Deskripsi Sejarah Suling

Posted on

DETALOG.COM – Suling adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu. Suara suling berciri lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik. Seiring perkembangan zaman, suling pun mulai dibuat lebih modern dengan membuatnya dari bahan selain bambu, seperti nikel – perak, logam – perak, perak, emas, atau campuran perak – emas.

DESKRIPSI SEJARAH SULING

Berdasarkan catatan sejarah, suling atau seruling merupakan alat musik tertua di dunia. Suling pertama kali dimainkan oleh manusia Neanderthal, yaitu manusia dari genus Homo yang hidup di zaman Pleistosen. Konon manusia Neanderthal adalah manusia yang muncul secara tiba-tiba sekitar 100.000 tahun yang lalu di Eropa dan ras ini bisa jadi menghilang karena berasimilasi dan bercampur dengan ras yang lain, atau menjadi punah karena sesuatu hal yang belum diketahui.

Satu-satunya perbedaan mereka dengan manusia modern adalah rangka tubuh mereka yang lebih tegap dan volume otaknya yang sedikit lebih besar. Penemuan ilmiah menunjukkan bahwa manusia Neanderthal merupakan ras manusia yang tidak berbeda dari manusia modern dalam hal kecerdasan dan keterampilan. Apalagi dengan ditemukannya suling di zaman mereka, menunjukkan bahwa manusia Neanderthal telah berperadaban.

Sebuah penelitian telah menemukan sebuah suling Neanderthal berumur 40,000 tahun yang terbuat dari tulang. Menurut perhitungan, lubang pada tulang tersebut dibuat untuk menghasilkan nada yang tepat. Dengan kata lain, ini adalah alat musik yang dibuat secara ahli. Dari penemuan suling inilah yang akhirnya dijadikan referensi dalam membuat suling-suling selanjutnya yang lebih baik kualitasnya.

Secara umum, suling dibuat dalam bentuk kolom udara terbuka dengan panjang silinder sekitar 66 cm dan memiliki serangkaian 16 bukaan pada dinding tabung, dimana 11 bukaan dapat ditutup langsung oleh 7 jari dan 1 bukaan oleh ibu jari kiri. Selain itu, suling biasanya dapat dibongkat menjadi 3 bagian, yaitu: kepala sendi, sendi tengah, dan sendi kaki. Untuk memainkannya, hanya perlu dipegang dan ditiup dalam posisi horizontal dengan kemiringan sedikit ke bawah.

Suling merupakan alat musik tiup yang sudah dikenal banyak orang karena harganya  yang relatif murah dibandingkan alat musik lain dan merupakan alat musik yang dekat dengan alam. Secara tradisional dan sederhana, suling mudah dibuat. Hanya memerlukan sebatang kayu dan tidak memerlukan teknologi canggih untuk membuatnya. Suling mampu menghasilkan bunyi kasar, melengking atau seperti suara siulan. Sumber bunyi suling  berada di bagian tak  jauh dari puncak kepala. Di situ terdapat lubang tiupan kira-kira sebesar ujung jari. Suara diproduksi ketika ditiup dalam posisi melintang. Udara yang ditiupkan masuk ke dalam tabung, mengalir dan membentur sepanjang dinding tabung yang berfungsi sebagai resonator. Keras lembutnya hembusan akan menghasilkan frekuensi nada yang berbeda-beda, tinggi atau rendah.

Nada suling  umumnya dimulai dari nada do, di, re, ri ,mi, fa, fi, sol, sel, la, li, si, dan do, terus melengking menuju ke oktaf berikutnya hingga mencapai 3 oktaf lebih. Dengan jangkauan wilayah nada yang sedemikan banyak serta adanya fasilitas untuk nada-nada kromatik, maka suling dapat melayani berbagai nada dasar. Dalam hal ini, suling mampu mengiringi penyanyi bersuara berat dan rendah maupun penyanyi bersuara melengking dan tinggi. Suling juga mampu bermain di nada dasar D atau G, dan sebagainya.