

Setiap negara memiliki beberapa jenis iklim yang berbeda. Untuk mengetahui pembagian iklim tersebut, maka digunakan pembagian iklim berdasarkan garis lintang. Alasan sangat sederhana, dipilihnya garis lintang untuk pembagian iklim karena penentuannya yang lebih mudah daripada garis bujur.

Iklim Matahari

Iklim matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Pembagian daerah iklim matahari didasarkan pada letak lintang.

a. Daerah Iklim Tropis: 0 derajat LU-23,5 derajat LU dan 0 derajat LS-23,5 derajat LS

b. Daerah Iklim Sedang: 23,5 derajat LU-66,5 derajat Lu dan 23,5 derajat LS-90 derajat LS

c. Daerah Iklim Dingin: 66,5 derajat LU-90 derajat LU dan 66,5 derajat LS-90 derajat LS

Iklim Fisis

Iklim fisis adalah iklim yang dipengaruhi alam sekitar. Misalnya, daratan, lautan, pegunungan , dataran rendah, dataran tinggi, angin, laut, maupun letak geografis.

Iklim Musim

Letak geografis indonesia yang diapit oleh Benua Asia di sebelah utara dan Benua Australia di sebelah selatan, menyebabkan di indonesia terdapat Iklim musim. Iklim musim ini erat kaitannya dengan pola angin musim di Indonesia. Pada bulan April-Oktober, ketika bertiup angin musim timur, terjadi musim kemarau. Sebaliknya ketika bertiup angin musim barat, terjadi musim penghujan.

Iklim Menurut Junghuhn

Junghuhn (bangsa Jerman) membuat klasifikasi iklim berdasarkan ketinggian tempat dan jenis tumbuhan yang cocok di suatu daerah. Penelitiannya dilakukan di pulau Jawa.

Iklim Koppen

Koppen mengadakan pembagian daerah iklim berdasarkan temperaturn dan hujan. Menurut keadaan temperatur dan curah hujannya, permukaan dibagi menjadi bebberapa daerah iklim.