Nilai-Nilai Penting dalam Pra Aksara

Posted on

DETALOG.COM – Masa Pra Aksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Pra Aksara berasal dari dua kata, yaitu pra yang artinya sebelum dan aksara yang berarti tulisan. Pra Aksara disebut juga nirleka, nir berarti tanpa dan leka berarti tulisan.

Kurun waktu masa Pra Aksara diawali sejak manusia ada pada kala Pleistosen, yaitu sekitar 3.000.000 sampai 10.000 tahun yang lalu, dan berakhir ketika manusia mengenal tulisan (masa sejarah). Dengan demikian, batas antara masa Pra Aksara dengan masa Sejarah adalah mulai dikenalnya tulisan.

Dengan tidak adanya peninggalan tertulis, maka sumber untuk mengungkap keberadaannya ialah berupa peninggalan-peninggalan antara lain fosil, artefak.

– Fosil, merupakan sisa sisa makhluk hidup yang telah membatu karena tertimbun dalam tanah selama berjuta tahun. Fosil bisa berupa kerangka manusia, hewan ataupun tumbuh tumbuhan.
– Artefak, merupakan benda benda perlengkapan hidup manusia purba yang masih tersisa, seperti: dolmen, kjoken modinger, kapak perunggu, kapak batu dll.

Perkembangan corak kehidupan manusia purba dibagi menjadi 4 tahap, yaitu:

1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana

– Nomaden (berpindah-pindah)
– Kebutuhan hidup tergantung pada alam

2. Masa Berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjutan

– Bertempat tinggal di gua-gua (setengah menetap)
– Sudah mengenal api
– Sudah mengenal bertanam sederhana

3. Masa bercocok tanam

– Sudah mampu mengatur dan memanfaatkan sumber daya alam
– Sudah mampu menghasilkan makanan sendiri
– Sudah mulai hidup menetap
– Sudah mengenal sistem gotong royong

4. Masa Perundagian

– Manusia terbagi dalam kelompok-kelompok yang memiliki ketrampilan
– Manusia membangun tempat pemujaan dari batu-batu besar.

Pembabakan masa Pra Aksara berdasarkan peninggalan arkeologi. Zaman Pleistosen berakhir 10.000 tahun Sebelum Masehi, kemudian diikuti oleh datangnya zaman aluvium atau zaman holosin yang masih berlangsung hingga sekarang.

Dari zaman ini muncullah nenek moyang manusia sekarang, yaitu spesies homo sapiens atau makhluk cerdas. Masa Pra aksara dapat dibagi berdasarkan pembagian menurut arkeologi (ilmu yang mempelajari hasil-hasil budaya pada masa lampau berupa benda-benda peninggalan dari kebudayaan manusia itu sendiri).

Tradisi dan Nilai Masyarakat Pra Aksara

Tradisi pada masa Pra Aksara diartikan oleh masyarakat sebagai tradisi yang mempertahankan nilai norma, agama, adat istiadat, petuah leluluhur pribahasa, dan kejadian sehari-hari. Menurut J.L.A Brandes dilansir dari laman Sridianti.com, masyarakat indonesia pada masa Pra Aksara telah mimiliki 10 macam kemampuan budaya atau disebut local genius, yaitu:

1. Sistem Macapat
2. Sistem Kemasyarakatan yang Teratur
3. Mengenal Bercocok Tanam
4. Kemampuan berlayar
5. Mengenal pengetahuan astronomi
6. Membuat barang dari logam
7. Mengenal Perdagangan secara sederhanan (barter)
8. Mengenal Seni Membatik dan Menenun
9. Mengenal seni pertunjukan wayang
10. Seni Gamelan