Dampak Pengambilan Terumbu Karang Secara Belebihan

Posted on

DETALOG.COM – Indonesia dikenal sebagai salah satu Negara dengan keanekaragaan sumber daya alamnya. Banyaknya kekayaan Indonesia, tidak jarang menjadi daya tarik terhadap Negara lain yang bersedia datang ke Indonesia untuk melihat kekayaan dan keindahan Indonesia. Bahkan Indonesia mendapat julukan sebagai surga dunia.

Letak geografis yang strategis menunjukkan betapa kaya Indonesia akan sumber daya alam dengan segala flora, fauna dan potensi hidrografis dan deposit sumber alamnya yang melimpah. Sumber daya alam Indonesia berasal dari pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan serta pertambangan dan energi.

Meskipun memiliki begitu banyak sumber kekayaan alam, sayangnya masih banyak dari manusia yang mendiami Indonesia kurang menggunakan pikiran mereka dengan merusak sumber daya sekitar hanya untuk dijadikan sebagai lahan penghasilan. Dampaknya, banyak terjadi kerusakan.

Akhir-akhir ini banyak terjadi kerusakan sumber daya alam di Indonesia menyangkut masalah pelestarian laut. Yah, laut Indonesia kaya akan varietas hewan dan tumbuhan lautnya salah satunya yang paling memiliki peran penting dalam keindahan laut Indonesia adalah terumbu karangnya.

Terumbu Karang

Terumbu karang adalah salah satu ekosistem yang sangat terancam saat ini. Sebanding dengan hutan hujan dalam keanekaragaman hayatinya dan merupakan sumber keuntungan ekonomi yang besar dari perikanan dan pariwisata, ekosistem terumbu karang adalah salah satu kepentingan dunia.

Indonesia memiliki banyak jenis dan keindahan terumbu karang yang bisa Anda saksikan dibagian Indonesia manapun. Namun kembali lagi, karena kurangnya kemampuan untuk mensyukuri keindahan bawah laut membuat terumbu karang banyak dihancurkan. Mereka biasanya menggunakan racun cyanida, bahan peledak, muro ami, dan bubu yang semuanya bertujuan untuk merusak ekosistem terumbu karang.

Aktivitas Penghancuran Terumbu Karang dan Dampaknya

Dampak penghancuran dan pengambilan terumbu karang:

1. Hilangya rumah atau tempat tinggal bagi hewan bawah laut
2. Kelangkaan terumbu karang akan dimulai
3. Rusaknya ekosistem bawah laut karena penggunaan bahan kimia
4. Pencemaran terhadap air laut

Beberapa aktivitas manusia yang dapat merusak terumbu karang:

– Membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemaari ir laut
– Membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam, satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang
– Pemborosan air, semakin banyak air yang digunakan maka semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan dan dibuang ke laut.
– Pengunaan pupuk dan pestisida buatan, seberapapun jauh letak pertanian tersebut dari laut residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhinya akan terbuang ke laut juga.
– Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya.
– Penambangan
– Pembangunan pemukiman
– Reklamasi pantai
– Olusi

Manfaat Terumbu Karang

a. Penunjang Kehidupan

Oleh karena terumbu karang merupakan suatu ekosistem, maka ia menunjang kehidupan berbagai jenis makhluk hidup yang ada di sekitar terumbu karang. Dengan adanya terumbu karang maka tumbuhan dan hewan laut lainnya dapat tinggal, mencari makan dan berkembang biak di terumbu karang.

Contohnya hewan-hewan laut seperti lili laut, kerang, cacing, dan tumbuhan alga dapat menempel pada koloni karang keras. Ikan-ikan dapat mencari makan dan bersembunyi dari incaran hewan pemangsa di balik koloni karang keras.

b. Mengandung Keanekaragaman Hayati yang Tinggi

Jika hutan hujan tropis memiliki biodiversitas tertinggi dibandingkan ekosistem lainnya dalam tingkatan spesies, terumbu karang memiliki biodiversitas tertinggi dalam tingkatan filum. Terumbu karang juga merupakan ekosistem dengan biodiversitas tertinggi dibandingkan ekosistem pesisir dan laut lainnya, dalam unit skala tertentu. Artinya dalam luas 1 km2 di wilayah terumbu karang mengandung lebih banyak spesies dibandingkan dengan 1 km2 di wilayah laut dalam.

Terumbu karang di Indonesia terkenal dengan kekayaan dari biodiversitasnya. Dari sekitar 800 spesies karang keras yang berhasil diidentifikasi di dunia, sekitar 450 di antaranya ditemukan di Indonesia. Spesies ikan karang Indonesia sendiri mencapai lebih dari 2.400 spesies (Tomascik dkk., 1997).

c. Pelindung Wilayah Pantai

Terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau merupakan ekosistem yang saling berhubungan. Terumbu karang-lah yang pertama kali menghalau ombak besar dari laut, agar tidak merusak daratan. Kemudian ombak tiba di padang lamun maka energinya akan diperkecil lagi oleh daun-daun tumbuhan lamun. Ketika ombak tiba di dekat pantai, maka akar dan batang pohon-pohon mangrove akan memperkecil lagi energi ombak, sehingga ombak tidak merusak pantai. Dengan demikian kehidupan di sekitar pantai akan terlindung. Terumbu karang bermanfaat dalam menghalangi pengikisan akibat energi ombak dan arus, sehingga masalah abrasi pantai akan lebih mudah diatasi.

d. Mengurangi Pemanasan Global

Mungkin kita telah mengetahui bahwa hutan hujan tropis merupakan “paru-paru dunia” dimana menyerap gas CO2 hasil pembakaran sehingga mengurangi pemanasan pada bumi. Terumbu karang pun dinilai memiliki peran yang sama, karena gas CO2 juga banyak diserap oleh air laut, dan selanjutnya melalui reaksi kimia dan bantuan karang, akan diubah menjadi zat kapur yang menjadi bahan baku terumbu (Muller-Parker & D’Elia, 1997). Dalam proses yang disebut kalsifikasi ini, karang juga dibantu oleh zooxanthellae (tumbuhan bersel satu yang hidup di dalam jaringan tubuh karang).

Advertisements