Jelaskan Proses Masyarakat Mengenal Tulisan!

Posted on

DETALOG.COM – Zaman prasejarah dapat dikatakan permulaan terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di saat kehidupan manusia di Bumi belum mengenal tulisan.

Zaman Prasejarah dan Sejarah

Seperti dilansir dari Wikipedia, batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut.

Nusantara pada periode prasejarah mencakup suatu periode yang sangat panjang, kira-kira sejak 1,7 juta tahun yang lalu, berdasarkan temuan-temuan yang ada. Pengetahuan orang terhadap hal ini didukung oleh temuan-temuan fosil hewan dan manusia (hominid), sisa-sisa peralatan dari batu, bagian tubuh hewan, logam (besi dan perunggu), serta gerabah.

Perkembangan Tulisan

Pada awal mulanya, tulisan yang digunakan merupakan gambar sederhana yang merepresentasikan suatu objek maupun pekerjaan. Gambar yang digunakan merupakan gambar sederhana yang dimengerti oleh para penduduk sekitar. Tulisan jenis ini disebut dengan piktograf. Salah satu jenis piktograf yang kita kenal adalah Hieroglyph dari mesir. Tulisan ini telah ada sejak 3000 tahun S.M dan biasanya ditulis pada lembaran daun papyrus maupun dipahat pada batu.

Tahun 400 S.M bangsa yunani mulai memperkenalkan sistem huruf yang menggantikan jenis piktograf. Huruf ini tidak lagi mewakili hanya sebuah objek maupun kata kerja, akan tetapi mewakili suku kata. Pada sekitar tahun 114 S.M. , bangsa romawi menyempurnakan huruf yang digunakan oleh yunani sehingga menjadi cikal bakal huruf alphabet yang digunakan sekarang.

Tidak hanya itu saja, di belahan bumi yang lain, jenis tulisan lain pun berkembang. Lembah Mesopotamia, bagdad, dunia arab, sampai daratan china pun mengembangkan karakteristik tulisan masing-masing. Dan salah satu momentum persebaran tulisan di dunia adalah dengan ditemukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1439. Dengan ditemukannya mesin cetak, persebaran informasi menjadi lebih mudah karena dapat diperbanyak dalam waktu yang singkat.

Dari tulisan-tulisan yang telah dihasilkan oleh manusia maka sampailah kita pada budaya serta kehidupan yang terbentuk dari warisan tulisan para pendahulu.

Dalam sejarahnya, manusia mula-mula tidak tinggal menetap akan tetapi mengembara dan satu tempat ke tempat lain. Manusia mencari makan dari alam sekitarnya. Pada perkembangan berikutnya manusia mulai menetap dengan mata pencaharian utama yakni bertani.

Dalam pengembarannya tersebut, manusia memperoleh pengalaman bahwa bila mereka memberi tanda pada sebuah batu, pohon, papan, lempengan serta bahan lainnya, ternyata manusia dapat menyempaikan berita kepada manusia lainnya. Pesan ini dipahatkan pada bautu, pohon, serta bahan lainnya yang bisa ditulisi. Sebelum mengenal tulisan, manusia berhubungan dengan manusia lainnya melalui bahasa lisan ataupun bahasa isyarat. Setelah menggunakan berbagai tanda yang dipahatkan kepada pohon, batu, ataupun benda lainnya, manusia mulai berkomunikasi dengan manusia lain melalui bahasa tulisan.

Dari segi lain, tanda ataupun tulisan yang dipahatkan pada pohon, batu, dan benda lainnya dapat digunakan sebagai catatan mengenai apa yang dikatakan manusia maupun apa yang perlu diketahui seseorang. Dengan adanya tulisan tersebut dapat membantu daya ingat manusia, karena kini manusia dapat melihat catatannya tersebut. Pesan dalam berbagai pahatan tersebut dapat diteruskan dan diwariskan kepada generasi berikutnya maupun kepada suku lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa manusia menulis karena berdasarkan pengalamannya. Sebelum mengenal tulisan, manusia berbahasa dengan menggunakan bahasa lisan dan isyarat. Bahasa tulis digunakan sebagai alat komunikasi dan pewarisan pengetahuan dari generasi sebelumnya.

Advertisements