Dimanakah Terjadinya Gerak Peristaltik?

DETALOG.COM – Tubuh manusia melakukan berbagai macam gerakan. Salah satu gerakan yang ada pada tubuh manusia adalah gerak peristaltikGerakan ini bisa terjadi saat manusia melakukan kegiatan makan. Gerakan peristaltik terjadi pada otot-otot di saluran pencernaan pada manusia yang menimbulkan gerakan semacam gelombang sehingga menimbulkan efek menyedot/menelan makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan.

SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIAA

Sistem pencernaan merupakan sistem yang memproses dan mengubah makanan, serta menyerap sari makanan yang berupa nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sistem pencernaan juga akan memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan bantuan enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh.

Agar proses dari sistem pencernaan makanan dapat berjalan baik, maka proses itu harus melewati saluran pencernaan. Saluran pencernaan itu berupa tabung yang dikelilingi otot. Saluran pencernaan akan melakukan proses mencerna makanan, memecahnya menjadi bagian yang lebih kecil, dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah.

Organ-organ tubuh yang terlibat di dalamnya meliputi: mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, serta usus besar. Dari usus besar makanan akan dibuang keluar tubuh melalui anus. Sementara itu, ada pula organ pencernaan tambahan yang berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam melakukan kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta kelenjar pencernaan akan dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah saluran. Kelenjar pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam pemecahan bahan makanan.

BAGAIMANA GERAK PERISTALTIK BEKERJA PADA PROSES PENCERNAAN MAKANAN?

Gerak peristaltik akan bekerja dengan cara mendorong makanan ke bawah kerongkongan dan masuk ke perut, kemudian menggerakkannya lagi melalui usus kecil dan usus besar, dan kemudian melalui rektum dan anus. Ini adalah serangkaian kontraksi otot polos dan relaksasi dalam memindahkan makanan dengan cara seperti gelombang melalui proses yang berbeda dalam saluran pencernaan.

Gerak peristaltik yang bekerja pada sistem pencernaan bergantung pada 2 refleks utama yang berkontraksi di atas makanan yang ditelan, atau bolus, dan relaks di bawahnya. Ini terjadi dalam sistem saraf enterik yang merupakan sistem saraf lokal yang terdiri dari sistem pencernaan.

Makanan yang kurang dilumasi dan gerakan melalui kerongkongan akan bergerak lambat, maka gelombang peristaltik sekunder akan terus bekerja di sekitar bolus sampai memasuki perut. Setelah bolus telah berubah menjadi chyme seperti susu di perut dan dibawa ke dalam usus kecil, proses peristaltik melambat sebagai tujuan perubahan dari gerakan untuk pencampuran, pencernaan, dan penyerapan makanan.

Penyerapan gizi terjadi di usus kecil dimana peristaltik bergerak di sekitar chyme, sehingga memberikan kesempatan untuk diserap melalui dinding usus dan ke dalam aliran darah. Tahap selanjutnya dari proses pencernaan terjadi di usus besar di mana air diperoleh kembali dari makanan yang tidak tercerna dan diserap ke dalam aliran darah. Sisa-sisa tersebut kemudian dikeluarkan melalui anus.

Telah diperkirakan bahwa butuh waktu sekitar 5 jam bagi makanan untuk bisa melewati saluran pencernaan sepenuhnya melalui perut dan hingga 40 jam untuk melakukan perjalanan melalui usus besar dengan penghapusan lengkap dari tubuh. Terkadang pula mengambil waktu beberapa hari, tergantung pada makanan. Peristaltik pada sistem pencernaan bekerja pada kecepatan yang berbeda sebagai proses pada tahapan yang berbeda memiliki tujuan yang berbeda.

Jadi, berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa gerak peristaltik terjadi pada saluran pencernaan ketika manusia melakukan kegiatan mencerna makanan (makan).