Contoh Sikap dan Perilaku yang Mencerminkan Komitmen Persatuan dalam Keluarga

Posted on

DETALOG.COM – Keluarga merupakan suatu unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan, dan masing-masing masih memiliki hubungan darah. Jadi, dapat juga dikatakan bahwa keluarga merupakan suatu kelompok sosial yang terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, serta tanggung jawab di antara individu tersebut.

Menurut pendapat salah satu ahli, yaitu Salvicion and Celis (1998), di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Secara umum, keluarga dapat dikelompokkan ke dalam 3 jenis, yaitu :

  1. Keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak. Keluarga inti atau disebut juga dengan keluarga batih ialah yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Keluarga inti merupakan bagian dari lembaga sosial yang ada pada masyarakat.
  2. Keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak mereka yang terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua.
  3. Keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.

Sebagai suatu unit terkecil dari masyarakat, keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya pastilah memiliki peran, sebab tatanan masyarakat tidak akan berjalan dengan baik dan harmonis tanpa adanya peran dari suatu keluarga. Adapun peran dari suatu keluarga, yaitu :

  1. Ayah sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anaknya, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
  2. Ibu sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, berperan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga, ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
  3. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Agar dapat menjalankan perannya dengan baik, maka suatu keluarga memiliki 8 tugas pokok yang seharusnya dilaksanakan dengan baik. Ke-8 tugas pokok keluarga, yaitu :

  1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
  2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
  3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
  4. Sosialisasi antar anggota keluarga.
  5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
  6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
  7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
  8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Dengan adanya peran dan tugas pokok tersebut, maka diharapkan agar suatu keluarga memiliki suatu komitmen untuk dapat menjaga persatuan dalam keluarganya sebab tanpa adanya komitmen maka persatuan, kesatuan, serta kekompakan dan keharmonisan dalam keluarga akan sulit terwujud. Lalu bagaimana sebaiknya sikap dan perilaku yang mencerminkan komitmen persatuan dalam keluarga?

Berikut ini contoh sikap dan perilaku yang mencerminkan komitmen persatuan dalam keluarga :

  • Saling mencintai antar sesama anggota keluarga
  • Saling menghormati antar sesama anggota keluarga
  • Saling bersikap terbuka dan jujur antar anggota keluarga
  • Saling menjaga perasaan dan suasana dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga sehingga akan tercipta saling pengertian satu sama lain dalam upaya menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga
  • Mengakui keberadaan dan fungsi tiap-tiap anggota keluarga
  • Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa salira antar sesama anggota keluarga
  • Menjalankan kewajiban sebagai anggota keluarga dengan tulus dan ikhlas
  • Bekerja sama dalam mengurus kebutuhan rumah tangga
  • Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya
  • Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di antara anggota keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian pada anggota keluarga

Dengan beberapa contoh pengembangan sikap dan perilaku seperti diatas maka kehidupan keluarga diharapkan dapat berlangsung secara harmonis dan bila keluarga harmonis maka masyarakat juga harmonis dan selanjutnya bangsa dan negara dapat berkembang secara harmonis dan dengan sendirinya persatuan dan kesatuan dapat terwujud sebaik-baiknya.