Faktor Internal yang Mendorong Munculnya Pergerakan Nasional Indonesia

DETALOG.COM – Pergerakan nasional merupakan suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada diri bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.Hal ini dimulai sejak abad 19 dan abad 20, di mana muncul benih-benih nasionalisme pada bangsa-bangsa di kawasan Asia Afrika, khususnya Indonesia.

Masa awal pergerakan nasional Indonesia ditandai dengan lahirnya pergerakan Budi Oetomo pada 20 Mei 1908. Gagasan pertama pembentukan Budi Oetomo berasal dari Wahidin Sudirohusodo, seorang dokter Jawa dari Surakarta. Ia menginginkan adanya tenaga-tenaga muda yang terdidik secara Barat, namun pada umumnya pemuda-pemuda tersebut tidak sanggup membiayai dirinya sendiri. Sehubungan dengan itu perlu dikumpulkan beasiswa untuk membiayai mereka.

Pada tahun 1908, ia bertemu dengan Soetomo, pelajar Stovia. Wahidin mengemukakan gagasannya pada pelajar-pelajar Stovia dan para pelajar tersebut menyambutnya dengan baik. Sehubungan dengan itu pada tanggal 20 Mei 1908 diadakan rapat di satu kelas di Stovia. Rapat tersebut berhasil membentuk sebuah organisasi bernama Budi Oetomo dengan Soetomo ditunjuk sebagai ketuanya.

FAKTOR INTERNAL YANG MENDORONG MUNCULNYA PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA

1) Kenangan Kejayaan Masa Lampau

Bangsa-bangsa Asia dan Afrika sudah pernah mengalami masa kejayaan sebelum masuk dan berkembangnya imperialisme dan kolonialisme barat. Bangsa India, Indonesia, Mesir, dan Persia pernah mengalami masa kejayaan sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Kejayaan masa lampau mendorong semangat untuk melepaskan diri dari penjajahan.

Bagi Indonesia, kenangan kejayaan masa lampau tampak dengan adanya kenangan akan kejayaan pada masa kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Dimana pada masa Majapahit, mereka mampu menguasai daerah seluruh Nusantara, sedangkan masa Sriwijaya mampu berkuasa di lautan karena maritimnya yang kuat.

2) Bersatunya Negara-negara Asia – Afrika Sejak Zaman Dahulu Kala

Faktor yang mendorong rasa nasionalisme bangsa Asia bukanlah akibat penjajahan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa terhadap bangsa Asia – Afrika, melainkan rasa persatuan itu sudah dimiliki sejak zaman dahulu kala terutama sesama ras, ataupun kerjasama perdagangan yang telah saling melengkapi satu sama lain, sehingga mereka saling menghormati dan menjaga. Namun kedatangan bangsa barat yang menjajah mengakibatkan mereka hidup miskin dan menderita sehingga mereka ingin menentang imperialisme barat.

3)  Munculnya Golongan Cendekiawan

Perkembangan pendidikan menyebabkan munculnya golongan cendekiawan, baik hasil dari pendidikan di negara barat maupun pendidikan di Indonesia sendiri. Mereka menjadi penggerak dan pemimpin munculnya organisasi pergerakan nasional Indonesia yang selanjutnya berjuang untuk melawan penjajahan.

4) Berkembangnya Paham Nasionalisme dalam Bidang Politik, Sosial Ekonomi, dan Kebudayaan

  • Dalam bidang politik : tampak dengan upaya gerakan nasionalis menyuarakan aspirasi masyarakat pribumi yang telah hidup dalam penindasan dan penyelewengan hak asasi manusia. Mereka ingin menghancurkan kekuasaan asing/kolonial dari Indonesia.
  • Dalam bidang ekonomi : tampak dengan adanya usaha penghapusan eksploitasi ekonomi asing. Tujuannya untuk membentuk masyarakat yang bebas dari kesengsaraan dan kemelaratan untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia.
  • Dalam bidang budaya : tampak dengan upaya untuk melindungi, memperbaiki, dan mengembalikan budaya bangsa Indonesia yang hampir punah karena masuknya budaya asing di Indonesia. Para nasionalis berusaha untuk memperhatikan dan menjaga serta menumbuhkan kebudayaan asli bangsa Indonesia.