3 Jenis Adaptasi pada Hewan

Posted on

loading...

DETALOG.COM – Dalam ilmu Biologi dikenal istilah Adaptasi. Adaptasi adalah cara suatu organisme atau makhluk hidup dalam mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya agar mampu bertahan hidup. Dengan begitu, makhluk hidup yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:

  • Memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
  • Mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
  • Mempertahankan hidup dari musuh alaminya.
  • Merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
  • Bereproduksi.

Dari situlah dapat diketahui pula bahwa makhluk hidup yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis. Sebagai salah satu bagian dari makhluk hidup, hewan pun melakukan adaptasi yang bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.

3 JENIS ADAPTASI PADA HEWAN

1) Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup atau alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Adaptasi morfologi ini merupakan jenis adaptasi yang paling mudah untuk diamati.

Contoh paling mudah adalah pada burung. Setiap jenis burung memiliki bentuk paruh yang berbeda. Bentuk paruh yang berbeda menandakan jenis makanan yang dimakan oleh burung tersebut yang mungkin berbeda satu sama lainnya. Contoh:

  • Burung Elang yang pemakan daging memiliki paruh yang kuat, bentuknya bengkok, dan tajam. Jenis paruh seperti ini berguna untuk mengoyak makanan.
  • Burung Kakatua yang pemakan biji mempunyai bentuk paruh yang bengkok dan kuat. Bentuk paruh seperti ini berguna untuk memecahkan biji-bijian.

Sementara itu, bentuk kaki burung menandakan bagaimana cara hidup burung tersebut sekaligus cara mereka mencari makan. Contoh:

  • Burung Elang mempunyai bentuk kaki dengan cakar kuat, melengkung, dan tajam untuk menangkap dan mencengkram mangsanya.
  • Burung Unta memiliki 2 jari kaki yang sangat kuat. Bentuk kaki Burung Unta memungkinkannya berlari dengan kuat dan kencang. Namun Burung Unta tidak dapat terbang.

2) Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi merupakan bentuk penyesuaian fungsi alat-alat dalam tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Adaptasi jenis ini tidak mudah diamati. Contoh:

  • Kotoran Unta kering dan urine-nya yang pekat.
  • Manusia akan berkeringat jika berada pada suhu tinggi.
  • Herbivora (hewan pemakan tumbuhan) mempunyai enzim selulosa untuk mencerna makanannya.
  • Cacing tanah memiliki kelenjar zat kapur untuk menetralkan zat makanannya yang berupa daun yang telah busuk.

3) Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku merupakan penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dalam bentuk tingkah laku. Untuk menghindarkan diri dari serangan musuh, makhluk hidup, dalam hal ini hewan memiliki berbagai cara. Contoh:

  • Cicak yang memutuskan ekornya saat dikejar musuh. Tindakannya ini disebut autotomi.
  • Walang sangit mengeluarkan bau yang sangat menyengat untuk mengusir musuhnya.
  • Bunglon akan mengubah warna tubuh sesuai dengan lingkungannya.
  • Hewan kaki seribu (luwing) akan menggulung bila disentuh.
  • Musang dan kumbang berpura-pura mati jika diserang musuh.
  • Cumi-cumi akan menyemburkan cairan seperti tinta untuk menghindari musuhnya.
  • Anjing sering menjulurkan lidahnya untuk mengurangi panas tubuhnya.
  • Kerbau akan berkubang di hari yang panas.