Adaptasi Tingkah Laku Pada Tumbuhan

Posted on

DETALOG.COM – Adaptasi adalah penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya. Lingkungan dapat berubah-ubah. Agar dapat bertahan hidup, makhluk hidup harus beradaptasi. Proses adaptasi seringkali tidak dapat diamati karena berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Yang dapat diamati adalah hasil adaptasi. Adaptasi menghasilkan perubahan pada makhluk hidup. Berdasarkan hasil perubahan tersebut, adaptasi dapat dibedakan menjadi adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.

Adaptasi Tingkah Laku

Makhluk hidup melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan di sekitar habitat tempat hidupnya tidak terkecuali manusia. Adaptasi yang dilakukan makhluk hidup bertujuan untuk dapat bertahan hidup dari kondisi lingkungan yang mungkin kurang menguntungkan.

Adapatasi tingkah laku berhubungan dengan perilaku makhluk hiudp untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Berikut ini akan diuraikan beberapa contoh adaptasi tingkah laku pada beberapa makhluk hidup

1. Rayap
Di usus rayap terdapat Flagellata penghasil enzim selulase yang dapat mencerna selulosa. Anak-anak rayap yang baru menetas menjilati dubur induknya untuk mendapatkan Flagellata tersebut. Rayap dewasa yang berganti kulit memakan kembali kulit yang terkelupas itu untuk mendapat Flagellata.

Tingkah laku rayap tersebut merupakan contoh adaptasi tingkah laku.

2. Predator
Hewan-hewan predator (karnivor) umumnya mampu bergerak cepat. Mengapa demikian? Hewan-h ewan karnivor harus bergerak cepat karena mereka harus mengejar dan menangkap mangsanya. Jika tidak demikian,

3. Kucing
Kucing biasanya mengincar mangsanya, misalnya tikus, cecak, kadal atau yang lain, dengan cara mendekam. Begitu mangsa mendekat dan lengah, maka kucing tersebut akan meloncat dan menerkam mangsanya. Tingkah laku demikian merupakan cara untuk menghemat energi. Peristiwa semacam mi merupakan contoh adaptasi perilaku pada kucing

4. Paus
Paus bukanlah ikan, melainkan hewan menyusui yang hidup di air. Paus bernapas dengan paru-paru, sehingga paus harus menyembul ke permukaan air untuk bernapas. Pada saat muncul ke permukaan air, paus mengeluarkan sisa pernapasan dan menghirup udara untuk disimpan di paru-paru saat menyelam ke dalam air.

Contoh adaptasi tingkah laku lainnya yang dilakukan hewan adalah serangga berbunyi nyaring untuk memikat pasangannya, migrasi burung ke wilayah lain di belahan dunia karena pengaruh musim, ikan mujair memasukkan anak-anaknya ke dalam mulut untuk melindunginya dan gangguan hewan lain, dan ular menjulurkan lidahnya untuk mengenali bau mangsanya.

5. Tumbuhan
Sebagian tumbuhan menunjukkan adaptasi tingkah laku dalam hidupnya. Misalnya, daun putri malu (mimosa mudica ) segera menutup jika disentuh. Hal tersebut merupakan adaptasi untuk melindungi diri dari serangan hewan. Dengan menutupnya daun, maka hewan herbivore sulit membedakan antara ranting berduri dengan daun. Ada tumbuhan yang membelokkan tubuhan ke arah datangnya cahaya, ini merupakan adaptasi tingkah laku terhadap pengaruh cahaya.

Adaptasi Tingkah Laku Tumbuhan

1. Seismonasti/tigmonasti
contoh : tumbuhan putri malu menguncup daunnya jika disentuh sehingga tampak seperti layu dan tidak enak dimakan. – tujuannya untuk mengelabuhi pemangsa yaitu hewan herbivora.

2. Termonasti
Tumbuhan yang gerakannya dipicu oleh perubahan suhu. Perubahan suhu dipicu oleh perubahan intensitas cahaya sehingga disebut fotonasti. – contoh : bunga pukul empat pada siang hari layu saat pagi dan sore mekar.

3. Niktinasti
Gerakan tumbuhan yang dipicu oleh keadaan gelap. Dalam kondisi gelap tekanan turgoro pada tangkai daun menurun sehingga daun menjadi layu. – misalnya tumbuhan polong-polongan (lamtoro/petai cina)

4. Meranggas
Menggugurkan daunnya pada musim kemarau, misalnya: jati, randu

5. Estivasi
Adalah mematikan sementara bagian tubuhnya yang ada di atas permukaan tanah untuk mengurangi penguapan pada musim panas. Misalnya jahe, rumput.

6. Tropisme
– Fototropisme : adalah gerak tumbuhan yang mengikuti arah datangnya cahaya.
– Geotropisme : adalah gerak bagian tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan grafitasi
bumi. Misalnya akar tumbuhan selalu tumbuh ke bawah menuju pusat bumi.
– Hidrotropisme : adalah gerakan akar tumbuhan menuju sumber air.

Advertisements