Mekanisme Penularan Influenza

DETALOG.COM – Tidak bisa dipungkiri jika influenza bisa membuat penderitanya merasa tidak nyaman saat tertular virus ini. Meskipun nampak sepele, tapi influenza bisa berakibat serius bahkan menimbulkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Perlu diketahui bahwa proses penularan virus influenza, dimana seseorang dapat menularkan virusnya kepada orang lain biasanya dimulai sehari sebelum gejalan muncul dan virus akan dilepaskan selama sekitar 5 hingga 7 hari. Meskipun ada pula sebagian orang yang mungkin melepaskan virus selama periode yang lebih lama.

Orang yang tertular virus influenza akan mengalami gejala yang parah pada hari kedua dan ketiga setelah infeksi. Jumlah virus yang dilepaskan biasanya berhubungan dengan demam, dimana jumlah virus yang dilepaskan lebih besar saat temperaturnya lebih tinggi. Penularan influenza dapat dimodelkan secara matematis, yang akan membantu dalam prediksi bagaimana virus menyebar dalam populasi. Agar terhindar dari penularan influenza, kita bisa mencari tahu tentang mekanisme penularan influenza yang akan dibahas dalam artikel berikut ini.

MEKANISME PENULARAN INFLUENZA

Influenza dapat ditularkan dalam 3 cara utama, yaitu:

  1. Melalui penularan langsung, yaitu saat orang yang terinfeksi bersin, terdapat lendir hidung yang masuk secara langsung pada mata, hidung, dan mulut dari orang lain.
  2. Melalui udara, yaitu saat seseorang menghirup aerosol (butiran cairan kecil dalam udara) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau meludah.
  3. Melalui penularan tangan ke mata, tangan ke hidung, atau tangan ke mulut, baik dari permukaan yang terkontaminasi atau dari kontak personal langsung seperti bersalaman.

Moda penularan mana yang terpenting masih belum jelas, namun semuanya memiliki kontribusi dalam penyebaran virus. Pada rute penularan udara, ukuran droplet yang cukup kecil untuk dihirup berdiameter 0,5 sampai 5 μm dan inhalasi satu droplet mungkin cukup untuk menimbulkan infeksi. Walaupun satu kali bersin dapat melepaskan sampai 40.000 droplet, sebagian besar dari droplet tersebut cukup besar dan akan hilang dari udara dengan cepat. Seberapa lama virus influenza dapat bertahan dalam droplet udara nampaknya dipengaruhi oleh kadar kelembaban dan radiasi ultraviolet, dimana tingkat kelembaban yang rendah dan kurangnya cahaya matahari pada musim dingin dapat membantu virus ini bertahan.

Karena virus influenza dapat bertahan di luar tubuh, virus ini juga dapat ditularkan lewat permukaan yang terkontaminasi seperti lembaran uang, gagang pintu, saklar lampu, dan benda-benda rumah tangga lainnya. Lamanya waktu virus dapat bertahan pada suatu permukaan beragam, ada yang dapat bertahan selama 1 atau 2 hari pada permukaan yang keras dan tidak berpori seperti plastik atau metal, ada yang selama kurang lebih 15 menit pada kertas tissue kering, dan ada pula yang hanya 5 menit pada kulit.

Namun, apabila virus terdapat dalam lendir (mukus), maka lendir tersebut dapat melindungi virus sehingga bertahan dalam waktu yang lama (bisa sampai 17 hari pada uang kertas). Sementara itu, virus flu burung dapat bertahan dalam waktu yang belum diketahui saat berada dalam keadaan beku. Virus akan mengalami inaktivasi oleh pemanasan sampai sekitar 56°C (133°F) selama minimun 60 menit, dan juga oleh asam pada pH <2.