Fauna Khas Afrika

Posted on

DETALOG.COM – Afrika merupakan benua terbesar ketiga di dunia setelah Asia dan Amerika, sekaligus merupakan benua dengan jumlah penduduk terbanyak setelah Asia dimana total populasinya mencapai 800 juta penduduk atau 1/7 dari populasi penduduk yang ada di Bumi yang tersebar di 54 negaranya. Dengan luas wilayah 30.224.050 km² termasuk pulau-pulau yang berdekatan, Afrika meliputi 20,3% dari seluruh total daratan di Bumi.

Berdasarkan catatan sejarah, benua Afrika merupakan tempat tinggal manusia yang paling awal, dimana dari benua ini manusia kemudian menyebar ke benua-benua lain. Afrika adalah tempat di mana garis evolusi kera menjadi berbeda dari proto human  7 juta tahun yang lalu. Afrika merupakan satu-satunya benua yang ditinggali nenek moyang manusia hingga sekitar 2 juta tahun lalu ketika Homo erectus berkembang ke luar Afrika menuju Eropa dan Asia.

Lebih dari 1,5 juta tahun kemudian, populasi dari 3 benua itu mengikuti evolusi yang berlainan sehingga mereka menjadi spesis yang berbeda. Yang di Eropa menjadi Neanderthal, yang di Asia tetap Homo erectus, tetapi yang di Afrika berevolusi menjadi Homo sapiens.

Fauna Khas di Afrika dan Persebarannya

Fauna di Afrika dikenal dengan istilah fauna Ethiopian yang persebarannya meliputi daerah Afrika sebelah selatan, gurun Sahara, Madagaskar dan wilayah Arabia bagian selatan. Afrika merupakan kombinasi terbesar di dunia dengan keanekaragaman dan ” kebebasan” dari populasi hewan liar, dengan populasi fauna yang hidup secara bebas dan liar, yaitu:

  • karnivora besar (seperti singa, hyena, dan cheetah)
  • herbivora (seperti kerbau, gajah, unta, dan jerapah)

Oleh karena itu, benua Afrika juga merupakan rumah bagi berbagai binatang “hutan” termasuk ular dan primata dan kehidupan air seperti buaya dan amfibi. Selain itu, Afrika memiliki jumlah terbesar spesies megafauna, seperti yang sedikitnya terpengaruh oleh kepunahan megafauna Pleistosen.

Benua Afrika memiliki lebih dari 3.000 kawasan lindung, dengan 198 daerah perlindungan laut, 50 cagar biosfer dan 80 lahan basah cadangan. Kerusakan habitat signifikan, peningkatan populasi manusia dan perburuan liar adalah mengurangi keanekaragaman hayati Afrika. Perambahan manusia, kerusuhan sipil, dan pengenalan non pribumi spesies mengancam keanekaragaman hayati di Afrika. Hal ini telah diperburuk oleh masalah administrasi, serta personil yang tidak memadai dan masalah pendanaan.

Terdapat sekitar 160 vertebrata darat, dan beberapa di antaranya merupakan fauna khas Afrika, yaitu:

  1. Fauna khas di wilayah daratan Afrika, misalnya: gajah, singa, cheetah, hyena, jerapah, zebra, unta dan badak afrika, burung unta.
  2. Fauna yang mirip dengan daerah Oriental, misalnya jenis kucing dan anjing, lemur, baboon, gorila, dan simpanse.
  3. Fauna khas pulau Madagaskar, misalnya kudanil kecil (Pygmyhippopotamus) dan beberapa burung endemik seperti burung gajah besar.

Gajah Afrika

Gajah adalah fauna bergolongan mamalia besar, dimana secara tradisional, terdapat 2 spesies yang diakui, yaitu gajah Afrika (Loxodonta africana) dan gajah Asia (Elephas maximus), walaupun beberapa bukti menunjukkan bahwa gajah semak Afrika dan gajah hutan Afrika sebenarnya merupakan spesies yang berbeda (L. africana dan L. cyclotis).

Gajah Afrika pertama kali dinamai oleh naturalis Jerman Johann Friedrich Blumenbach pada tahun 1797 dengan nama binomial Elephas Africana. Pada tahun 1942, 18 sub spesies gajah Afrika telah diakui oleh Henry Fairfield Osborn, namun data morfologis telah mengurangi jumlah sub spesies yang terklasifikasi, dan pada tahun 1990-an hanya terdapat 2 subspesies yang diakui, yaitu gajah semak Afrika (L. a. africana) dan gajah hutan Afrika (L. a. cyclotis). 

Gajah Afrika tersebar di seluruh Afrika dan bagian gurun Sahara. Gajah Afrika jantan merupakan hewan darat terbesar dengan tinggi yang dapat mencapai 4 m (13 ft) dan massa yang kurang lebih 7,000 kg (15,000 lb). Gajah Afrika memiliki telinga yang lebih besar, punggung yang cekung, kulit yang lebih berkerut, daerah perut yang miring, dan 2 perpanjangan yang seperti jari di ujung belalai. Sementara itu, geraham gajah Afrika berbentuk seperti permata.

Saat ini, gajah Afrika digolongkan sebagai spesies yang rentan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Salah satu ancaman utama bagi gajah tersebut adalah perdagangan gading yang memicu perburuan liar. Ancaman lainnya adalah kehancuran habitat dan konflik dengan penduduk lokal.

Advertisements