4 Prinsip Dasar Geografi

Posted on

DETALOG.COM – Geografi yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu geo yang artinya bumi, dan graphein yang artinya tulisan atau menjelaskan, merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan, dan perbedaan atau variasi keruangan atas suatu fenomena fisik, serta manusia yang ada di atas permukaan bumi.

Geografi tidak hanya menjawab tentang ‘apa’ dan ‘dimana’ dari sesuatu yang ada di atas muka bumi, tapi juga ‘mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya?‘, yang kadang diartikan dengan “lokasi pada ruang”. Jadi, geografi mempelajari tentang suatu hal, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia, maupun mempelajari tentang akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu. Geografi juga sebenarnya memiliki hubungan yang kuat dengan geologi, botani, ekonomi, sosiologi, serta demografi.

Perkembangan Geografi

Sebagaimana yang telah diuraikan di paragraf pertama mengenai asal mula kata geografi yang berasal dari bahasa Yunani, maka secara historis, bangsa Yunani memang dikenal sebagai bangsa pertama yang dikenal secara aktif dalam mempelajari geografi sebagai suatu ilmu dan filosofi dengan pemikir utama di bidang ini, yaitu Thales, Herodotus, Erathoshenes, Hipparchus, Aristoteles, Dicaearchus, Strabo, dan Ptolemeus.

Kemudian, Bangsa Romawi memberi sumbangan pada pemetaannya karena mereka banyak menjelajahi bumi. Prinsip pemetaan ini dicetuskan oleh Ptolemeus di sekitar abad ke-15 pada suatu peta dunia yang disusunnya dalam ‘Geographia Ptolemeus‘ dimana ia menuliskan ‘Sinae‘ sebagai China, ‘Taprobane‘ sebagai Srilanka, dan ‘Aurea Chersonesus‘ sebagai Asia Tenggara. Ia juga merancang dan menyediakan petunjuk tentang cara membuat peta dunia yang dihuni atau dikenal dengan istilah ‘oikoumene’. Di bagian kedua dari bukunya, ia memberikan daftar topografi yang diperlukan serta keterangan pada peta. Oikoumene membentang 180° garis bujur dari Canary Island di Samudra Atlantik hingga China, dan sekitar 80° garis lintang dari Arktik, India timur sampai jauh ke Afrika.

Selain prinsip pemetaan, bangsa Romawi juga menambahkan teknik baru. Salah satu tekniknya adalah periplus, yaitu suatu teknik yang memberi deskripsi pada pelabuhan, dan daratan sepanjang garis pantai yang bisa dilihat pelaut di lepas pantai. Contohnya adalah Hanno sang navigator dari Carthaginia, dan satu lagi dari Laut Erythraea, dimana keduanya selamat di laut karena menggunakan teknik periplus dengan mengenali garis pantai laut Merah dan teluk Persi.

Geografi pun mulai menyebar ke seluru Eropa ketika Marco Polo, seorang pedagang dan penjelajah dari Italia melakukan perjalanannya mengarungi samudera. Di abad ke-16 dan ke-17 pada masa Renaissance telah dilakukan perjalanan besar yang cukup banyak dengan tujuan untuk mencari landasan teoritis, detail, dan lebih akurat mengenai ilmu geografi. Adanya ‘Geographia Generalis‘ yang dicetuskan oleh Bernhardus Varenius, serta dibuatnya peta dunia ‘Gerardus Mercator‘ adalah salah satu contoh terbesar perkembangan ilmu geografi di masa itu.

Melewati abad ke-18, geografi akhirnya mulai dikenal sebagai disiplin ilmu yang lengkap dan menjadi bagian dari kurikulum di beberapa universitas di Eropa, terutama di Paris dan Berlin. Sedangkan di Inggris, geografi hanya diajarkan sebagai sub disiplin dari ilmu lain. Salah satu karya besar di masa ini adalah ‘Kosmos: Sketsa Deskripsi Fisik Alam Semesta‘ karya Alexander vom Humboldt.

Prinsip Dasar Geografi

Sebagai suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji mengenai hal-hal yang ada di permukaan bumi, geografi memiliki 4 prinsip dasar geografi, yaitu :

  1. Prinsip persebaran, yaitu suatu gejala dan fakta tentang persebaran bentang alam di permukaan bumi yang tidak merata sehingga setiap wilayah akan berbeda dengan wilayah lain. Contohnya: persebaran jumlah transmigran di Indonesia yang tidak merata, dimana ada suatu wilayah yang jumlahnya besar dibandingkan dengan yang lain sesuai dengan luas wilayahnya.
  2. Prinsip interelasi, yaitu suatu fenomena geosfer dimana fenomena geosfer yang satu mempunyai hubungan dengan fenomena geosfer yang lain, serta gejala antara fenomena geosfer yang satu berkaitan dengan gejala fenomena geosfer yang lain. Contohnya: sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani karena masih tersedianya lahan untuk digarap.
  3. Prinsip deskripsi, yaitu suatu prinsip yang dibuat untuk menggambarkan tentang fenomena geosfer yang memerlukan deskripsi melalui tulisan, tabel, gambar atau grafik. Contohnya: peta persebaran lempeng tektonik di dunia.
  4. Prinsip korologi, yaitu suatu prinsip yang dilakukan dengan menganalisis suatu wilayah berdasarkan ketiga prinsip sebelumnya sehingga suatu wilayah akan mempunyai karakteristik tertentu. Prinsip ini merupakan simbol dari geografi modern. Contohnya: suhu udara di perkotaan akan lebih tinggi daripada di pedesaan. Salah satu penyebab dari hal ini adalah karena banyaknya sinar matahari yang dipantulkan oleh bangunan-bangunan yang ada di perkotaan.

 

Advertisements