Jelaskan Mekanisme Kontraksi Pada Otot

Posted on

DETALOG.COM – Otot adalah jaringan yang ada didalam tubuh manusia, berupa alat gerak aktif yang menggerakkan tulang sehingga menyebabkan suatu organisme atau indvidu dapat bergerak. Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan beleraksasi.

Fungsi Otot.

– Melaksanakan kerja, misalnya: berjalan, memegang, mengangkat (otot lurik).
– Mengalirkan darah, mengedarkan sari makanan dan oksigen (otot polos).
– Menggerakkan jantung (otot jantung)

Mekanisme Kontraksi Pada Otot.
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek. Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan , sedangkan relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat.

Dengan demikian otot memiliki 3 karakter, yaitu:
a. Kontraksibilitas yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula, hal ini teriadi jika otot sedang melakukan kegiatan.
b. Ektensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula.
c. Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula.
Otot tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu filament aktin dan filament miosin. Filamen aktin tipis dan filament miosin tebal. Kedua filamen ini menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot dan serabut otot-serabut otot menyusun satu otot. Kontraksi pada otot juga seringkali disebut dengan nama pergeseran filament.

Proses krontraksi otot sendiri di dahului dengan datangnya impuls saraf. Dimulai ketika ada impuls yang akan mengenai bagian sinapsis atau bagian saraf dan serabut otot yang dipenuhi juga dengan asetil kolin. Asetil kolin inilah yang nantinya akan menyerap ion kalsium ke serabut otot yang menyebabkan sisi aktif pada filament yang tipis.

Nantinya akan terbentuk sebuat jembatan penyebrangan yang terbentuk dari kepala miosin dan juga filament yang tipis. Energi kemudian akan terbentuk dan dilepaskan kearah filament tipis hingga membuat filament tipis menjadi berkerut. Hal inilah yang membuat otot juga ikut berkerut dan berkontraksi.

Kontraksi otot akan terus terjadi selama ada rangsangan. Jadi bisa disimpulkan bahwa mekanisme kontraksi otot sangat bergantung pada rangsangan ion kalsium yang akan diserap dan disalurkan ke filament. Untuk melakukan kontraksi otot juga dibutuhkan energi.

Energi untuk Kontraksi Otot.
ATP (adenosin trifosfat) merupakan sumber energi bagi otot. Akan tetapi, jumlah yang tersedia hanya dapat digunakan untuk kontraksi dalam waktu beberapa detik saja. Otot vertebrata mengandung lebih banyak cadangan energi fosfat yang tinggi berupa kreatin fosfat sehingga akan dibebaskan sejumlah energi yang segera dipakai untuk membentuk ATP dari ADP.

Persediaan kreatin fosfat di otot sangat sedikit. Persediaan ini harus segera dipenuhi lagi dengan cara oksidasi karbohidrat. Cadangan karbohidrat di dalam otot adalah glikogen. Glikogen dapat diubah dengan segera menjadi glukosa-6-fospat. Perubahan tersebut merupakan tahapan pertama dari proses respirasi sel yang berlangsung dalam mitokondria yang menghasilkan ATP.

Apabila kontraksi otot tidak terlalu intensif atau tidak terusmenerus, glukosa dapat dioksidasi sempurna menghasilkan CO2 dan H2O dengan respirasi aerob. Apabila kontraksi otot cukup intensif dan terus-menerus maka suplai oksigen oleh darah ke dalam otot tersebut tidak cepat dan banyak untuk mengoksidasikan glukosa. Oleh karena itu, penyediaan energi bagi kontraksi otot didapatkan dari proses respirasi anaerob, suatu proses yang tidak memerlukan oksigen. Keuntungan proses ini dapat menyediakan energi bagi kontraksi otot dengan segera, walaupun jumlah energi yang diberikan relatif sedikit dibandingkan proses aerob.

Pada respirasi anaerob, glukosa diubah menjadi asam laktat dengan sejumlah energi. Energi ini digunakan untuk membentuk kembali kreatin fosfat, yang nantinya dapat menghasilkan energi untuk membentuk ATP dari ADP.

Asam laktat yang tertimbun di dalam otot akan segera berdifusi pada sistem peredaran darah. Apabila penggunaan otot terus-menerus, pembentukan asam laktat yang banyak akan menghambat kerja enzim dan menyebabkan kelelahan

Macam-Macam Gerakan Otot

– Fleksi: gerakan membengkokkan, misalnya membengkokkan pada siku, lutut, jari.
– Ekstensi: gerak meluruskan, misalnya meluruskan siku, lutut, dan ruas jari.
– Abduksi: gerak menjauhkan misalnya gerak tungkai menjauhkan dari sumbu tubuh.
– Adduksi: gerak mendekatkan dengan sumbu tubuh, misalnya gerak mendekatkan tungkai dengan sumbu tubuh.
– Pronasi: gerak memutar lengan sehingga telapak tangan menelungkup.
– Supinasi: gerak memutar lengan sehingga tangan menengadah.
– Depresi: gerak menekan ke bawah atau menurunkan.
– Elevasi: gerak mengangkat ke atas.

Advertisements