Upaya Mengatasi Ancaman terhadap Integrasi Nasional

Posted on

DETALOG.COM – Sebagaimana dilansir dari wikipedia, ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman merupakan sebuah bagian dari risiko, sedangkan risiko itu sendiri adalah buah pikiran dari sebuah ancaman.

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, suatu ancaman tidak pernah luput dari kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, sasaran dari suatu ancaman biasanya tertuju pada berbagai tingkatan, mulai dari suatu individu, masyarakat, pemerintah, wilayah, bangsa, dan negara. Ancaman tersebut dapat berupa ancaman militer maupun ancaman non militer.

Hal yang Mendasari Suatu Ancaman

Ancaman yang kerap terjadi dalam kehidupan kita biasanya terjadi bukan tanpa alasan dan sebab. Ada beberapa hal yang sering mendasari lahirnya suatu ancaman dari sekelompok pihak, antara lain:

* Di tingkat negara

  • Ancaman yang lahir karena adanya kedaulatan dan kemerdekaan suatu negara
  • Ancaman yang lahir karena adanya keutuhan dari suatu wilayah

* Di tingkat bangsa

  • Ancaman yang lahir karena adanya persatuan suatu bangsa
  • Ancaman yang lahir karena adanya nilai-nilai luhur suatu bangsa

* Di tingkat pemerintah

  • Ancaman yang lahir karena adanya kebijakan dan tindakan pemerintah
  • Ancaman yang lahir karena adanya legitimasi pemerintah

* Di tingkat individu

  • Ancaman yang lahir karena adanya keamanan jiwa diri dan keluarga
  • Ancaman yang lahir karena adanya harta kekayaan

Dalam rangka mengatasi berbagai ancaman yang sewaktu-waktu bisa terjadi dalam kehidupan kita, maka dibutuhkan adanya suatu integrasi, terlebih karena negara kita adalah negara yang luas yang menganut paham kesatuan, maka integrasi tersebut haruslah bersifat menyeluruh secara nasional.

Integrasi Nasional

Istilah integrasi nasional berasal dari 2 kata, yaitu integrasi dan nasional.

  • Istilah integrasi mempunyai arti pembauran/penyatuan sehingga menjadi kesatuan yang utuh / bulat.
  • Istilah nasional mempunyai pengertian kebangsaan, bersifat bangsa sendiri, meliputi suatu bangsa seperti cita-cita nasional, tarian nasional, perusahaan nasional.

Integrasi nasional sendiri merujuk kepada seluruh unsur dalam rangka melaksanakan kehidupan bangsa, meliputi sosial, budaya ekonomi, maka pada intinya integrasi nasional lebih menekankan persatuan persepsi dan perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Dengan demikian, Integrasi nasional dapat diartikan penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh, atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa.

Faktor Pendorong Integrasi Nasional

  • Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.
  • Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
  • Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa Indonesia, sebagaimana dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.
  • Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara, sebagaimana dibuktikan oleh banyak pahlawan bangsa yang gugur di medan perjuangan.
  • Kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, bahasa kesatuan bahasa Indonesia.
  • Adanya simbol kenegaraan dalam bentuk Garuda Pancasila, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Faktor Penghambat Integrasi Nasional

  • Masyarakat Indonesia yang heterogen/beraneka ragam dalam faktor suku bangsa, dimana masing-masing memiliki kebudayaan daerah, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan sebagainya.
  • Wilayah negara yang begitu luas, terdiri atas ribuan kepulauan yang dikelilingi oleh lautan luas.
  • Besarnya kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang merongrong keutuhan,
  • Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan menimbulkan berbagai rasa tidak puas dan keputusasaan di masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan), gerakan separatisme dan kedaerahan, demonstrasi dan unjuk rasa.
  • Adanya paham “etnosentrisme” di antara beberapa suku bangsa yang menonjolkan kelebihan-kelebihan budayanya dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain.
  • Lemahnya nilai-nilai budaya bangsa akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, baik melewati kontak langsung maupun kontak tidak langsung.

Upaya Mengatasi Ancaman terhadap Integrasi Nasional

  • Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu.
  • Menciptakan kondisi dan membiasakan diri untuk selalu membangun konsensus.
  • Membangun kelembagaan (pranata) yang berakarkan nilai dan norma (nilai-nilai Pancasila) yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam aspek kehidupan dan pembangunan bangsa yang mencerminkan keadilan bagi semua pihak, semua wilayah.
  • Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan yang arif dan bijaksana, serta efektif.
Advertisements