Cemoohan dan Teguran

Posted on

Pengertian Cemoohan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata cemoohan adalah:

ce.mo.oh.an

Nomina (kata benda) hasil mencemooh; ejekan; hinaan.

Pengertian lain dari cemoohan adalah tindakan membicarakan seseorang dengan menggunakan kata-kata kiasan, perumpamaan, atau kata-kata yang berlebihan serta bermakna negatif.

Cemoohan merupakan salah satu dari 4 (empat) cara pengendalian sosial yang dilakukan secara informal. Beberapa diantaranya yang lain adalah:

  1. Desas-desus (gosip)

Desas-desus adalah berita yang menyebar secara cepat dan tidak berdasarkan fakta atau bukti-bukti kuat.

  1. Ostrasisme (pengucilan)

Ostrasisme adalah suatu tindakan pemutusan hubungan sosial dari sekelompok orang terhadap seorang anggota masyarakat.

  1. Fraundulens

Fraundulens merupakan bentuk pengendalian sosial yang umumnya terdapa pada anak kecil. Misalnya, A bertengkar dengan B. Jika si A lebih kecil dari B, maka si A mengancam bahwa dia mempunyai kakak yang berani yang dapat mengalahkan B.

Pengertian Teguran.

Teguran adalah sebuah sarana dimana kita masih peduli terhadap orang-orang sekeliling kita, rekan kerja, keluarga, pasangan, sahabat bahkan orang lain yang kita tidak atau belum mengenalnya secara langsung. dengan kita memberikan sebuah teguran berarti kita menginginkan orang tersebut menjadi lebih baik dan tidak berbuat sesuatu yang akan membuat dirinya dan orang yang ada di sekelilingnya merasa tidak atau kurang nyaman.  Dengan ditegur oleh orang berarti kita telah diperhatikan oleh orang lain. Namun tetap saja arti dari sebuah teguran tergantung dari bagaimana cara kita untuk menyikapinya.

 

Teguran terbagi atas 2 (dua) macam. Yaitu:

  1. Teguran Langsung.

Teguran langsung adalah teguran yang dilakukan secara terbuka,  langsung kepada objek tanpa melalui perantara atau sebuah pesan, diberi masukan secara langsung karena ada sifat atau perbuatan kita yang dapat membuat kita atau orang lain malu.

  1. Teguran Tak Langsung.

Teguran tidak langsung diberikan, mungkin karena jika kita memberi teguran secara langsung (lisan) mungkin orang yang kita tegur bisa merasa malu, minder atau bahkan mungkin bisa jadi naik darah karena teguran kita. Teguran tidak langsung juga bisa dengan menggunakan sarana pesan tertulis kepada orang yang mau diberi masukan.

Positif atau tidaknya sebuah teguran tergantung dari bagaimana cara kita menyampaikan dan menerimanya. Terimalah teguran dengan jiwa yang besar, jadikanlah itu sebagai nilai pembelajaran untuk menjadikan diri menjadi lebih baik.

 

Selain 2 ( dua ) macam jenis teguran tersebut di atas, ada juga kriteria atau sifat seseorang dalam menerima atau mengahadapi teguran, beberapa di antaranya adalah:

 

  1. Marah.

Kita harus berjiwa besar dan bersikap lebih dewasa. Mau menerima kritik dan saran dari orang lain. Mari kita merenung dan introspeksi tentang apa yang bisa kita ambil dari teguran yang diberikan kepada kita! Orang dengan sifat ini akan dijauhi teman dan juga sahabat karena mereka merasa tidak nyaman berada bersama orang ini.

 

  1. Besar Hati.

Tipe orang seperti ini berarti orang yang mau berubah ke arah yang lebih positif. mau menerima saran dan kritis dari orang lain. Karena orang lain masih peduli terhadap dirinya. Mereka yang berbesar hari berpikir mereka masih diperhatikan oleh orang. Sifat ini biasanya membuat orang lain nyaman dan senang bergaul bersama mereka karena telah berbesar hati dan juga berjiwa besar dan bersikap dewasa.

 

  1. Malu atau Minder.

Tipe orang yang jika menerima teguran malah membuat dirinya merasa bersalah.  Jika mereka mengganggap itu yang terbaik mereka akan berubah, tapi jika mereka menganggap bahwa itu telah membuat dia tidak bahagia maka ia akan merasa terpukul sekali. Orang tipe ini harus belajar bersikap dewasa.

 

Advertisements