Sejarah Kemunculan Tulisan Jawi

DETALOG.COM – Tulisan Jawi atau abjad jawi adalah abjad Arab yang diubah untuk menuliskan kata-kata bahasa Melayu. Penggunaan tulisan ini bisa dilihat dari tulisan resmi di Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Phattani Thailand untuk keperluan religius. Secara etimologi, kata Jawi berasal dari bahasa Arab yang diambil dari kata benda Jawah. Istilah ini kemungkinan berasal dari istilah Jawadwipa yang merupakan nama kuno untuk penyebutan Jawa. Orang Eropa kemudian menamakan istilah kepulauan Melayu dan suku Melayu dengan Jaza’ir Al-Jawi atau Kepulauan Jawa dan suku Jawa.

SEJARAH KEMUNCULAN TULISAN JAWI

Berdasarkan catatan sejarah, kemunculan tulisan Jawi berkaitan langsung dengan kedatangan agama Islam ke Nusantara, dimana  penggunaannya berdasarkan pada tulisan Arab dan digunakan untuk menuliskan kata-kata dalam bahasa Melayu. Dengan demikian, tidak terhindarkan adanya tambahan atau modifikasi beberapa huruf untuk mengakomodasi bunyi yang tidak ada dalam bahasa Arab.

Bukti awal dari tulisan Jawi dapat ditemui di Malaysia dengan adanya Prasasti Trengganu pada 702 Hijriah atau abad ke-14 Masehi. Hal ini terus berlanjut hingga di abad ke-17 Masehi dimana tulisan Jawi menjadi abjad pertama yang digunakan untuk menulis kata-kata bahasa Melayu yang digunakan sejak zaman Kerajaan Pasai hingga zaman Kesultanan Malaka, Kesultanan Johor, Kesultanan Aceh, serta Kesultanan Phattani. Tulisan Jawi merupakan tulisan resmi dari Negeri-negeri Melayu Tidak Bersekutu pada zaman kolonialisme Britania.

Di zaman dahulu, tulisan Jawi memainkan peranan penting dalam masyarakat. Tulisan ini digunakan sebagai media perantara dalam semua urusan tata usaha, adat istiadat, dan perdagangan. Sebagai contoh, tulisan ini digunakan dalam perjanjian-perjanjian penting antara pihak raja Melayu dengan pihak Portugis, Belanda, atau Inggris. Selain itu, pernyataan kemerdekaan 1957 bagi negara Malaysia sebagian juga tertulis dalam tulisan Jawi.

Meskipun begitu, hingga saat ini tulisan Jawi banyak digunakan untuk urusan kerohanian dan tata usaha budaya Melayu di wilayah Trengganu, Kelantan, Kedah, Perlis, dan Johor Malaysia. Orang-orang Melayu di Phattani Thailand juga masih menggunakan tulisan Jawi hingga saat ini.

Pelajaran Menarik Lainnya: