Shalat Ba’diyah

Posted on

DETALOG.COM – Shalat ba’diyah adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah melakukan shalat fardhu. Shalat sunnah ini biasanya dipasangkan dengan shalat qabliyah dimana shalat sunnah ini dilakukan sebelum melakukan shalat fardhu. Shalat qabliyah dan shalat ba’diyah sering juga disebut dengan rawatib dan ghoiru rawatib (bukan rawatib).

Maksud dari kata rawatib adalah shalat yang sangat ditekankan. Rawatib berasal dari kata rotabah, artinya rutin, kontinyu. Dalam bahasa Arab ratib diartikan juga sebagai gaji, karena dia kontinyu sifatnya. Atau juga ada istilah imam ratib, bukan imam yg digaji, tapi imam tetap yang selalu mengimami dan telah ditunjuk secara resmi. Nah, shalat sunah rawatib berarti, shalat sebelum dan sesudah shalat fardhu yang sangat ditekankan untuk rutin dilaksanakan.

Contoh shalat sunnah ini seperti empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya dan dua rakaat sebelum Shubuh. Aisyah rodhiyallahu ‘anha meriwayatkan Rasulullah bersabda:

“Salat dua rakaat sebelum subuh, itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya”. (HR. Muslim) .

Di dalam riwayat lain, Dua rakaat itu lebih aku cintai daripada seluruh dunia ini. Amalan yang banyak manfaatnya mengandung banyak keistimewaan dan rahasia . Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah, Ya Rasulullah, tunjukkanlah satu amalan yang bermanfaat untukku. Beliau bersabda: “Shalatlah dua rakaat sebelum shubuh, karena di dalamnya terdapat keistimewaan” (HR. Ath-Thabrani) .

Untuk shalat qabliyah dan shalat ba’diyah yang bukan rawatib adalah shalat qabliah yang tidak disebutkan dalam shalat rawatib, berarti tinggal qabliah maghrib dan qabliah Isya. Dalilnya adalah keumuman hadits Rasulullah, “Antara azan dan iqamah terdapat shalat” (HR. Muslim).

Shalat qabliyah, baik rawatib ataupun bukan, dapat diniatkan juga sebagai shalat tahiyyatul masjid. Jadi seseorang tidak perlu shalat dua kali, sekali untuk tahiyatul masjid, sekali lagi untuk qabliyah, cukup shalat sekali saja. Maksudnya jika kita baru masuk masjid dan sudah azan namun belum iqamah, maka kita shalat qabliah, dan itu sudah dianggap sebagai tahiyatul masjid. Karena inti dari shalat tahiyatuul masjid adalah, perbuatan yang kita lakukan saat pertama kali masuk masjid adalah shalat.

Berikut beberapa niat shalat qabliyah dan ba’diyah

Niat Shalat Sunnah Qabliyah Maghrib

اُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal maghribi rok’ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

“Aku niat melakukan shalat sunat sebelum maghrib 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.”

Niat Shalat Sunnah Ba’diyah Maghrib

اُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

“Aku niat melakukan shalat sunat sesudah maghrib 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.”

Niat Shalat Sunnah Qabliyah Isya’

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal ‘isyaa-i rok’ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

“Aku niat melakukan shalat sunat sebelum isya 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.”

Niat Shalat Sunnah Ba’diyah Isya’

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal ‘isyaa-i rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

“Aku niat melakukan shalat sunat sesudah isya 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.”

Advertisements