Termometer Untuk Mengukur Suhu Cairan Logam Yang Sangat Tinggi Menggunakan Sifat Hambatan Listrik Dinamakan?

Posted on

Termometer dan Suhu.

Termometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur suhu dengan tepat dan menyatakannya dengan suatu angka. Sedangkan suhu adalah derajat panas atau dinginnya suatu benda. Sebenarnya kulit kita juga bisa digunakan untuk mengukur suhu, hanya saja tidak akurat dan hanya bisa berdasarkan perkiraan karena indera kita memiliki keterbatasan, tidak bisa menyentuh benda yang terlalu panas juga terlalu dingin.

Karena ketidakakuratan indera kita maka dengan adanya perkembangan teknologi diciptakanlah suatu alat yang disebut dengan termometer. Skala yang digunakan untuk mengukurnya disebut dengan Celcius, sesuai dengan nama penemunya yakni Anders Celcius. Namun, skala celcius tidak bisa mengukur suhu yang semakin dingin karena partikelnya akan berhenti bergerak, maka Lord Kelvin menciptakan skala baru yang disebut dengan Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C. Selain skala tersebut ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air membeku pada suhu 0°R dan mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala Fahrenheit air membuka pada suhu 32°F dan mendidih pada suhu 212°F.

Saat ini banyak jenis-jenis temometer. Jenis termometer ini tergantung pada jangkauan suhu yang diukur, ketelitian ang diingkan dan sifat-sifat dari bahan yang digunakan. Termometer yang banyak digunakan sekarang adalah termometer raksa. Disebut termometer raksa karena di dalam termometer ini terdapat air raksa. Fungsi raksa adalah sebagai penunjuk suhu. Raksa akan mengembang bila termometer menyentuh benda yang lebih hangat dari raksa.

Beberapa sifat yang mutlak dibutuhkan oleh sebuah termometer adalah:

  1. Skalanya mudah dibaca.
  2. Aman untuk digunakan.
  3. Kepekaan pengukurannya.
  4. Lebar jangkauan suhu yang mampu diukur.

 

Jenis – Jenis Termometer dan Fungsinya.

  1. Termometer Digital.

Termometer ini digunakan untuk mengetahui suhu objek benda atau tubuh. Termometer digital, biasanya menggunakan termokopel sebagai sensornya untuk membaca perubahan nilai tahanan. Secara sederhana termokopel berupa dua buah kabel dari jenis logam yg berbeda yang ujungnya, hanya ujungnya saja, disatukan (dilas). Titik penyatuan ini disebut hot junction. Prinsip kerjanya memanfaatkan karakteristik hubungan antara tegangan (volt) dengan temperatur.

  1. Termometer Six-Bellani.

Fungsinya untuk mengetahui suhu maksimum dan minimum suatu tempat.

  1. Termometer Ruang.

Digunakan untuk mengukur suhu suatu ruang. Biasanya thermometer ini di gabungkan dengan berbagai alat lain misalnya : alat penunjuk waktu,hiasan dinding,dan lain sebagainya.

  1. Termometer Klinis.

Digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia.

 Mula-mula,periksa terlebih dahulu apakah termometer sudah menunjukkan suhu dibawah 35°C.Jika belum,termometer kita kibas-kibaskan sehingga menunjukkan suhu kurang dari 35°C.Selanjutnya,pasang thermometer itu di bawah ketiak atau lipatan tubuh selama kira-kira 5 menit.Setelah itu,ambil thermometer dari tubuh dan baca pada skala termometer.Skala yang ditunjukkan termometer menunjukkan suhu tubuh pasien pada keadaan itu.

  1. Termometer Laboraturium.

Termometer Laboratorium digunakan untuk perlengkapan praktikum di laboratorium. Ukur suhu objek benda yang akan diukur(misalnya: cairan), Jika cairan bertambah panas maka raksa atau alkhohol akan memuai sehingga skala nya bertambah. Agar termometer sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor.

  1. Termometer Bimetal.

Jenis termometer yang menggunakan zat padat atau logam untuk menunjukka adanya perubahan suhu disebut dengan termometer bimetal. Prinsip logam akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan. Prinsip kerjanya, keping bimetal dibentuk spiral dan tipis. Ujung spiral bimetal ditahan, atau tidak bergerak dan ujung lainnya menempel pada gir penunjuk. Semakin besar suhu, keping bimetal semakin melengkung dan menyebabkan jarum penunjuk bergerak ke kanan ke angka yang lebih besar. Jika suhu turun, jarum penunjuk bergerak ke kiri ke arah angka yang lebih kecil. Skala yang dibuat biasa dibentuk lingkaran.

  1. Termometer Hambatan.

Cara kerja termometer ini adalah dengan menyentuhkan kawat penghantar ke sasaran, misalnya lelehan besi yang panas pada pengolahan besi atau baja. Panas tersebut direspon oleh tahanan, kemudian energi listrik yang bersangkutan diubah menjadi energi gerak yang bisa menunjukkan angka tertentu pada skala suhu.   Untuk mengukur suhu yang tinggi tidak mungkin menggunakan termometer zat cair. Termometer logam adalah termometer yang paling tepat digunakan dalam industri untuk mengukur suhu diatas 1.0000 C. Salah satu termometer yang dibuat berdasarkan perubahan hambatannya adalah termometer hambatan platina. Hambatan listrik pada seutas kawat logam akan bertambah jika dipanaskan. Sifat termometrik ini dimanfaatkan untuk mengukur suhu pada termometer hambatan.

 

Advertisements