Yang Dimaksud Dekomposisi

DETALOG.COM – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Dekomposisi adalah proses perubahan menjadi bentuk yang lebih sederhana; penguraian. Sementara itu definisi Dekomposisi menurut ilmu alam, dalam hal ini ilmu Kimia, Dekomposisi merupakan salah satu perubahan secara kimia yang membuat objek, biasanya makhluk hidup yang mati dapat mengalami perusakan susunan/struktur yang dilakukan oleh dekomposer (termasuk semut, belatung, bakteri dan jamur). Proses pembusukan oleh dekomposer ini biasanya dapat ditemukan bila ada organisme yang dikubur di dalam tanah.

Kondisi iklim seperti suhu dan kelembaban tanah mempengaruhi aktivitas dekomposer sehingga mempengaruhi tingkat dekomposisi. Artinya, laju dekomposisi lebih cepat saat suhu hangat dan lingkungan lembab, sedangkan saat suhu rendah dan sedikit oksigen, akan memperlambat proses dekomposisi dan menyebabkan penumpukan bahan organik. Oleh karena itu, proses dekomposisi membantu untuk mendaur ulang nutrisi yang diperlukan untuk keberadaan kehidupan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEKOMPOSISI

  1. Iklim. Hal ini menjadi penting karena iklim dapat memperlambat bahkan mempercepat terjadinya proses dekomposisi.
  2. Tipe Penggunaan Lahan. Dimana lahan tersebut berfungsi sebagai sumber bahan organik yang baik bagi lahan tersebut.
  3. Bentuk Lahan. Hal ini membantu dekomposisi pada proses pengumpulan bahan-bahan organik tersebut.
  4. Kegiatan Manusia. Adanya kegiatan manusia ini pun akan sangat berpengaruh pada terjadinya proses dekomposisi.

LANGKAH-LANGKAH DALAM PROSES DEKOMPOSISI

  1. Fragmentasi. Selama proses fragmentasi, detritus dipecah menjadi partikel yang lebih kecil oleh detritivores, yang merupakan organisme yang memakan dan memecah tanaman atau hewan mati sehingga nutrisi penting kembali untuk lingkungan.
  2. Peluluhan. Selama proses peluluhan, nutrisi anorganik yang larut dalam air mengalir ke dalam tanah dan diendapkan sebagai garam.
  3. Katabolisme. Selama proses katabolisme, detritus ini lebih ditindaklanjuti oleh bakteri dan jamur dan terdegradasi menjadi zat anorganik sederhana oleh aksi enzim mereka.
  4. Humidifikasi. Selama proses humidifikasi, detritus akan dikonversi menjadi gelap, dan substansi amorf disebut humus. Humus sangat tahan terhadap tindakan mikroba sehingga memiliki tingkat yang sangat lambat terhadap dekomposisi.
  5. Mineralisasi. Selama proses mineralisasi, mikroba tertentu bertindak atas humus yang menurunkan dan melepaskan nutrisi anorganik ke dalam tanah.

REAKSI DEKOMPOSISI

Reaksi dekomposisi merupakan salah satu jenis reaksi kimia, dimana senyawa tunggal terurai menjadi 2 atau lebih unsur atau senyawa baru. Reaksi ini sering melibatkan sumber energi seperti panas, cahaya, atau listrik yang selain memecah ikatan senyawa.

Contoh:

1) Reaksi dekomposisi yang memecah satu senyawa menjadi 2 unsur:

AZ → A + Z

2) Reaksi dekomposisi yang melibatkan senyawa besar yang sedang dipecah menjadi senyawa yang lebih kecil dari pada yang dipecah sehingga menjadi unsur tunggal. Dalam hal ini, senyawa amonium nitrat yang mudah terurai menjadi dinitrogen monoksida dan air:

NH4NO3 → NO2 + 2H2O

3) Reaksi dekomposisi umum yang dapat menyelamatkan hidup. Dalam hal ini airbag yang ditemukan di kendaraan benar-benar berkembang karena reaksi kimia. Airbag di mobil mengandung butiran sodium azide. Ketika senyawa ini terkena arus listrik kecil maka akan terurai menjadi gas nitrogen dan natrium. Ini berarti bahwa ketika seseorang mengalami kecelakaan mobil, maka sebuah perangkat kecil akan mengirimkan arus listrik untuk butirannya dan sesegera mungkin akan membusuk, serta membuat gas nitrogen lepas dan cukup untuk segera mengisi airbag.

2NaNa3 + Listrik → 2Na + 3N2