Proses Kehamilan Dalam Islam

Posted on

DETALOG.COM – Jauh sebelum sains modern menemukan proses pembentukan embrio manusia, pada ke-7 M Alquran telah menjelaskan proses pembentukan embrio manusia. Prof Keith L Moore, guru besar Departemen Anatomi dan Biologi Sel Universitas Toronto pun telah membuktikan kebenaran firman Allah SWT itu.

Al-Quran secara gamblang telah menjelaskan proses pembentukan embrio manusia. Alquran telah berbicara tentang pertumbuhan janin di dalam perut ibu fase demi fase, padahal janin dan pertumbuhannya tidaklah terlihat dengan mata kepala dan tidak mungkin juga dijelaskan hanya dengan duga dan kira.

Tempat perkembangbiakan bayi adalah rahim yang merupakan organ reproduksi yang memiliki fungsi utama sebagai tempat perkembangan sebuah janin hingga sang cbayi lahir ke dunia. Proses perkembangan janin di dalam rahim ini biasa disebut dengan masa kehamilan. Keistimewaan rahim dan masa kehamilan sejatinya telah tersirat dalam alquran Surat Al Mursalaat : 21-23 yang artinya

“Kemudian kami letakkkan dia ditempat yang kokoh (rahim). Sampai waktu yang ditentukan. Lalu kami tentukan bentuknya, maka Kami lah sebaik-baiknya yang menentukan ”. (QS Al Mursalaat 21-23)

Rahim dan kehamilan adalah dua hal yang saling terkait. Kesehatan rahim adalah penentu utama dalam kesehatan dan normalitas kehamilan. Jika sebuah rahim tidak dalam kondisi yang optimal maka akan bisa menyebabkan gagalnya atau gangguan proses kehamilan.

Perkembangan teknologi kedokteran bisa memecahkan masalah keseburan pada suami istri. Salah satu teknologi yang bisa yang menjadi harapan bagi pasangan yang tak kunjung dikaruniai bayi tabung adalah bayi tabung. Tapi teknologi ini hanya bisa diaplikasikan pada wanita yang bermasalah pada saluran telur atau oviduk.

Saat ini ilmuwan membagi perkembangan pra-kelahiran (tahap perkembangan embrio) dibagi tiga periode utama,[4]

1. Tahap germinal (pra-embrionik)
Tahap ini merupakan awal dari kehidupan manusia, tahap ini dimulai ketika sperma mengalami fermentasiterhadap sel telur dalam pembuahan, yang normalnya terjadi akibat hubungan seksual antara suami dan istri. Pada ini zigot dibentuk. Dalam berbagai ayat al-Qur’an dinyatakan bahwa pada tahap awal manusia diciptakan dari tetesan nutfah, misalnya dari ayat-ayat sebagai berikut:

أ لم يك نطفة من منيّ يمنى ثم كان علقة فخلق فسوى

Bukankah dia dulu berasal dari tetesan (nutfah) yang diteteskan ke dalam rahim, kemudian tetesan itu menjadi segumpal darah (‘alaqah), lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya. (Qs. al-Qiyamah: 37-38)

و أنه خلق الزوجين الذكر و الأنثى من نطفة إذا تمنى

Dan Dialah yangmenciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan dari tetesan (nutfah) yang dipancarkan. (Q.S. An-Najm: 45-46)

قال له صاحبه و هو يحاوره أكفرت بالذي خلقك من تراب ثم من نطفة ثم سوّاك رجلا

Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya, sedang dia bercakap-cakap dengannya “apakah kamu kafir kepada Allah yang menciptakan kamu dar tanah (turob), kemudian dari tetesan (nutfah) lalu ia menjadikannya seorang laki-laki yang sempurna. (Qs. al-kahfi: 37).

2. Tahap embrio
Berlangsung lima setengah minggu. Tahap embrio dimulai ketika zigot telah tertanam dengan baik pada dinding rahim. Pada tahap ini sistem dan organ dasar bayi mulai terbentuk dari susunan sel. Meskipun bentuk luar masih jauh berbeda dibandingkan manusia dewasa. Beberapa bentuk seperti mata dan tangan, bahkan mata dan kaki mulai dapat dikenali.

Al-Qur’an juga telah membahas proses perkembangan tahap Embriologis tahap demi tahap dalam periode ini. Seperti yang dijelaskan dalam surat al-Qiyaman ayat 39 yang artinya: “kemudian tetesan (nutfah) itu menjadi ‘alaqah, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikannya sepasang laki-laki dan perempuan”.

‘Alaqah dalam bahasa Arab mengandung pengertian sesuatu yang menggabung, sesuatu yang mirip lintah. Alaqahterus mengalami perkembangan sehingga tubuh menjadi lengkap. Al-Qur’an masih merinci tahap perkembangan embriologi berikutnya: pencipta yang paling baik. (Qs. al-mukminun ayat 14)

“Kemudian tetesan itu Kami olah menjadi segumpal darah (‘alaqah) dan struktur itu Kami olah menjadi segumpal daging (mudhgah). Lalu segumpal daging itu menjadi tulang belulang (idham), selanjutnya tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging, selanjutnya Kami jadikan makhluk lain dari bentuk sebelumnya Maha Suci Allah”.

3. Tahap fetal
Memasuki tahap ketiga dari kehamilan, embrio disebut fetus. Tahap ini berlangsung sekitar 30 minggu, mulai minggu kedelapan kehamilan sampai pada saat kelahiran. Pada tahap ini, tangan, wajah dan kaki mulai terlihat seperti bentuk manusia pada umumnya. Selain itu, otak juga telah terbentuk, dan mulai lebih komplek dalam beberapa bulan.

Lebih lanjut perkembangan embrio diterangkan dalam al-Qur’an sebagai berikut:

“kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya ruhnya, dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, perasaan dan pemahaman. Tetapi kamu sedikit sekali bersyukur”. (Qs. al-Sajadah: 29)