Keterikatan Manusia dengan Kondisi Geografis

Posted on

DETALOG.COM – Setiap negara yang ada di bumi ini secara umum memiliki 2 bentuk keragaman muka bumi atau kondisi geografis berupa daratan dan perairan. Daratan berupa dataran tinggi dan dataran rendah, sedangkan perairan berupa lautan dan segala yang mengandung air (danau, sungai, dan lainnya).

Hal ini juga berlaku untuk Indonesia. Sebagai sebuah negara kepulauan, Indonesia juga memiliki keragaman bentuk muka bumi berupa daratan dan perairan. Kondisi geografis  yang beragam itu juga ternyata memiliki keterikatan yang erat hubungannya dengan aktivitas manusia yang menetap pada suatu wilayah tersebut.

Jadi, aktivitas penduduk di suatu wilayah sebenarnya memang sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis terutama kondisi fisiknya. Kondisi geografis fisik tersebut meliputi kondisi iklim, topografi, jenis dan kualitas tanah, serta kondisi perairan. Kondisi daratan dengan segala kenampakannya merupakan tempat tinggal manusia dengan segala aktivitasnya. Mulai dari ketinggian paling rendah yang terletak di pantai sampai daerah puncak gunung.

Secara umum, keterikatan aktivitas manusia yang terkait dengan kondisi geografis dapat diketahui dari corak kehidupan penduduknya, yaitu:

  • Corak kehidupan di daerah pantai. Penduduk umumnya bekerja sebagai nelayan, penjual jasa wisata, sektor perikanan dan perkebunan kelapa.
  • Corak kehidupan di daerah dataran rendah. Penduduk biasanya bekerja pada sektor pertanian, ladang dan bentuk pertanian lain. Selain itu sektor-sektor lain biasanya lebih cepat berkembang seperti transportasi, industri, dan perdagangan.
  • Corak kehidupan daerah dataran tinggi. Penduduk di daerah ini umumnya bekerja dalam sektor pertanian terutama perladangan.
  • Corak kehidupan daerah pegunungan. Penduduk di daerah ini umumnya bekerja dalam sektor pertanian, ladang dan buruh perkebunan.

Aktivitas Penduduk di Wilayah Pantai

Penduduk yang bertempat tinggal di wilayah pantai tidak selalu bermata pencaharian sebagai nelayan. Hal ini tergantung pada kondisi pantainya. Jika pantai di wilayahnya curam dan terjal, tentu saja mereka akan mencari jalan lain, misalnya sebagai petani atau pencari sarang burung walet, karena pada pantai yang tebingnya terjal akan menyulitkan jika dipakai sebagai pelabuhan ikan.

Tetapi, jika pantainya landai maka bisa dipastikan jika sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah sebagai nelayan penangkap ikan, karena pantai yang landai maka gelombang laut tidak terlalu besar, dan baik dijadikan sebagai dermaga tempat berlabuhnya perahu maupun kapal-kapal motor milik para nelayan.

Selain itu, wilayah pantai yang indah juga sering dijadikan pula sebagai tempat wisata yang akhirnya membuat penduduk yang bermukim di wilayah pantai tersebut akan memanfaatkannya dengan hal-hal yang berkaitan dengan pariwisata, misalnya saja menyewakan rumah atau penginapan, berjualan, serta jasa pariwisata lainnya.

Aktivitas Penduduk di Wilayah Dataran Rendah

Pada umumnya, dataran rendah merupakan wilayah yang menjadi wilayah konsentrasi pemukiman penduduk. Aktivitas penduduk yang menempati wilayah inipun cukup beragam, mulai dari pertanian, perikanan dan tambak, serta perkebunan. Hal ini memungkinkan sebab ditunjang pula oleh ketersediaan air yang cukup serta kondisi iklim yang mendukung.

Selain itu, bidang industri dan jasa di dataran rendah dapat berkembang secara optimal, hal ini bisa terjadi karena ditunjang oleh sarana dan prasarana berupa transportasi jalan raya dan jalan kereta api, pusat pertokoan dan perdagangan, serta fasilitas pendidikan yang baik.

Aktivitas Penduduk di Wilayah Dataran Tinggi

Dataran tinggi yang beriklim sejuk yang biasanya berada di kaki gunung memungkinkan penduduk yang menetap di wilayah tersebut melakukan aktivitas budidaya pertanian di lahan kering. Mereka biasanya membuat ladang pertanian dengan melakukan budidaya pertanian berupa holtikultura tanaman seperti sayur-sayuran, buah-buahan, serta tanaman hias.

Aktivitas Penduduk di Wilayah Pegunungan

Wilayah pegunungan biasanya merupakan sebuah areal hutan. Oleh karena itu penduduk yang menetap di wilayah ini biasanya akan melakukan aktivitas berupa budidaya perkebunan seperti kina, karet, dan teh. Sebagian dari penduduk itu ada yang bekerja sebagai buruh perkebunan.


Dari uraian di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa ada keterikatan yang erat antara manusia dengan kondisi geografis, dalam hal ini keterikatannya berupa aktivitas yang dilakukan manusia berdasarkan kondisi geografis. Kondisi geografis ini bersifat alamiah dan pada dasarnya memiliki hubungan timbal balik. Hubungan inilah yang mengakibatkan manusia memiliki karakteristik berbeda-beda disetiap wilayahnya.