Megabiodiversitas

DETALOG.COM – Indonesia adalah negara yang kaya dengan keanekaragaman hayati. Dari ujung Sabang sampai dengan Merauke, di daratan dan di perairan, Indonesia memiliki berbagai jenis makhluk hidup yang begitu melimpah dengan berbagai keunikannya. Berbagai jenis makhluk hidup tersebut contohnya mulai dari bakteri, berbagai jenis tumbuhan dan hewan, serta berbagai macam lingkungan alam seperti hutan, sawah, ladang, kebun, gurun, sungai, danau, rawa, sampai dengan lautan. Semuanya merupakan contoh keanekaragaman hayati yang sering dikenal dengan istilah biodiversitas. Karena ukurannya yang sangat besar, maka keanekaragaman hayati di Indonesia ini sering disebutkan juga dengan istilah megabiodiversitas.

Keanekaragaman hayati memiliki peranan yang besar dan penting dalam kehidupan. Keanekaragaman hayati tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemenuhanan kebutuhan hidup manusia saja sehingga dapat dieksploitasi dengan seenaknya, tetapi juga perlu diperhatikan kelestariannya baik untuk lingkungan dan untuk masa yang akan datang. Berikut adalah beberapa contoh pemanfaatan keanaekaragaman hayati, mulai dari pemanfaatan untuk kebutuhan dasar sampai dengan manfaat sosial dan budaya.

Nah, apa itu biodiversitas dan bagaimana pemanfaatannya? Yuk, simak dalam artikel berikut.

Pengertian Megabiodiversitas

Menurut Pak-pandani.blogspot.co.id, mega artinya besar, biodiversitas = keanekaragaman hayati, jadi megabiodiversitas = keanekaragaman hayati yang sanyat besar atau berlimpah. Kabarnya dari ratusan negara di dunia, ada 12 negara yang dikenal sebagai negara pemilik 70% keragaman hayati di dunia.

Negara-negara tersebut adalah Australia, Brazil, China, Colombia, Ecuador, Amerika Serikat, India, Indonesia, Madagascar, Mexico, Peru and Kongo. Negara tersebut dikenal sebagai negara megabiodiversitas. Faktor yang mempengaruhinya seperti keadaan geografis suatu daerah dan iklim suatu daerah. Terjadinya biodiversitas karena perbedaan organisme secara genetik dan pengaruh lingkungan.

Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang begitu besar, karena banyak faktor seperti wilayah, iklim tropis, banyak hutan. Hutan-hutan indonesia menyimpan berbagai macam potensi serta plasma nutfah yang belum kita gali, namun krn penebangan dan pembakaran hutan, Indonesia yang dikenal dengan negara megabiodiversitasnya mungkin akan kehilangan banyak sekali keanekaragaman hayati.

Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari megabiodiversitas, dilansir dari Kompasiana.com:

– Sumber pangan, sandang, dan papan
Berbagai jenis makhluk hidup di antaranya seperti tumbuhan dan hewan memiliki peranan penting untuk memenuhi kebutuhan manusia. Manusia dapat memenuhi kebutuhan dasarnya seperti pangan, sandang, dan papan adalah tidak lain dengan mengambil manfaat dari makhluk hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung. Di antaranya melalui berbagi produk-produk olahan yang dihasilkannya.

– Sumber ekonomi
Berbagai macam kegiatan ekonomi, perdagangan, dan industri banyak memanfaatkan aneka flora dan fauna yang terdapat di alam atau lingkungan sekitar, contohnya digunakan sebagai bahan baku untuk membuat berbagai produk di pabrik-pabrik dan dunia industri.

– Sumber plasma nutfah
Selain flora dan fauna, masih banyak lagi kelompok makhluk hidup yang turut menyumbang pada kekayaan keanekaragam hayati dan sebagai seumber plasma nutfah. Plasma nutfah adalah suatu sifat atau karakter yang terdapat pada organisme atau makhluk hiudp yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan varietas individu baru dengan karakter unggul. Plasma nutfah ini sering disebut juga yaitu dengan istilah sumber gen.

– Manfaat ekologis
Keanekaragaman hayati berperan dalam menjaga kestabilan ekosistem. Hal ini didasarkan pada teori bahwa setiap organisme atau makhluk hidup yang ada memiliki peranan yang khusus terkait keberadaannya dalam ekosistem. Terganggunya makhluk hidup di suatu ekosistem tertentu akan mengakibatkan ketidakstabilan pada ekosistem tersebut.

– Manfaat ilmu pengetahuan
Keanekaragaman hayati merupakan lahan yang sangat luas untuk melakukan pengembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Lingkungan alam dan berbagai macam makhluk hidup yang ada di dalamnya, banyak yang belum dipelajari dan diketahui. Hal tersebut dapat menjadi laboratorium raksasa untuk terus melakukan berbagai kajian, telaah, dan penelitian yang bermanfaat untuk kehidupan.

– Manfaat pendidikan dan rekreasi
Kebun binatang, kebun raya, dan cagar alam sering dimanfaatkan untuk tempat perlindungan sekaligus tempat konservasi aneka flora dan fauna yang keberadaannya tergolong langka atau terancam punah. Tempat-tempat tersebut juga dapat digunakan sebagai sarana pendidikan dan sarana rekreasi bagi masyarakat, sekaligus untuk menanamkan rasa cinta dan kepedulian terhadap megabiodiversitas yang ada di Indonesia.

– Manfaat sosial budaya
Indonesia merupakan bangsa yang masyarakatnya kaya dengan sosial dan budaya, termasuk kebiasaaan positif terkait lingkungan. Hal ini dicontohkan misalnya oleh sebagian masyarakat yang tinggal di daerah-daerah, mereka memiliki kebiasaan yang positif dalam mengelola sumber daya alam dan cara-cara yang baik dalam menghindari pencemaran serta kerusakan lingkungan. Misalnya masyarakat di daerah memiliki kearifan lokal menjaga kebersihan sungai karena mereka menjadikan sungai sebagai sumber pengairan kolam, sawah, dan pertanian, termasuk juga sumber untuk mencari makanan seperti masih banyaknya ditemukan ikan-ikan yang hidup di sungai yang sering ditangkap oleh penduduk setempat. Lain halnya dengan masyarakat yang ada di perkotaan, sungai-sungai di perkotaan saat ini umumnya sudah kotor tercemari berbagai limbah baik limbah rumah tangga, pabrik, dan juga industri.