Jenis-jenis Buah Kering

DETALOG.COM – Hampir semua orang menyukai buah karena rasanya yang manis dan menyegarkan. Secara Biologi, buah memiliki pengertian sebagai suatu organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Biasanya buah akan membungkus dan melindungi biji. Sementara itu, dalam lingkup pertanian hortikultura, buah tidak terbatas sebagai sesuatu yang terbentuk dari bakal buah melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain.

JENIS-JENIS BUAH KERING

Buah kering disebut juga buah sejati tunggal. Buah ini terbentuk dari 1 bunga dengan 1 bakal buah, yang berisi 1 biji atau lebih. Buah kering dapat dibedakan berdasarkan:

1) Bentuknya:

  1. Buah kering (siccus), dimana bagian luarnya keras dan mengayu, atau seperti kulit yang kering.
  2. Buah berdaging (carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging.

2) Buah yang Tidak Memecah (Indehiscens) 

Buah indehiscens berisi 1 biji sehingga untuk memencarkan bijinya, buah ini tidak perlu memecah. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah:

  1. Buah Padi (Caryopsis) memiliki dinding buah yang tipis dan melekat/menyatu dengan kulit biji. Kulit biji ini kadang-kadang melekat pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Bulir atau buah padi adalah buah sekaligus biji. Bagian buah terletak di sebelah luar, terdiri dari: lemma, palea, dan skutelum. Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron (hanya setebal satu lapis sel), endospermia (tempat penyimpanan cadangan makanan), dan embrio. Contoh: padi-padian (poaceae) dan teki-tekian (cyperaceae).
  2. Buah Kurung (Achenium) memiliki dinding buah yang tipis, berdempetan namun tidak melekat dengan kulit biji. Contoh: bunga Pukul 4 (Mirabilis) dan bunga Matahari.
  3. Buah Keras atau Geluk (Nus) terbentuk dari 2 helai daun buah (carpel) atau lebih; bakal biji lebih dari 1, namun biasanya hanya 1 yang menjadi biji sempurna. Dinding buah keras, kadangkala mengayu, tidak melekat dengan kulit biji. Contoh: buah Sarangan (Castanopsis). Beberapa jenis buah keras, kulitnya mengalami pelebaran sehingga membentuk semacam sayap yang berguna untuk menerbangkan buah ini, dan jika masak akan menjauh dari pohon induknya. Contoh: buah Meranti (Shorea).

3) Buah yang Memecah (Dehiscens)

Pada umumnya buah ini berisi lebih dari 1 biji, sehingga memecahnya buah terkait dengan upaya untuk memencarkan biji, agar tidak berkumpul di suatu tempat. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah:

  1. Buah Berbelah (Schizocarpium) memiliki 2 ruang atau lebih, masing-masing dengan sebutir biji di dalamnya. Jika memecah, ruang-ruang itu terpisah namun bijinya masih terbawa di dalam ruang. Sehingga masing-masing ruang seolah buah kurung yang tersendiri. Contoh: Kemangi (Ocimum) dan beberapa jenis anggota Malvaceae.
  2. Buah Kendaga (Rhegma) memiliki ruang dimana masing-masing ruang terbentuk dari 1 daun buah, namun ruang-ruang itu masing-masing memecah, sehingga bijinya terlempar keluar. Contoh: Para (Hevea) dan Jarak (Ricinus).
  3. Buah Kotak terdiri atas 1 atau beberapa daun buah, berbiji banyak. Buah ini memecah jika masak, namun kulit buah yang pecah sampai lama tidak terlepas dari tangkai buah. Ada beberapa jenis buah kotak, seperti:
  • Buah Kotak Sejati (Capsula) terdiri atas 2 daun buah atau lebih; jumlah ruangannya sesuai dengan jumlah daun buah asalnya. Buah ini membuka dengan bermacam-macam cara. Contoh: Durian (Durio) dan Anggrek (Orchidaceae).
  • Buah Bumbung (Folliculus) berasal dari bakal buah yang terdiri atas 1 daun buah dengan banyak biji. Jika masak, kotak terbelah menurut salah satu kampuhnya, biasanya kampuh perut. Contoh: Widuri (Calotropis) dan Kepuh (Sterculia).
  • Buah Polong (Legumen) terdiri atas 1 daun buah dengan 1 ruangan dan banyak biji; sering pula ruangan ini terpisah-pisah oleh sekat semu. Jika masak, ruangan akan terbuka menurut kedua kampuhnya yang memanjang. Contoh: Polong-polongan (Fabaceae).
  • Buah Lobak (Siliqua) tersusun dari 2 daun buah dengan 1 ruangan yang tersekat oleh sekat semu. Buah terpecah menurut kedua kampuhnya ketika masak, namun ujungnya masih berlekatan. Biji sebentar masih melekat pada sekat semu, yang sebetulnya adalah tembuni, sebelum pada akhirnya terlepas. Contoh: Sawi-sawian (Brassicaceae).