Bagian-bagian Kembang Sepatu dan Fungsinya

DETALOG.COM – Bunga kembang sepatu yang menjadi bunga nasional Malaysia sejak 28 Juli 1960, merupakan bunga dari suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Pada umumnya, bunga kembang sepatu berwarna merah dan tidak berbau. Seiring dengan pembudidayaannya, bunga kembang sepatu dapat ditemukan dalam varian yang beragam, mulai dari yang berupa bunga tunggal dengan daun mahkota selapis, atau yang berupa bunga ganda dengan dauh mahkota berlapis. Warnanya pun bervariasi, mulai dari putih, kuning, orange, merah tua, serta merah jambu.

DESKRIPSI ILMIAH KEMBANG SEPATU

  • Kerajaan : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Malvales
  • Famili : Malvaceae
  • Genus : Hibiscus
  • Spesies : Hibiscus Rosa-sinensis L.

BAGIAN-BAGIAN KEMBANG SEPATU DAN FUNGSINYA

Bunga kembang sepatu terdiri dari 2 bagian, yaitu:

1) Bagian Steril

Bagian steril terdiri dari:

  1. Ibu tangkai bunga (pedunculus) : merupakan  aksis perbungaan sebagai lanjutan dari batang atau cabang.
  2. Tangkai bunga (pedicellus) : merupakan cabang terakhir yang mendukung bunga.
  3. Dasar bunga (receptacle) : merupakan ujung tangkai bunga sebagai tempat bertumpunya bagian-bagian bunga yang lain (batang).
  4. Daun pelindung (brachtea) : merupakan daun terakhir yang di ketiaknya tumbuh bunga.
  5. Daun tangkai (brachteola) : merupakan daun pelindung yang letaknya di pangkal tangkai bunga.
  6. Perhiasan bunga, terdiri dari:
  • Daun kelopak (sepal) : merupakan daun perhiasan bunga yang paling pangkal, umumnya berwarna hijau dan berkelompok membentuk kelopak bunga (calyx).
  • daun mahkota (petal) : merupakan daun perhiasan bunga yang berwarna-warni. Daun mahkota ini berkelompok membentuk mahkota bunga (corolla).

Secara anatomi, daun kelopak dan daun mahkota bunga kembang sepatu memiliki struktur sama, yaitu terdapat banyak sel parenkimatis, dimana parenkim ini disebut mesofil. Parenkim terletak di antara bagian epidermis bawah dan atas.

Daun kelopak biasanya memiliki struktur sederhana, dimana di bagian luarnya dilapisi oleh stomata, kutin, dan trikomata. Sel-sel daun kelopak juga mengandung zat hijau daun (klorofil).

Sementara itu, sel-sel daun mahkota bunga kembang sepatu mempunyai banyak berkas jaringan pengangkut yang ukurannya kecil. Daun mahkota ini memiliki epidermis yang berbentuk khusus berupa tonjolan yang disebut papila yang dilapisi kutikula.

2) Bagian Fertil

Bagian fertil terdiri dari:

  1. Mikrosporofil berupa benang sari (stamen) yang terdiri dari kepala sari (anthera) yang berisi serbuk sari (polen), tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari.
  2. Makrosporofil berupa daun buah (carpell) yang terdiri dari bakal biji (ovalum) dan secara kolektif membentuk putik (pistillum) yang akan menjulur ke luar dari dasar bunga.

Putik dan benang sari pada bunga kembang sepatu memiliki struktur yang sangat berbeda. Secara umum, benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Tangkai sari tersusun oleh jaringan dasar berupa banyak sel parenkimatis yang memiliki vakuola yang tak beruang antar sel. Pada epidermis tangkai sari terdapat trikomata, kutikula, dan stomata. Kepala sari mempunyai struktur yang kompleks, terdiri atas dinding yang berlapis, dan di bagian paling dalam terdapat ruang sari (lokulus) yang berisi butir-butir serbuk sari. Jumlah lapisan dinding kepala sari untuk setiap jenis tumbuhan berbeda.