Jenis-jenis Kegiatan Produksi

DETALOG.COM – Salah satu kegiatan dalam ilmu Ekonomi adalah Produksi. Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.

Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.

Dalam hal ini, kegiatan produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.

JENIS-JENIS MODAL DALAM KEGIATAN PRODUKSI

Di dalam kegiatan produksi pasti ada modal. Modal adalah semua alat yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan barang dan jasa, dengan imbalan berupa bunga modal kepada pemodal. Modal dibagi 4, yaitu :

  1. Modal tetap adalah modal yang memberikan jasa untuk proses produksi dalam waktu lama, atau lebih dari satu kali putaran proses produksi.
  2. Modal lancar adalah modal yang memberikan jasa hanya sekali dalam proses produksi. Modal ini sekali dipakai dalam proses produksi, kemudian berubah sifat atau wujudnya menjadi barang lain.
  3. Modal sendiri adalah modal yang diserahkan pemilik modal kepada badan usaha. Laba yang diperoleh dan tidak atau belum diserahkan kepada pemilik modal, dengan sendirinya digolongkan sebagai modal sendiri.
  4. Modal asing adalah modal yang diberikan oleh orang-orang atau badan-badan lain kepada suatu badan usaha sebagai pinjaman.

JENIS-JENIS KEGIATAN PRODUKSI

1) Berdasarkan Proses Produksi

  1. Kegiatan produksi langsung, yaitu kegiatan menciptakan, membuat, atau menghasilkan barang secara langsung dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia dan dapat langsung dirasakan. Contoh: kegiatan mencari ikan di sungai, dan mengumpulkan kayu bakar di hutan.
  2. Kegiatan produksi tidak langsung, yaitu kegiatan memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat yang hasilnya tidak secara langsung dapat dinikmati tetapi melalui proses dan waktu yang lama. Contoh: kegiatan dalam pendidikan yang memerlukan proses dan waktu yang lama untuk menikmati/ memanfaatkan hasilnya.

2) Berdasarkan Tujuan Hasil Produksi

  1. Produksi teknis, yaitu kegiatan produksi yang bertujuan menambah nilai guna barang tanpa memperhitungkan laba atau rugi atau disebut pula produksi non ekonomi. Contoh: kegiatan memproduksi barang dengan modal yang cukup tinggi walaupun tidak memperoleh keuntungan dan hanya untuk mencari kepuasan batin.
  2. Produksi ekonomi, yaitu kegiatan produksi untuk menambah nilai guna barang dengan memperhitungkan laba atau rugi. Contoh: kegiatan memproduksi barang dengan modal yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
  3. Produksi non ekonomi, yaitu kegiatan produksi dalam meningkatkan nilai guna barang dengan tidak memperoleh keuntungan.

3) Berdasarkan Jenis Barang yang Diproduksi

  1. Produksi barang, yaitu kegiatan menciptakan dan menambah nilai guna barang dengan cara menambah bentuk maupun sifat; misalnya terigu melalui proses produksi menjadi roti, kue, atau kerupuk.
  2. Produksi jasa, yaitu kegiatan menciptakan dan menambah nilai suatu barang yang tidak dapat diubah bentuk maupun sifatnya dan hasilnya berupa jasa, misalnya kegiatan pendidikan.

4) Berdasarkan Jenis Lapangan Produksi (Usaha)

  1. Lapangan produksi ekstraktif, yaitu kegiatan menghasilkan barang yang telah tersedia oleh alam. Contoh: kegiatan pertambangan, perusahaan air minum, dan lainnya.
  2. Lapangan produksi industri, yaitu kegiatan menghasilkan barang dengan cara mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Contoh: kegiatan mengolah kayu menjadi alat–alat rumah tangga (meja-kursi-lemari).
  3. Lapangan produksi agraris, yaitu kegiatan menghasilkan barang yang berhubungan dengan mengolah tanah, seperti bertani dan bersawah.
  4. Lapangan produksi perdagangan, yaitu jual beli barang atau kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.
  5. Lapangan produksi jasa, yaitu kegiatan yang menghasilkan jasa tertentu untuk memberikan pelayanan kepada konsumen atau orang yang membutuhkannya, seperti jasa perhotelan, perbankan, montir, dan tukang becak.

5) Berdasarkan Tingkatan

  1. Produksi primer, yaitu sektor produksi yang mencakup kegiatan produksi yang banyak menggunakan faktor produksi alam (agraris).
  2. Produksi sekunder, yaitu kegiatan produksi dalam menciptakan, membuat barang, atau menghasilkan barang.
  3. Produksi tersier, yaitu kegiatan produksi yang berhubungan dengan jasa (perbankan, perusahaan angkutan, perusahaan bengkel kendaraan).

Pelajaran Menarik Lainnya: