Kebijakan Douwes Dekker Beserta Pengaruhnya Terhadap Indonesia

DETALOG.COM – Berbicara tentang Douwes Dekker maka nama ini cukup familiar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Douwes Dekker, nama berbau Belanda yang ternyata berpihak untuk kepentingan kemerdekaan bangsa Indonesia. Jika dilihat dari catatan sejarah, ada 2 orang pemilik nama Douwes Dekker. Mereka adalah Eduard Douwes Dekker dan Ernest Douwes Dekker. Lalu apa hubungan antara keduanya?

Ternyata kemiripan nama ini karena mereka memang merupakan satu keluarga, dimana Ernest Douwes Dekker adalah cucu dari Eduard Douwes Dekker. Lebih tepatnya, Eduard Douwes Dekker memiliki saudara bernama Jan, dan Jan memiliki cucu, yaitu Ernest Douwes Dekker.

Kesamaan nama, juga sama-sama memiliki semangat untuk berjuang demi Indonesia. Jika Eduard dikenal dengan tulisannya yang kerap mengkritik pemerintahan Hindia Belanda, dan tulisannya yang paling fenomenal adalah Max Havelaar dengan memakai nama samaran Multatuli, maka Ernest terkenal dengan gebrakannya sebagai bagian dari 3 serangkai bersama Ki Hajar Dewantara dan Dr. Cipto Mangunkusumo.

GEBRAKAN ERNEST DOUWES DEKKER DALAM INDISCHE PARTIJ

Ernest Douwes Dekker yang memiliki nama Indonesia Danudirja Setiabudi adalah salah seorang peletak dasar nasionalisme Indonesia di awal abad ke-20. Seperti kakeknya, ia juga dikenal sebagai penulis yang kritis terhadap kebijakan pemerintah penjajahan Hindia Belanda, wartawan, aktivis politik, serta penggagas nama “Nusantara” sebagai nama untuk Hindia Belanda yang merdeka.

Douwes Dekker memiliki 2 sahabat, yaitu Ki Hajar Dewantara dan Cipto Mangunkusumo. Ketiganya dikenal sebagai ‘Tiga Serangkai‘ yang akhirnya membentuk sebuah organisasi pergerakan kemerdekaan yang diberi nama ‘Indische Partij‘ atau Partai Hindia.

Organisasi yang didirikan pada 25 Desember 1912 merupakan organisasi yang beranggotakan orang-orang Indonesia dan Belanda di Indonesia. Sebagai sebuah organisasi yang anggotanya terdiri dari campuran orang Indonesia asli dan bumi putera (sebutan untuk orang Belanda campuran Indonesia), organisasi ini menginginkan adanya kerjasama yang baik antara kedua belah pihak. Hal ini sangat disadari mengingat jumlah orang Indonesia dalam organisasi ini sangat sedikit, sehingga diperlukan kerjasama yang baik dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasi ini makin bertambah kuat.

Indische Partij merupakan organisasi pergerakan nasional pertama yang menginginkan kemerdekaan Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah untuk membangunkan patriotisme semua Indiers (sebutan untuk orang Indonesia dan bumi putera) terhadap tanah air.

Karena Douwes Dekker adalah seorang wartawan, maka dia pun menggunakan media majalah Het Tijdschrifc dan surat kabar De Express yang dipimpinnya sebagai sarana untuk membangkitkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tujuan dari Indische Partij benar-benar revolusioner karena mau mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan pemerintah kolonial.

Karena tulisan-tulisan Douwes Dekker dan ke-2 sahabatnya terlalu tajam dan berisi kecaman-kecaman terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda, membuat ketiganya ditangkap. Pada tahun 1913 mereka diasingkan ke Belanda.

Namun pada tahun 1914, Cipto Mangunkusumo dikembalikan ke Indonesia karena sakit. Sedangkan Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara baru kembali ke Indonesia pada tahun 1919. Keduanya pun mulai aktif dalam dunia pendidikan. Douwes Dekker mendirikan yayasan pendidikan Ksatrian Institute di Sukabumi, Jawa Barat pada tahun 1940. Sementara itu Ki Hajar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa.

Meskipun organisasi ini tidak bertahan lama, namun organisasi inilah yang menjadi pelopor dari lahirnya organisasi-organisasi berikutnya yang menginginkan kemerdekaan Indonesia.

Indische Partij yang telah dibentuk dengan susah payah oleh Douwes Dekker dan ke-2 sahabatnya, telah mengeluarkan banyak kebijakan dan pemikiran yang bisa menjadi pertimbangan dalam menyusun strategi perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Dalam hal ini, Indische Partij telah memberikan kontribusi dan pengaruh yang sangat besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

 

 

Pelajaran Menarik Lainnya: