Persamaan dan Perbedaan Antara Lempeng Benua dan Lempeng Samudra

Posted on

DETALOG.COM – Di dasar bumi, kerak bumi selalu bergerak sedikit demi sedikit dalam kurun waktu yang sangat lama. Karena pergerakan tersebut, lapisan bumi paling luar (litosfer) terpecah menjadi sekitar 100 km. Permukaan padat ini disebut lempeng. Bagian lempeng bumi yang tinggi disebut benua. Bagian lempeng yang rendah dan tertutup air disebut lautan ataupun samudera.

Lempeng-lempeng tadi bergerak di atas mantel bumi sepanjang waktu. Kenapa kita tidak dapat merasakannya, itu karena lempeng-lempeng itu hanya bergerak beberapa sentimeter setiap tahunnya. Arahnya pun saling berbeda-beda satu sama lain. Lempeng terbagi tiga jenis yaitu dua lempeng yang saling mendekat dan bertumbukan (subduction zones), dua lempeng yang saling menjauh (divergent junctions) dan dua lempeng yang bersinggungan (transform fault).

Apa persamaan dan perbedaan lempeng benua dan lempeng samudera? Yuk, simak pembahasannya dalam artikel ini.

Persamaan Lempeng Benua dan Lempang Samudera

Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer.

Pergerakan lempeng tektonik bisa terjadi karena kepadatan relatif litosfer samudera dan karakter astenosfer yang relatif lemah. Pelepasan panas dari mantel telah didapati sebagai sumber asli dari energi yang menggerakkan lempeng tektonik. Pandangan yang disetujui sekarang, meskipun masih cukup diperdebatkan, adalah bahwa kelebihan kepadatan litosfer samudera yang membuatnya menyusup ke bawah di zona subduksi adalah sumber terkuat pergerakan lempengan.

Perbedaan Lempeng Benua dan Lempang Samudera

Lempeng benua merupakan lempeng bumi yang mempunyai sifat asam dengan berat jenis rendah, disusun oleh jenis batuan yang banyak mengandung potassium dan sodium, lempeng benua adalah lempeng yang menopang daratan, lempeng benua lebih tebal, kira – kira 40 km

Lempeng samudera bersifat basa dengan berat jenis yang tinggi, lempeng samudera lebih cenderung mengandung batuan dengan komposisi utama magnesium dan besi, lempeng samudera adalah lempeng yang ada di bawah samudera, lempeng samudera lebih tipis dengan ketebalan kira–kira 10 km.

Perbedaan antara lempeng benua dengan lempeng samudera juga dapat didasarkan pada kepadatan material pembentuknya.

– Lempeng samudera lebih padat daripada kerak benua dikarenakan perbedaan perbandingan jumlah berbagai elemen, khususnya silikon.

– Lempeng benua lebih padat karena komposisinya yang mengandung lebih sedikit silikon dan lebih banyak materi yang berat.

Dalam hal ini, lempeng samudera dikatakan lebih bersifat mafik ketimbang felsik. Maka, lempeng samudera umumnya berada di bawah permukaan laut seperti sebagian besar Lempeng Pasifik, sedangkan lempeng benua timbul ke atas permukaan laut, mengikuti sebuah prinsip yang dikenal dengan isostasi.

Gerakan dan Interaksi Lempeng

Gerakan–gerakan dan interaksi lempeng serta sifatnya:

– Divergen

Divergen adalah batas dua litosfer samudra bergerak terpisah dan litosfer samudra baru terbentuk oleh magma. Batas divergen atau batas lempeng divergen merupakan ciri linear yang ada di antara dua lempeng tektonik yang saling menjauh. Batas divergen di benua biasanya menghasilkan celah yang kemudian menjadi lembah celah. Sebagian besar batas lempeng divergen yang aktif ada di lempeng samudra dan menghasilkan punggung tengah samudra. Batas divergen juga menghasilkan kepulauan vulkanik yang muncul saat lempeng menjauh sehingga menghasilkan celah yang kemudian diisi oleh lava. Selama jutaan tahun, lempeng tektonik mungkin telah bergerak sejauh ratusan kilometer. Akibatnya, batuan yang letaknya paling dekat dengan batas divergen biasanya lebih muda daripada batuan yang lebih jauh.

– Batas Konvergen

Konvergen adalah batas litosfer dikonsumsi dibawah mantel, terjadi zona subduksi (zona penujaman). Dalam tektonika lempeng, batas konvergen atau batas lempeng destruktif (karena subduksi) adalah wilayah tempat lempeng-lempeng bertumbukkan satu sama lain. Akibatnya, ada banyak gempa bumi dan gunung berapi di dekat batas konvergen. Saat dua lempeng bertumbukkan satu sama lain, zona subduksi atau tumbukan kontinental terbentuk. Hasilnya tergantung kepada sifat lempeng yang saling bertumbukkan. Di zona subduksi, lempeng yang bersubduksi, yang biasanya merupakan lempeng oseanik, bergerak di atas lempeng lain, yang bisa bersifat oseanik maupun kontinental. Sementara itu, dalam tumbukan antara dua lempeng kontinental, pegunungan besar seperti Himalaya terbentuk.

– Batas Transform

Transform adalah batas lempeng saling bergerak menyamping sepanjang trancurrent fault/transform fault. Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di sisi yang berlawanan dengan pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di sisi yang berlawanan dengan pengamat). Bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Contoh sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas di California.

Berikut merupakan nama–nama lempeng yang ada di bumi:

Lempeng Afrika, Lempeng Antartika, Lempeng Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Amerika Utara, Lempeng Amerika Selatan, Lempeng Pasifik, Lempeng India, Lempeng Arabia, Lempeng Karibia, Lempeng Juan de Fuca, Lempeng Cocos, Lempeng Nazca, Lempeng Filipina, Lempeng Scotia, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Sunda, Lempeng Penjelajah, Lempeng Burma, Lempeng Yangtze