Jenis-jenis Penyimpangan Sosial

DETALOG.COM – Penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab terjadinya penyimpangan sosial, salah satunya adalah proses belajar yang menyimpang. Dalam hal ini, seseorang yang melakukan tindakan penyimpangan sosial disebabkan karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang. Hal itu merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial yang disebabkan karena proses belajar yang menyimpang.

Sementara itu, ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial juga dapat mengakibatkan terjadinya penyimpangan sosial. Hal itu bisa terjadi jika dalam upaya untuk mencapai suatu tujuan, seseorang itu tidak memperoleh peluang, sehingga pada akhirnya ia mengupayakan peluang itu sendiri, dan terjadilah penyimpangan sosial.

JENIS-JENIS PENYIMPANGAN SOSIAL

Secara umum, ada 3 jenis penyimpangan sosial yang sering terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Ke-3 jenis penyimpangan sosial itu adalah sebagai berikut:

1) Berdasarkan Kekerapannya

  1. Penyimpangan Sosial Primer adalah penyimpangan yang bersifat sementara (temporer). Orang yang melakukannya masih tetap dapat diterima oleh kelompok sosialnya. Karena tidak terus menerus melanggar aturan.
  2. Penyimpangan Sosial Sekunder adalah penyimpangan yang dilakukan oleh pelakunya secara terus-menerus walaupun telah diberikan sanksi-sanksi. Oleh sebab itu, setiap pelaku secara umum dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang.

2) Berdasarkan Jumlah Orang yang Terlibat

  1. Penyimpangan Individu adalah penyimpangan yang dilakukan sendiri tanpa dengan orang lain. Hanya satu individu saja yang melakukan berlawanan dengan norma-norma yang berlaku.
  2. Penyimpangan Kelompok adalah penyimpangan yang terjadi jika individu tersebut melakukan secara bersama-sama di suatu kelompok tertentu.

3) Berdasarkan Sifatnya

  1. Penyimpangan Bersifat Negatif adalah penyimpangan sosial yang berwujud dari tindakan ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap tercela karena tidak sesuai dengan norma-norma yang ada.
  2. Penyimpangan Bersifat Positif adalah penyimpangan sosial yang memiliki dampak yang positif terhadap sistem sosial karena dianggap ideal dalam masyarakat.

Namun ada pula ahli sosiologi yang menggolongkan jenis-jenis penyimpangan sosial menjadi 4 jenis, yaitu:

  1. Tawuran atau perkelahian antar pelajar. Dalam hal ini, perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele.
  2. Penyalahgunaan narkotika, obat-obat terlarang dan minuman keras. Dalam hal ini, penggunaan narkotika dan narkoba tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, perampokan.
  3. Hubungan Seksual. Dalam hal ini, hubungan seks di luar nikah dan pelacuran merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama.
  4. Tindak Kriminalitas. Dalam hal ini tindak kriminalitas merupakan suatu tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum, norma sosial dan norma agama. Dalam perkembangannya, ada 5 jenis tindak kriminalitas, yaitu:
  • Kejahatan Tanpa Korban (crime without victim) adalah kejahatan yang tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain. Contoh: berjudi, mabuk-mabukan, penyalahgunaan narkotika, dan sebagainya.
  • Kejahatan Terorganisir (organized crime) adalah pelaku kejahatan merupakan komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum. Contoh: komplotan korupsi, penyediaan jasa pelacur.
  • Kejahatan Kerah Putih (white collar crime) adalah kejahatan yang mengacu pada kejahatan orang-orang terpandang atau berstatus tinggi. Contoh: korupsi, kolusi.
  • Kejahatan Kerah Biru (blue collar crime) adalah kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang golongan rendah. Contoh: mencuri jemuran, mencuri sandal di masjid, dan sebagainya.
  • Kejahatan Korporat (corporate crime) adalah jenis kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Contoh: suatu perusahaan membuang limbah beracun ke sungai yang mengakibatkan penduduk sekitar mengalami berbagai jenis penyakit.