Air sebagai Pelarut Kehidupan

Air adalah salah satu bahan yang penting dalam suatu kehidupan. Ikatan hidrogen akan mengikat molekul-molekul air hingga menyatu. Saat air dalam wujud cair, ikatan hidrogen sangat rapuh sehingga ikatan-ikatan tersebut terbentuk, berpisah dan akan terbentuk kembali dengan sangat cepat. Adanya ikatan hidrogen dapat menyusun molekul-molekul air tersebut sehingga akan memiliki sifat air yang bermanfaat. Salah satu sifat air yang paling penting adalah keserbagunaannya sebagai pelarut. Beberapa bahan kimia tidak dapat membentuk suatu larutan, tetapi hanya terdispersi dalam air.

Larutan

Larutan merupakan campuran homogen dari dua atau lebih zat. Bahan yang memiliki sifat melarutkan disebut sebagai zat pelarut. Disisi lain, zat yang dilarutkan disebut zat terlarut. Misalnya, satu sendok makan gula dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air, maka gula akan terlarut di dalam air. Gula dan air akan menjadi campuran seragam (homogen).  Gula sebagai zat terlarut, sedangkan air sebagai zat pelarut.

Contoh lain larutan adalah kristal garam dapur yang dapat terlarut pula dalam air. Garam dapur merupakan kristal senyawa ionik natrium klorida (NaCl). Oksigen dari molekul air bermuatan negatif. Oksigen akan berikatan dengan kation natrium. Begitupun dengan anion klorida akan menarik hidrogen yang bermuatan positif dari molekul air. Air akan menembus kristal garam dan akhirnya akan melarutkan seluruh ion. Sifat air akan memisahkan natrium dari klorida sehingga dua zat terlarut (natrium dan klorida) akan terlarut secara homogen dalam air.

Koloid

Koloid merupakan dua zat atau lebih yang ketercampurannya berada diantara homogen dan heterogen. Hal ini disebabkan perbedaan ukuran partikel antara zat terlarut dan zat pelarut. Partikel-partikel koloid tidak dapat dilihat pada mikroskop biasa, melainkan dengan mikroskop ultra. Contoh koloid adalah saus tomat, mayonnaise dan penggumpalan susu.

Suspensi

Suspensi merupakan dua zat yang tercampur tapi bersifat heterogen, terjadi pemisahan fase antara pelarut dan zat terlarut. Hal ini juga disebabkan oleh ukuran partikel pada zat terlarut cukup besar dibandingkan zat pelarut, sehingga zar terlarut mengendap. Contohnya pati dalam air dingin.

Dari zaman dahulu, ahli kimia mencoba menemukan pelarut universal yang mampu melarutkan segala macam zat, akan tetapi tidak ada yang menemukan zat pelarut yang lebih baik dari air. Melalui polaritas molekul air, maka air dapat menjadi pelarut yang serbaguna pada suatu zat tertentu berdasarkan atas ukuran partikel dan luas relatif permukaan.

Pelajaran Menarik Lainnya: