6 Jenis Jaringan Ikat

DETALOG.COM – Di dalam tubuh terdapat jaringan ikat yang berfungsi untuk mengikat serta menyokong bagian jaringan yang lain. Penyusun jaringan ikat adalah sel yang tersusun dalam suatu matriks ekstrasluler dan tersusun menyebar. Matriks tersebut biasanya berupa cairan atau benda kenyal seperti agar-agar dan padatan.

Jaringan ikat tersusun atas 3 jenis serat, yaitu:

  1. Serat Kolagen : berwarna putih dan terbentuk dari protein dan memiliki sifat lentur. Meskipun memiliki sifat lentur, tetapi serat ini sulit ‘diregangkan’.
  2. Serat Elastis : berwarna kuning dan memiliki sifat yang tahan terhadap panas, dingin, serta enzim pencernaan.
  3. Serat Retikuler : berbentuk kecil serta bercabang-cabang dan membentuk struktur retikulum.

JENIS-JENIS JARINGAN IKAT

Ada beberapa jenis jaringan ikat, yaitu:

1. Jaringan Ikat Longgar

Jaringan ikat longgar adalah jaringan ikat yang paling banyak terdapat di dalam tubuh makhluk hidup bertulang belakang. Dikatakan sebagai jaringan ikat longgar karena serat penyusunnya tersusun secara longgar. Jaringan ikat longgar memiliki serabut kolagen berwarna putih, serabut elastis, dan serabut retikulum.

Secara umum, fungsi jaringan ikat longgar adalah sebagai pengikat antara jaringan epitel dengan jaringan yang terletak dibawah jaringan epitel. Fungsi lainnya adalah membungkus organ pada tubuh agar tetap berada pada tempat yang semestinya.

2. Jaringan Ikat Padat

Jaringan ikat padat adalah jaringan ikat berserabut putih yang struktur serat-seratnya padat, terutama pada serat kolagennya. Jaringan ikat padat tersusun atas serabut kolagen putih dan serabut elastis yang kenyal dan kuat, ditambah lagi ruang antar selnya (matriks) rapat/padat.

3. Jaringan Adiposa

Jaringan adiposa adalah jaringan ikat yang tersusun atas lemak (lipid), di mana jaringan ini bertindak sebagai penghubung yang sel-selnya mengandung lemak berbentuk bulatan-bulatan besar.
Jaringan adiposa dapat ditemukan diseluruh tubuh karena lemak berfungsi dalam menjaga kestabilan suhu tubuh agar tubuh tidak kedinginan.

4. Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)

Jaringan tulang rawan (kartilago) adalah jaringan ikat yang disusun oleh sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang dilindungi fibrosa dalam matriks. Matriks tulang rawan mengandung serabut kolagen, serabut elastis, dan serabut fibrosa. Kandungan serabut kolagen yang tinggi makin menguatkan tulang rawan tersebut. Tulang rawan tidak memiliki kapiler darah sehingga mendapat makanan dari jaringan ikat di sekitarnya.

5. Jaringan Tulang Sejati (Osteon)

Jaringan tulang sejati (osteon) adalah jaringan ikat yang terdiri atas sel-sel tulang (osteosit) dan matriks tulang. Osteosit dibentuk oleh osteoblas (sel yang bertanggung jawab dalam sintesis komponen organik matriks tulang). Sedangkan, matriks terdiri atas zat pelekat kolagen dan endapan garam-garam mineral (terutama garam kapur atau kalsium). Berdasarkan susunan matriksnya, jaringan tulang dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Jaringan tulang kompak : matriksnya rapat dan tidak berongga.
  2. Jaringan tulang spons : matriksnya berongga.

6. Jaringan Darah

Jaringan darah adalah jaringan ikat yang terdiri dari bahan cair dan bahan padat. Bahan cair termasuk plasma darah, yang terdiri dari protein, garam dan air, sedangkan bahan padat dari darah mengandung trombosit berupa sel darah merah dan sel darah putih. Mayoritas darah dalam tubuh manusia terdiri dari plasma darah, yaitu sebesar 55%. Jaringan darah dapat ditemukan di dalam pembuluh darah (arteri, arteriol, kapiler, venula, dan vena) dan juga dalam bilik jantung. Beberapa sel darah putih juga ditemukan dalam jenis-jenis jaringan tubuh, misalnya limfosit yang juga ditemukan dalam sistem limfatik.