Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Lestari

Posted on

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam. Sumber daya alam digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraannya. Manusia dengan akal pikirannya dan usahanya mampu memanfaatkan bahan yang disediakan alam disekitar.oleh karena itu, alam kita harus lestarikan. kerusakan alam mengakibatkan bencana bagi kita semua.

A. Sumber Daya Alam berdasarkan Jenisnya
Berdasarkan jenisnya, sumber daya alam terdiri atas sumber daya alam hayati dan sumber daya alam nonhayati. Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari tumbuhan. Sedangkan sumber daya alam nonhayati adalah sumber daya alam yang bukan berasal dari makhluk hidup.

1. Benda yang Berasal dari Tumbuhan
Seluruh bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji memberi banyak kegunaan. Bagian-bagian tumbuhan itu banyak yang dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Setelah mengalami pengolahan, bagian tumbuhan dapat dibuat menjadi berbagai macam benda.

a. Bahan Pangan
Berbagai makanan berasal dari tumbuhan. Nasi dibuat dari beras. Beras berasal dari padi. Roti dibuat dari terigu, terigu berasal dari biji gandum. Kecap, tahu, dan tempe berasal dari keledai. Cokelat berasal dari biji cokelat. Permen dibuat dari gula, gula berasal dari tebu. Agar-agar berasal dari rumput laut. Minyak goreng berasal dari kelapa sawit dan jagung.

b. Bahan Sandang
Kain katun terbuat dari serat kapas. Serat kpas berasal dari buah kapas. Berbagai kasur, bantal, dan guling diisi dengan kapuk. Kapuk berasal dari buah kapuk.

c. Peralatan Rumah Tangga
Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan untuk membuat peralatan rumah tangga adalah kayu. Kayu dipotong dan dihaluskan menjadi balok dan papan. Balok dan papan digunakan untuk membuat kusen, tiang, pintu, meja, kursi, lemari, dan patung. Kertas juga terbuat dari kayu. Selain kayu, bagian tumbuhan yang banyak dimanfaatkan adalah batang bambu dan rotan. Bambu dan rotan dimanfaatkan untuk membuat meja, kursi, dan lemari.

d. Produk Kesehatan dan Perawatan Tubuh.
Obat tradisional disebut juga jamu. Jamu dibuat dari berbagai tanaman obat, misalnya kencur, jahe, dan kunyit. Berbagai produk perawatan tubuh menggunakan sari tumbuhan sebagai bahan utamanya.

2. Benda yang Berasal dari Hewan
Hampir semua bagian hewan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Daging, susu, telur, kulit, dan bulu hewan memberi banyak kegunaan. Bagian-bagian tubuh hewan itu banyak dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Setelah mengalami pengolahan, bagian tubuh hewan itu dapat dibuat menjadi berbagai macam benda.

a. Bahan Pangan
Hewan memberikan bahan makanan yang lezat, misalnya daging, susu, telur. Keju merupakan produk olahan susu.daging berasal dari ayam, sapi, kambing, kerbau, dan ikan. Telur berasal dari ayam, bebek, dan burung puyuh. Susu berasal dari sapi dan kambing.

b. Bahan Sandang
Beberapa bahan sandang bermutu tinggi berasal dari hewan. Kain sutera berasal dari serat kepompong ulat sutera. Wol berasal dari serat rambut domba. Kulit sapi, kerbau, ular, dan buaya mempunyai harga yang tinggi. Kulit hewan-hewan itu dapat dibuat menjadi jaket, pelapis sofa, dan jok mobil, sepatu, dan tas.

c. Produk Kesehatan
Berbagai bagian tertentu hewan dipercaya merupakan obat mujarab. Ada yang memanfaatkan bisa ular sebagai obat. Ada pula yang percaya bahwa susu kuda liar dapat membuat tubuh kuat. Dagiang biawak diolah sebagai obat penyakit kulit.

B. Prinsip Lestari Pengelolaan Sumber Daya Alam

Sumber daya alam dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidup. Lestari disini adalah merupakan upaya pengelolaan sumber daya alam beserta ekosistemnya dengan tujuan mempertahankan sifat dan bentuknya.

Dengan demikian, sumber daya alam harus senantiasa dikelola secara seimbang untuk menjamin keberlanjutan pembangunan nasional. Penerapan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan diseluruh sektor dan wilayah, menjadi prasyarat utama untuk diinternalisasikan kedalam kebijakan dan peraturan perundangan, terutama dalam mendorong investasi pembangunan jangka menengah. Prinsip-prinsip tersebut, saling bersinergis dan melengkapi dengan pengembangan tata pemerintahan yang baik berdasarkan pada asas partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas yang mendorong upaya perbaikan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.