Apa yang Dimaksud Dengan Menggambar Komik?

Posted on

DETALOG.COM – Komik, menurut Wikipedia, adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri.

Pada tahun 1996, Will Eisner menerbitkan buku Graphic Storytelling, di mana ia mendefinisikan komik sebagai “tatanan gambar dan balon kata yang berurutan, dalam sebuah buku komik.” Sebelumnya, pada tahun 1986, dalam buku Comics and Sequential Art, Eisner mendefinisikan teknis dan struktur komik sebagai sequential art, “susunan gambar dan kata-kata untuk menceritakan sesuatu atau mendramatisasi suatu ide”.

Dalam buku Understanding Comics (1993), Scott McCloud mendefinisikan seni sekuensial dan komik sebagai:

juxtaposed pictorial and other images in deliberate sequence, intended to convey information and/or to produce an aesthetic response in the viewer.

Para ahli masih belum sependapat mengenai definisi komik. Sebagian diantaranya berpendapat bahwa bentuk cetaknya perlu ditekankan. Yang lain lebih mementingkan kesinambungan gambar dan teks. Sebagian lain lebih menekankan sifat kesinambungannya (sequential).

Pengertian dan Ciri Komik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komik adalah cerita bergambar (di majalah, surat kabar, atau berbentuk buku) yg umumnya mudah dicerna dan lucu. Komik adalah cerita yang bertekanan pada gerak dan tindakan yang ditampilkan lewat urutan gambar yang dibuat secara khas dengan paduan kata- kata. Secara umum komik adalah cerita bergambar yang ada gelembung- gelembung atau balon udara.

Komik sebagai karya sastra gambar, didefinisikan beragam, Eisner (2008) seorang komikus senior Amerika mengistilahkannya sebagai seni berurutan/gambar berurutan (sequential art). Sementara menurut McCloud (2001) komik adalah gambar-gambar atau lambang-lambang lain yang terjukstaposisi dalam urutan tertentu bertujuan untuk memberikan informasi dan/mencapai tanggapan estetis dari para pembacanya. Jika komik didefinisikan menurut Eisner maka dalam sejarah komik sudah ada kurang lebih sejak 17.000 tahun lalu. Buktinya ada di Prancis Selatan, dimana para arkeolog menemukan gambar-gambar berwarna pada dinding Goa Lascaux. Gambar hewan seperti bison atau kerbau yang terdapat pada dinding goa, diduga sebagai media komunikasi bagi masyarakat yang hidup di masa itu. Keberadaan gambar tersebut sering dianggap sebagai ‘komik’ paling kuno di dunia. Walaupun bukti ini masih menjadi perdebatan para ahli.

Lain halnya dengan Rudolphe Topffer (dalam McCloud, 2001) mendefinisikan komik sebagai cerita bergambar yang diremehkan oleh para kritikus dan tidak diperhatikan oleh kaum terpelajar, memiliki pengaruh yang besar setiap waktu bahkan melebihi literatur tertulis. Definisi ini muncul karena dibeberapa negara termasuk Indonesia ada masa ketika masyarakat, terutama kalangan pendidik menganggap komik memiliki gagasan berbahaya, yang bisa ditiru atau dilakukan oleh pembacanya.

Banyak sekali istilah lain yang muncul, terkait dengan komik diantaranya: Novel Grafis (Graphic Novel). Istilah ini masih diperdebatkan di Amerika dan Eropa, ada yang menyebut komik adalah novel grafis, dan novel grafis adalah komik. Eisner (2008) menyebutkan bahwa novel grafis adalah istilah yang dipergunakan untuk sebuah karya visual grafis yang berbasis komik, dengan panjang dan konsep cerita yang lebih rumit (kompleks) dan ditunjukkan untuk pembaca dewasa. Istilah ini juga ditujukan untuk karya-karya komik pendek yang digabungkan dalam satu edisi. Menurut Surjo (dalam Rizal, 2010), yang membedakan novel grafis dengan komik adalah lebih pada revolusi dalam cara bercerita dan penataan panel yang lebih eksperimental.

Adapun ciri-ciri komik sendiri diantaranya ialah:

– Bersifat Proposional
Dengan membaca komik sanggup membawa pembacanya untuk terlibat secara emosional dengan pelaku utama dalam cerita komik itu.

– Humor yang Kasar
Penggunaan bahasa lisan dan mudah dimengerti oleh orang awam.

– Bahasa Percakapan (Bahasa Pasaran)
Dengan digunakannya bahasa percakapan sehari-hari akan lebih mengena bagi pembaca.

– Penyederhanaan Perilaku yang Menggambarkan Moral atau Jiwa Pelaku
Pola perilaku dalam cerita komik cenderung untuk disederhanakan dan mudah diterka.

– Bersifat Kepahlawanan
Isi komik cenderung membawa pembaca untuk memuja pahlawannya.

Lantas, apakah yang dimaksud dengan menggambar komik?

Pengertian dari Menggambar Komik

Menggambar komik berarti menuangkan ide gagasan yang berisi gambar ke dalam sebuah cerita yang nantinya disebut sebagai komik, rangkaian gambar yg saling melengkapi dan memiliki alur cerita. Bentuk komik dapat berupa buku maupun lembaran gambar singkat (comic strip).

Advertisements