Fungsi Peredaran Darah

Posted on

DETALOG.COM – Darah adalah suatu cairan yang terdiri dari kira-kira 50% plasma dann 50% sel-sel darah. Plasma itu terdiri dari kurang lebih 90& air dan 10% bagian lagi berupa padatan yang terdiri dari protein, asam amino, garam, karbohidrat, lemak vitamin, hormon dan antibodi.

Sel-sel darah terdiri dri 3 jenis yaitu sel-sel darah merah (Eritrosit), sel-sel darah putih (Leukosit) dan keping-keping darah (Trombosit).

PENGERTIAN SISTEM PEREDARAN DARAH

Sistem peredaran darah manusia merupakan sistem organ yang terutama berkaitan dengan transportasi nutrisi, gas, sel-sel darah dan hormon ke seluruh tubuh, melalui jaringan pembuluh darah. Itu juga merupakan pendingin utama serta sistem transportasi tubuh. Sel darah merah membawa nutrisi dan oksigen ke sel-sel sementara sel-sel darah putih dalam sistem peredaran darah bertindak sebagai pembersih dan mulai berfungsi setiap kali kita terkena flu, infeksi atau terpotong.

Komponen utama dari sistem sirkulasi adalah arteri dan vena. Banyak pembuluh darah terdiri dari darah yang mana oksigen dan nutrisi telah disampaikan ketujuannya masing-masing. Ini memiliki oksigen rendah atau tidak ada molekul oksigen dan nutrisi dan disebut darah terdeoksigenasi. Darah memiliki warna seperti merah dan sangat gelap. Darah rutin tampak merah cerah. Beberapa pembuluh khusus membawa darah beroksigen sementara ada satu arteri yang hanya membawa darah terdeoksigenasi.

CARA KERJA SISTEM PEREDARAN DARAH

Sistem peredaran darah dapat dibagi menjadi dua kategori, tergantung pada jenis fungsi.
Sirkulasi sistemik: Ini adalah lingkaran yang dimulai dari jantung dan terhubung ke berbagai bagian tubuh. Sirkulasi sistemik bekerja sama persis berlawanan dengan sirkulasi paru. Selama sirkulasi ini, darah yang kaya oksigen dikumpulkan oleh arteri dari jantung dan dikirim ke berbagai jaringan tubuh. Selama proses ini, oksigen yang hadir dalam darah menyebar di dalam sel-sel tubuh dan karbon dioksida yang hadir dalam sel yang menyebar kembali ke dalam darah. Kapiler yang mengelilingi sel-sel tubuh membantu dalam pertukaran gas ini.

Sirkulasi paru: Sirkulasi paru seperti lingkaran yang membentang dari jantung ke paru-paru. Dalam bagian ini, darah terdeoksigenasi diterima oleh jantung diangkut ke paru-paru dan darah yang mengandung oksigen dikembalikan kembali ke jantung. Darah terdeoksigenasi meninggalkan ventrikel kanan jantung melalui dua arteri paru dan kemudian mengalir ke paru-paru. Selama proses respirasi dalam karbon dioksida darah dan oksigen dilepaskan oleh sel darah merah darah. Oksigen ini kemudian diangkut kembali ke dalam atrium kiri jantung melalui vena paru. Sirkulasi sistemik kemudian melakukan fungsi mendistribusikan darah yang kaya oksigen ke berbagai bagian tubuh.

FUNGSI SISTEM PEREDARAN DARAH

Berfungsinya sistem sirkulasi sangat penting karena membantu dalam mencapai semua nutrisi dan oksigen darah ke setiap bagian tubuh. Ada banyak komponen dan organ yang terlibat yang lengkap seluruh proses sirkulasi. Proses ini terganggu ketika salah satu organ yang terkait akan terinfeksi atau rusak dan sebagian fungsi atau berhenti berfungsi sama sekali. Sistem peredaran darah juga bekerja dengan bantuan sistem tubuh lainnya. Ia bekerja dalam koordinasi dengan sistem pernapasan serta sistem pencernaan untuk memasok nutrisi dan oksigen ke bagian tubuh yang berbeda. Bahan kimia pembawa pesan atau hormon yang hadir dalam darah yang disekresikan oleh sistem endokrin. Oleh karena itu sistem peredaran darah juga melakukan fungsi sirkulasi hormon untuk komunikasi yang baik antara organ.

KELAINAN / GANGGUAN TERHADAP SISTEM PEREDARAN DARAH
Kelainan atau gangguan pada sistem peredaran darah antara lain :
•Anemia (kurang darah), dikarenakan kurangnya kadar Hb atau kurannya jumlah eritrosit dalam darah.
•Farises adalah pelebaran pembuluh darah di betis.
•Hemoroid (Ambeyen), adalah pelebaran pembuluh darah disekitar dubur (anus).
•Arteriosklerosis, adalah pengerasan pembuluh nadi karena timbunan atau endapat kapur.
•Atherosklerosis adalah pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak.
•Embolus, adalah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.
•Trombus adalah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak.
•Hemofilia adalah kelainan darah sukar membeku karen afaktor hereditas (keturunan).
•Leukimia (kanker darah) adalah bertambahnya leukosit secara tak terkendali.
•Penyakit kuning pada bayi (Eritroblastosis fetalis) adalah rusaknya eritrosit bayi atau janin akibat aglutinasi dari antibodi ibu, apabila ibu bergolongan darah Rh– dan embrio Rh+. Penyakit ini terjadi pada kandungan kedua, jika kandungan pertama embrio juga bergolongandarah Rh+.
•Penyakit jantung koroner (PJK), yaitu penyempitan arterikoronaria yang mengangkut O2 ke jantung.
•Talasemia merupakan anemia akibat rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun.

Advertisements