Jungkit-jungkit Termasuk Tuas Golongan Apa?

Posted on

DETALOG.COM – Kalian pasti mengenal permainan jungkit-jungkit bukan? Jenis permainan yang menggunakan alat ini merupakan salah satu permainan yang disukai oleh anak-anak, khususnya anak TK karena hampir di semua sekolah TK, bisa ditemui permainan jungkit-jungkit. Tapi apakah kalian sudah tahu bahwa jungkit-jungkit itu sebenarnya adalah salah satu jenis pesawat sederhana dalam ilmu fisika lho!

Permainan jungkit-jungkit adalah sebuah permainan dimana papan panjang dan sempit berporos di tengah, sehingga di saat salah satu ujungnya bergerak naik maka ujung yang lain bergerak turun. Papan jungkit-jungkit biasanya dirancang agar seimbang di tengah. Masing – masing orang akan duduk di setiap ujung, kemudian mereka bergiliran melonjakkan tubuh dari tanah. Jungkit-jungkit juga biasanya memiliki pegangan untuk dipegang saat mereka duduk saling berhadapan. Selain untuk permainan, kadang-kadang jungkit-jungkit juga digunakan untuk membantu proses mekanis.

Lalu apa itu pesawat sederhana? Pesawat sederhana adalah alat mekanik yang dapat mengubah arah atau besaran dari suatu gaya. Secara umum, alat-alat ini bisa disebut sebagai mekanisme paling sederhana yang memanfaatkan keuntungan mekanik untuk menggandakan gaya.

Ciri-ciri Umum Pesawat Sederhana

  1. Sebuah pesawat sederhana menggunakan satu gaya kerja untuk bekerja melawan satu gaya beban. Dengan mengabaikan gaya gesek yang timbul, maka kerja yang dilakukan oleh beban besarnya akan sama dengan kerja yang dilakukan pada beban.
  2. Kerja yang timbul adalah hasil gaya dan jarak. Jumlah kerja yang dibutuhkan untuk mencapai sesuatu bersifat konstan, walaupun demikian jumlah gaya yang dibutuhkan untuk mencapai hal ini dapat dikurangi dengan menerapkan gaya yang lebih sedikit terhadap jarak yang lebih jauh.

Jenis-jenis Pesawat Sederhana

1) Tuas

Tuas lebih dikenal dengan nama pengungkit. Pada umumnya, tuas menggunakan batang besi atau kayu yang digunakan untuk mengungkit suatu benda. Terdapat 3 titik yang menggunakan gaya ketika kita mengungkit suatu benda, yaitu:

  1. Beban (B) merupakan berat benda
  2. Titik tumpu (TT) merupakan tempat bertumpunya suatu gaya
  3. Kuasa (K) merupakan gaya yang bekerja pada tuas

Tuas dapat digambarkan secara sederhana. Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuas dapat digolongkan menjadi 3, yaitu:

  1. Tuas golongan pertama. Pada tuas golongan pertama, kedudukan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa. Contoh: gunting, linggis, jungkit-jungkit, dan alat pencabut paku.
  2. Tuas golongan kedua. Pada tuas golongan kedua, kedudukan beban terletak di antara titk tumpu dan kuasa. Contoh: gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol.
  3. Tuas golongan ketiga. Pada tuas golongan ketiga, kedudukan kuasa terletak di antara titk tumpu dan beban. Contoh: sekop yang biasa digunakan untuk memindahkan pasir.

2) Bidang Miring

Bidang miring adalah permukaan rata yang menghubungkan 2 tempat yang berbeda ketinggiannya. Dengan dibuat berkelok-kelok, maka pengendara kendaraan akan lebih mudah melewati jalan yang menanjak. Bidang miring memiliki keuntungan, yaitu kita dapat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Namun demikian, bidang miring juga memiliki kelemahan, yaitu jarak yang di tempuh untuk memindahkan benda menjadi lebih jauh.

Contoh penerapan prinsip kerja bidang miring dapat ditemui pada beberapa perkakas, contohnya kampak, pisau, pahat, obeng, dan sekrup.

3) Katrol

Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu:

  1. Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat digunakan. Katrol jenis ini biasanya dipasang pada tempat tertentu. Contoh: katrol yang digunakan pada tiang bendera dan timba sumur.
  2. Katrol bebas biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah. Salah satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang lainnya ditarik maka katrol akan bergerak. Contoh: alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.
  3. Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik maka beban akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas.

4) Roda Berporos

Roda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Contoh: pada alat-alat kendaraan seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda.

Advertisements