Pembuktian Penemuan Planet Uranus menurut Hukum Bode

Posted on

DETALOG.COM – Dalam sistem tata surya, planet menjadi salah satu penyusun tata surya karena planet-planet tersebut bergerak mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya. Uranus adalah salah satu planet dan merupakan planet ke-7 yang terdekat dari matahari, serta merupakan planet yang terbesar ke-3 dan terberat ke-4 dalam sistem tata surya. Penamaan Uranus diambil dari nama dewa langit Yunani kuno yaitu Uranus. Menurut legenda, Uranus adalah ayah dari Kronos (Saturnus) dan kakek dari Zeus (Jupiter). 

Uranus yang sebenarnya dapat terlihat dengan mata telanjang sebagaimana 5 planet klasik lainnya, tidak pernah dikenali sebagai planet oleh pengamat dahulu kala karena redupnya dan orbitnya yang lambat. Meskipun begitu, Uranus juga merupakan planet pertama yang ditemukan dengan menggunakan teleskop.

Ciri Khas Planet Uranus

  1. Uranus komposisinya sama dengan Neptunus dan keduanya mempunyai komposisi yang berbeda dari raksasa gas yang lebih besar, Jupiter dan Saturnus, dimana atmosfernya terutama terdiri dari hidrogen dan helium, juga mengandung banyak “es” seperti air, amonia dan metana, bersama dengan jejak hidrokarbon.
  2. Atmosfernya adalah atmofer yang terdingin dalam tata surya, dengan suhu terendah 49 K (−224 °C).
  3. Atmosfer planet itu punya struktur awan berlapis-lapis dan kompleks dan dianggap bahwa awan terendah terdiri atas air dan lapisan awan teratas diperkirakan terdiri dari metana.
  4. Interior Uranus terutama terdiri atas es dan bebatuan.
  5. Uranus mempunyai sistem cincin, magnetosfer, serta banyak satelit alami. Jika dilihat dari bumi, cincin Uranus kadang nampak melingkari planet itu seperti sasaran panah dan satelit-satelitnya mengelilinginya seperti jarum-jarum jam.
  6. Sistem Uranian konfigurasinya unik di antara planet-planet karena sumbu rotasi miring ke sampingnya, hampir pada bidang revolusinya mengelilingi matahari, sehingga kutub utara dan selatannya terletak pada tempat yang pada banyak planet lain merupakan ekuator mereka.
  7. Kecepatan angin di planet Uranus dapat mencapai 250 meter per detik (900 km/jam, 560 mil per jam).

Komposisi Atmosfer di Planet Uranus

  1. Komposisi atmosfer Uranian berbeda dari komposisi Uranus secara keseluruhan, yang terutama terdiri dari hidrogen molekuler dan helium. Fraksi mol helium, yaitu jumlah atom helium per molekul gas, adalah 0,15 ± 0,03 di troposfer atas, yang bersesuaian dengan fraksi massa 0,26 ± 0,05. Nilai ini sangat dekat dekat fraksi massa helium protosolar 0,275 ± 0,01,yang menandakan bahwa helium tidak pernah berada di tengah-tengah planet seperti halnya pada raksasa-raksasa gas.
  2. Penyusun yang paling melimpah ketiga dari atmosfer Uranian adalah metana (CH4). Metana memiliki pita penyerapan yang kuat pada cahaya tampak dan dekat-inframerah membuat Uranus nampak berwarna hijau-biru. Molekul metana menempati 2,3% atmosfernya dalam fraksi mol di bawah lapisan awan metana pada level tekanan 1,3 bar (130 kPa); ini menyatakan kira-kira 20 hingga 30 kali limpahan karbon yang ditemukan di matahari.
  3. Selain metana, sejumlah kecil berbagai hidrokarbon ditemukan di stratosfernya Uranus, yang diperkirakan dihasilkan dari metana oleh fotolisis yang diinduksi oleh radiasi ultraviolet matahari, seperti: etana (C2H6), asetilena (C2H2), metilasetilena (CH3C2H), diasetilena (C2HC2H).
  4. Spektroskopi juga mengungkapkan jejak-jejak uap air, karbon monoksida, dan karbon dioksida di atmosfer atas, yang hanya dapat berasal dari sumber luar seperti debu yang jatuh dan komet.

Pembuktian Penemuan Planet Uranus menurut Hukum Bode

Gagasan bahwa ada planet yang belum ditemukan di antara orbit Mars dan Yupiter diusulkan oleh Johann Elert Bode pada tahun 1772. Sebelumnya, pada tahun 1596, Kepler sudah menyadari kekosongan antara Mars dan Yupiter. Pertimbangan Bode didasarkan pada hukum Titius-Bode, yaitu hipotesis terdahulu (kini sudah ditolak) yang menyatakan bahwa terdapat pola dalam sumbu semi-mayor planet-planet yang telah ditemukan yang diganggu oleh kekosongan antara Mars dan Yupiter. Bode memperkirakan bahwa seharusnya ada planet yang memiliki orbit dengan sumbu semi-mayor di dekat 2,8 SA. Penemuan Uranus oleh William Herschel pada tahun 1781 memperkuat keyakinan terhadap hukum Titius-Bode, dimana pada awalnya Herschel menemukannya sebagai sebuah “komet”. Selain itu, Herschel juga melakukan serangkaian pengamatan terhadap paralaks pada bintang-bintang yang tetap dengan menggunakan teleskop yang didesainnya sendiri.

Kemudian astronom Jerome Lalande mengusulkan planet itu dinamai Herschel untuk menghormati penemunya. Namun Bode, memilih Uranus yang merupakan versi Latin dewa langit Yunani, Ouranos. Bode berargumen bahwa seperti Saturnus yang merupakan ayah dari Jupiter, planet baru itu mesti diberi nama dari nama ayah Saturnus. Pada tahun 1789, kolega Bode dari Royal Academy, Martin Klaproth menamai unsur yang baru ditemukan dengan “uranium” untuk mendukung pilihan Bode. Dan pada akhirnya, saran Bode menjadi yang paling luas digunakan dan menjadi universal sejak tahun 1850.

Advertisements