Mengapa Penderita Gagal Ginjal Menjalani Cuci Darah?

Posted on

DETALOG.COM – Gagal ginjal adalah penyakit yang menyerang salah satu organ tubuh kita, yaitu ginjal. Fungsi ginjal pun terganggu, diantaranya menyaring darah, mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basah, mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh, memproses ulang zat, mengatur volume cairan dalam darah, mengatur keseimbangan kandungan kimia dalam darah, mengendalikan kadar gula dalam darah, penghasil zat dan hormon, menjaga tekanan osmosis, menjaga darah.

Gagal ginjal terminal (GGT) terjadi bila fungsi ginjal sudah sangat buruk dan penderita mengalami gangguan metabolisme protein, lemak dan karbohidrat. Ginjal yang sakit tidak bisa menahan protein darah (albumin) yang seharusnya dilepaskan ke urine. Awalnya terdapat dalam jumlah sedikit (mikro-albuminuria).

Bila kondisinya semakin parah akan terdapat pula protein lain (proteinuria). Jadi berkurangnya fungsi ginjal menyebabkan terjadinya penumpukan hasil pemcecahan protein yang beracun bagi tubuh, yaitu ureum dan nitrogen. Gangguan itu disebut sindroma uremia dengan gejala mual dan muntah.

Gagal Ginjal dan Cuci Darah

Cuci darah atau hemodialisis adalah suatu proses penyaringan darah yang dilakukan oleh mesin.

Kapan dan kenapa harus dilakukan? Cuci darah biasanya dilakukan pada penderita yang mengalami gagal ginjal. Jadi, proses cuci darah itu dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah rusak.

Cuci darah atau dialisis merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mengganti tugas ginjal yang sehat. Seperti yang telah kita ketahui, ginjal berperan vital bagi tubuh yaitu berfungsi untuk menyaring dan membuang sisa-sisa metabolisme dan kelebihan cairan, menyeimbangkan unsur kimiawi dalam tubuh serta menjaga tekanan darah.

Pada cuci darah ini fungsi ginjal digantikan oleh mesin, darah yang berasal dari pembuluh darah dimasukkan ke dalam selang kecil yang terhubung dengan mesin atau disebut dializer. Di dalam dializer ini, darah akan mengalami penyaringan yang dilakukan oleh membran, sampah hasil saringan ini akan dicampur dengan larutan yang disebut dialisat, dan dibuang untuk selanjutnya diganti dengan cairan dialisat yang baru. Kemudian darah yang sudah disaring dan bersih dimasukkan ke dalam tubuh kembali. Meskipun proses ini mempunyai fungsi seperti ginjal tetapi hanya bisa menggantikan fungsi ginjal normal sebesar 10% saja.

Cuci darah harus dilakukan secara teratur untuk menghindari efek yang tidak diinginkan akibat penumpukan sisa metabolime maupun cairan dalam tubuh. Karena hanya bersifat menggantikan fungsi ginjal, bukan menyembuhkannya, tindakan dialisis harus dilakukan selama seumur hidup, kecuali pasien melakukan transplantasi ginjal.

Pasien juga perlu mengatur pola makan dan minumnya untuk keberhasilan terapi dialisis. Dengan berpikir positif dan menjalankan terapi dengan sungguh-sungguh serta mengikuti segala petunjuk dokter, bukan tidak mungkin pasien gagal ginjal tetap dapat menjalani hidup secara normal.

Gejala dan Penyebab Gagal Ginjal

Berbagai macam gejala pada penyakit gagal ginjal parah diantaranya ialah:

1. Akan merasa lebih sering ingin buang air kecil, terutama pada waktu malam hari.
2. Kulit bagi penderita gagal ginjal parah akan merasa gatal-gatal.
3. Adanya darah atau protein dalam urin yang akan di dektesi saat melakukan tes urin.
4. Akan mengalami kram otot pada si penderita.
5. Akan kehilangan berat badan.
6. Akan kehilangan nafsu makan.
7. Adanya penumpukan cairan yang mengakibatkan pembengkakan pada pergelangan kaki, atau tangan.
8. Akan mengalami otot yang kejang.
9. Bagi si penderita akan mengalami sesak napas.
10. Akan merasa mual dan muntah.
11. Adanya gangguan tidur.
12. Adanya disfungsi ereksi pada pria

Adapun penyebab gagal ginjal antara lain:

• Dehidrasi karena kehilangan cairan, misalnya karena muntah-muntah, diare, berkeringat banyak dan demam. Maka dari itu kita tidak boleh menganggap suatu penyakit seperti halnya penyakit diatas kita anggap remeh karena dapat berakibat yang kurang baik bahkan sangat buruk untuk kesehatan kita sendiri.

• Hipovolemia (volume darah yang kurang) hal ini dapat terjadi karena pendarahan yang sangat hebat bisa karena kecelakaan, perdarahan post partum atau perdarahan akibat yang lainnya. Maka dari itu kita perlu mengetahui akan berbagai jenis luka dan proses penyembuhan luka itu sendiri sehingga kita dapat mencegah akan berbagai hal yang bisa menyebabkan perdarahan ini.

• Keracunan dan trauma, misalnya terkena pukulan berat langsung pada ginjal, dapat mengakibatkan penyakit ginjal. Beberapa obat, termasuk obat tanpa resep, dapat meracuni ginjal bila sering dipakai selama jangka waktu yang panjang. Produk yang menggabungkan aspirin, asetaminofen, dan obat lain misalnya ibuprofen ditemukan paling berbahaya untuk ginjal. Bila kita sering memakai obat penawar nyeri, sebaiknya kita membahas dengan dokter untuk memastikan bahwa tidak beresiko untuk ginjal kita.

• Dehidrasi karena kurangnya asupan cairan, untuk itu kita harus bisa memenuhi kebutuhan dengan mengkonsumsi air sehingga dapat memnuhi kebutuhan air yang ada di dalam tubuh kita yang cukup contoh mudahnya adalah dengan meminum air putih paling tidak 8 gelas sehari secara teratur.

Advertisements